Connect with us

Internasional

Dua Bandara di Arab Saudi Diserang Rudal, Tiga Orang Tewas

Serangan rudal Houthi di dua bandara Arab Saudi menewaskan 3 orang dan melukai 36 lainnya.

Actress 1299250

Published

on

Dua Bandara di Arab Saudi Diserang Rudal, Tiga Orang Tewas
Dua Bandara di Arab Saudi Diserang Rudal, Tiga Orang Tewas. Gambar: Dok. The Guardian

MPN Indonesia 9 Oktober 2026 - Kelompok Houthi dari Yaman menyerang dua bandara internasional di Arab Saudi menggunakan rudal pada Selasa (6/10) dan Rabu (7/10).

Serangan terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh dan Bandara Internasional Abha menewaskan tiga orang serta melukai 36 lainnya.

“Pada Selasa dan Rabu… Bandara Internasional Abha dan Bandara Internasional King Khalid menjadi sasaran serangan yang menargetkan fasilitas mereka,” ujar otoritas penerbangan sipil Arab Saudi dikutip MPN Indonesia dari AFP, Jumat (9/10).

Otoritas penerbangan sipil Arab Saudi mengonfirmasi jumlah korban dan kerusakan akibat serangan di kedua lokasi.

Otoritas penerbangan sipil menyatakan seluruh korban luka telah mendapatkan penanganan medis setelah serangan terjadi.

“Semua korban luka segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis yang diperlukan. Serangan tersebut juga menyebabkan sejumlah kerusakan material,” ujar otoritas tersebut.

Selain menimbulkan korban jiwa, serangan tersebut menyebabkan kerusakan pada fasilitas bandara.

Namun, otoritas belum memberikan rincian nilai kerugian material akibat serangan tersebut.

Houthi Klaim Serangan Rudal terhadap Bandara Riyadh dan Abha

Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, mengklaim kelompoknya melancarkan sejumlah operasi militer yang menargetkan fasilitas di Arab Saudi.

“Serangan pertama menargetkan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh dan menghasilkan serangan langsung dan tepat,” ujar Saree.

Houthi menyatakan operasi tersebut menggunakan rudal balistik, rudal jelajah, dan pesawat nirawak.

Baca Juga:  Rekor! Arab Saudi Catat Jumlah Jamaah Umrah Harian Terbanyak, Tembus 500 Ribu

Kelompok tersebut juga mengklaim telah menyerang sejumlah fasilitas militer serta infrastruktur minyak.

Beberapa lokasi yang disebut menjadi sasaran operasi Houthi meliputi:

  • Bandara Internasional King Khalid di Riyadh.
  • Bandara Internasional Abha.
  • Pangkalan Udara King Khalid di Khamis Mushait.
  • Kilang Saudi Aramco di Rabigh.
  • Kamp militer Aqifah.
  • Sejumlah fasilitas di Najran dan Jizan.

Houthi menyebut serangan tersebut sebagai respons terhadap operasi militer koalisi Arab Saudi di Yaman.

Namun, otoritas Arab Saudi belum mengonfirmasi seluruh klaim mengenai sasaran dan dampak serangan tersebut.

Sementara itu, koalisi pimpinan Arab Saudi menyatakan sistem pertahanan udara berhasil mencegat rudal yang menargetkan Riyadh.

Serangan Terbaru di Riyadh Hanguskan Pesawat Penumpang

Sebuah pesawat penumpang milik maskapai Arab Saudi dilaporkan terbakar setelah serangan Houthi.

Rekaman dari lokasi memperlihatkan petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan api yang membakar pesawat tersebut.

Otoritas Arab Saudi kemudian menutup sementara operasional bandara.

Air India membatalkan penerbangan dari dan menuju Riyadh hingga Sabtu (10/10).

Lufthansa Group juga menangguhkan penerbangan maskapai di bawah naungannya menuju ibu kota Arab Saudi.

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengeluarkan peringatan keamanan bagi warga negaranya di Arab Saudi.

Pemerintah AS juga memberlakukan pembatasan penggunaan bandara bagi pegawai pemerintahnya.

Konflik Timur Tengah dan Pertempuran di Yaman Kembali Meningkat

Pertempuran antara kelompok Houthi dan pasukan pemerintah Yaman kembali meningkat sejak Juli 2026, setelah situasi relatif stabil menyusul gencatan senjata pada 2022.

Peningkatan konflik tersebut berlangsung di tengah ketegangan regional yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran.

Koalisi pimpinan Arab Saudi mendukung pasukan pemerintah Yaman dalam operasi militer untuk merebut kembali sejumlah wilayah yang dikuasai Houthi.

Pertempuran berlangsung di sejumlah wilayah strategis, termasuk pesisir Laut Merah dan kawasan Selat Bab el-Mandeb.

Baca Juga:  Arab Saudi bakal Bangun Bandara di Makkah

Di Provinsi Taiz, pasukan Houthi memperluas pergerakan militernya hingga distrik al-Maafir dan Mawasit.

Pergerakan tersebut mengancam jalur pasokan yang menghubungkan pasukan pemerintah Yaman di Taiz dengan wilayah Aden.

Sementara itu, Houthi mengklaim telah menyerang pasukan yang didukung Arab Saudi di Provinsi al-Jawf.

Saree mengklaim serangan tersebut menyebabkan sejumlah korban tewas dan terluka di pihak lawan. Namun, jumlah korban belum dapat diverifikasi secara independen.

Di tengah meningkatnya pertempuran, Komite Internasional Palang Merah (ICRC) dilaporkan menerima lebih dari 1.800 permintaan pencarian anggota keluarga yang hilang di Yaman sejak Juli 2026.

(RAD/NID/RAD)

Trending