Connect with us

Lifestyle

6 Rukun Haji yang Tak Boleh Terlewat oleh Para Calon Jemaah Haji

Ibadah haji merupakan rukun Islam kelima yang wajib dilaksanakan oleh umat Muslim yang mampu secara fisik dan finansial.

Logompn

Published

on

6 Rukun Haji yang Tak Boleh Terlewat oleh Para Calon Jemaah Haji
6 Rukun Haji yang Tak Boleh Terlewat oleh Para Calon Jemaah Haji. Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 14 April 2026 - Ibadah haji merupakan rukun Islam kelima yang wajib dilaksanakan oleh umat Muslim yang mampu secara fisik dan finansial.

Pelaksanaan haji berlangsung pada bulan Syawal, Dzulqa’dah, hingga puncaknya pada 8–13 Dzulhijjah di Tanah Suci.

Setiap tahun, jutaan jemaah haji dari berbagai negara berkumpul di Arab Saudi, khususnya di Makkah dan Madinah, untuk menjalankan rangkaian ibadah yang telah ditetapkan.

Agar pelaksanaan haji sah, terdapat enam rukun utama yang harus dipenuhi secara berurutan oleh seluruh jemaah tanpa terkecuali.

Rukun-rukun ini menjadi fondasi utama ibadah haji yang tidak dapat digantikan dengan denda apabila ditinggalkan.

Oleh karena itu, pemahaman yang tepat mengenai setiap tahapan menjadi hal penting bagi calon jemaah haji sebelum berangkat ke Arab Saudi.

Dikutip MPN Indonesia dari laman resmi Baznas Indonesia dan Bank Mega Syariah, berikut enam rukun haji:

1. Ihram

Ihram merupakan rukun pertama dalam ibadah haji, yaitu niat untuk memulai ibadah dengan mengenakan pakaian ihram dan memasuki miqat yang telah ditentukan.

Niat ihram dilafalkan dengan bacaan:

“Nawaitul hajja wa ahramtu bihi lillahi taala”

Artinya: Aku berniat haji dengan berihram karena Allah Taala.

Setelah berihram, jemaah haji wajib mematuhi sejumlah larangan, seperti tidak menggunakan wewangian, tidak memotong rambut atau kuku, tidak melakukan akad nikah, serta tidak berhubungan suami-istri hingga tahallul.

Waktu pelaksanaan niat (miqat zamani) berlangsung pada bulan Syawal, Dzulqa’dah, dan awal Dzulhijjah, sementara tempat pelafalannya (miqat makani) disesuaikan dengan gelombang keberangkatan menuju Arab Saudi.

Baca Juga:  Sebanyak 984 Jemaah Calon Haji Kota Bogor Ikuti Pelatihan Manasik, Ini Jadwal Keberangkatannya!

2. Wukuf di Arafah

Wukuf merupakan puncak ibadah haji yang dilaksanakan pada 9 Dzulhijjah di Padang Arafah.

Jemaah haji diwajibkan hadir sejak tergelincirnya matahari hingga menjelang fajar pada 10 Dzulhijjah.

Selama wukuf, jemaah dianjurkan memperbanyak zikir, doa, istighfar, tahlil, shalawat, dan membaca Al-Qur’an sebagai bentuk penghambaan kepada Allah SWT.

3. Tawaf

Setelah wukuf, jemaah haji melaksanakan tawaf ifadah di Masjidil Haram, Makkah, dengan mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali dimulai dari Hajar Aswad dengan posisi Ka’bah di sebelah kiri.

Tawaf ini dilakukan sebelum berakhirnya hari tasyrik pada 11–13 Dzulhijjah.

Pelaksanaan tawaf mengharuskan jemaah dalam keadaan suci dari hadas kecil dan besar.

4. Sai antara Shafa dan Marwah

Sai adalah rukun haji yang dilakukan dengan berjalan atau berlari kecil sebanyak tujuh kali antara Bukit Shafa dan Marwah di Makkah.

Perjalanan dimulai dari Shafa dan berakhir di Marwah. Ibadah ini mengenang perjuangan Siti Hajar dalam mencari air untuk Nabi Ismail.

Meskipun disunnahkan dalam keadaan suci, sai tetap sah dilakukan oleh jemaah haji meskipun tanpa wudhu.

5. Tahallul

Tahallul merupakan proses mencukur atau memotong rambut sebagai tanda selesainya rangkaian rukun haji.

Bagi laki-laki dianjurkan mencukur rambut hingga gundul, sedangkan perempuan cukup memotong minimal tiga helai rambut.

6. Tertib

Tertib adalah pelaksanaan seluruh rukun haji secara berurutan, dimulai dari ihram hingga tahallul.

Apabila salah satu rukun tidak dilaksanakan atau urutannya tidak sesuai, maka ibadah jemaah haji dianggap tidak sah.

Ketertiban ini menjadi syarat mutlak dalam penyempurnaan ibadah di Makkah dan rangkaian kegiatan di Madinah.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending