Connect with us

Politik

Harga Plastik Naik, Puan Maharani Dorong Penggunaan Kemasan Organik

Ketua DPR RI Puan Maharani mendorong penggunaan kemasan berbahan organik sebagai alternatif di tengah lonjakan harga plastik.

Logompn

Published

on

Harga Plastik Naik, Puan Maharani Dorong Penggunaan Kemasan Organik
Harga Plastik Naik, Puan Maharani Dorong Penggunaan Kemasan Organik. Gambar: Instagram/@puanmaharaniri

MPN Indonesia 17 April 2026 - Ketua DPR RI Puan Maharani mendorong penggunaan kemasan berbahan organik sebagai alternatif di tengah lonjakan harga plastik.

Menurut Puan, kenaikan harga plastik bisa berdampak positif dengan digunakan sebagai momentum untuk beralih ke bahan yang lebih ramah lingkungan.

“Meskipun plastik dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari karena kepraktisannya, kita ketahui bersama beban ekologinya sangat tinggi. Maka kenaikan harga plastik bisa menjadi momentum untuk kita beralih ke ekonomi hijau,” kata Puan dalam keterangannya, Rabu (15/4).

Puan menegaskan, lonjakan harga plastik paling menekan pelaku UMKM yang selama ini mengandalkan kemasan sekali pakai untuk produk mereka.

“Harga plastik yang melonjak hingga berkali-kali lipat dan pasokan mulai sulit diperoleh menyebabkan pelaku usaha kecil yang selama ini bekerja dengan keuntungan terbatas semakin kesulitan dari sisi ekonomi,” paparnya.

Kemasan Organik Bisa Menambah Nilai Jual

Merespons kondisi tersebut, Puan Maharani mendorong agar penggunaan kemasan produk kembali mengacu pada kearifan lokal.

Ia mencontohkan penggunaan bahan alami seperti daun pisang atau daun jati yang masih banyak ditemukan di sejumlah daerah, seperti Jawa Tengah, untuk membungkus nasi liwet, gudeg, hingga mi lethek.

“Di pendahulu kita dulu, penggunaan kemasan dari bahan alami seperti daun menjadi alternatif utama. Pedagang makanan atau pangan bisa kembali memanfaatkan kemasan ramah lingkungan seperti itu,” tuturnya.

Puan menilai kemasan alami juga memiliki keunggulan fungsional karena dapat membuat makanan lebih awet sekaligus mengharumkan aroma.

“Dengan memakai kemasan dari bahan organik, pelaku usaha tak hanya bisa menghindari tekanan ekonomi karena tingginya bahan baku dari impor, tetapi juga dapat menambah nilai jual,” ungkap Puan.

Baca Juga:  DPR Respons PPATK Soal Pemblokiran Rekening Nganggur: Jangan Buat Kebijakan yang Bikin Gaduh

“Termasuk dari segi keunikannya yang bagi sebagian kalangan masyarakat bisa menjadi daya tarik untuk membeli,” sambungnya.

Dua Ribu Truk Sampah Plastik Cemari Laut Setiap Hari

Puan mengaitkan penggunaan kemasan organik dengan agenda lingkungan global dan target Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam pengelolaan limbah dan menjaga kelestarian lingkungan.

Laporan United Nations Environment Programme (UNEP) yang disinggung Puan mencatat volume sampah plastik setara 2.000 truk dibuang ke laut, sungai, dan danau setiap hari.

Secara global, sekitar 19 hingga 23 juta ton limbah plastik mencemari ekosistem perairan tiap tahun.

“Jadi semangat kita di sini adalah, selagi harga plastik sedang tinggi, kita bisa mencari alternatif penggunaan kemasan lain yang sekaligus mengurangi sampah plastik,” ujar Puan.

Minta Pemerintah Beri Dukungan

Puan memahami bahwa perubahan kebiasaan masyarakat membutuhkan proses. Oleh sebab itu ia menyarankan langkah awal transisi dapat dimulai dari rumah makan.

“Dan tentunya memang harus ada dukungan juga bagi pemerintah untuk transisi penggantian kemasan dari bahan plastik ke kemasan berbahan alami,” ujar Puan.

Puan meminta kementerian dan lembaga terkait menyiapkan sistem, regulasi, serta sosialisasi apabila penggunaan kemasan tradisional kembali didorong.

“Pemerintah perlu memberikan dukungan dan memfasilitasi kebutuhan masyarakat terhadap alternatif kemasan, khususnya bagi para pelaku usaha dan konsumen. Kami di DPR RI akan ikut melakukan pengawasan sesuai tugas dan kewenangan dewan,” tutupnya.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending