Connect with us

Berita

Jadi Korban Bully, Anak Kelas 4 SD Dilarikan ke IGD usai Dipaksa Makan Roti Berduri

Siswi SD di Bali mengalami trauma setelah menjadi korban pembullyan, dipaksa teman-temannya memakan roti berisi duri plastik.

Adinda

Published

on

Jadi Korban Bully, Anak Kelas 4 SD Dilarikan ke IGD usai Dipaksa Makan Roti Berduri
Gambar : Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 1 September 2024 - Kasus bullying kembali terjadi, kali ini menimpa seorang siswi SD di Bali.

Gadis tersebut dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) setelah dipaksa oleh teman-temannya untuk memakan roti yang ternyata berisi duri atau tusuk gigi berbahan plastik.

Peristiwa ini terjadi pada Minggu, (27/8), di Bali. Saat itu, siswi SD yang menjadi korban bullying tampak sangat ketakutan ketika tiba di IGD.

Dalam sebuah video yang diunggah oleh akun Instagram @elyandaa_, korban terlihat duduk di kursi roda dan dikelilingi oleh dua perawat yang berusaha memberikan perawatan.

Namun, gadis kecil tersebut awalnya menolak untuk ditangani karena rasa trauma.

Duri Sepanjang 3-4 Cm di Tenggorokan

Menurut keterangan yang diberikan oleh perawat Elyanda, duri tersebut memiliki panjang sekitar 3 hingga 4 cm dan berada dalam posisi melintang di tenggorokan korban.

“Saat diambil, durinya sudah hampir masuk ke ujung tenggorokan, dengan posisi melintang. Pasti sakit sekali bagi anak ini, tapi dia cukup kooperatif,” ungkap Elyanda dalam video yang diunggahnya di Instagram.

Meskipun korban sempat menangis dan menolak untuk diobati, tim medis dengan sabar membujuknya hingga duri tersebut berhasil dikeluarkan dari tenggorokannya.

“Awalnya, adek ini menangis terus, tapi lama-lama kami bujuk dengan baik, akhirnya durinya berhasil dikeluarkan,” tambah Elyanda.

Video Viral dan Peringatan Terhadap Perilaku Bullying

Video yang diunggah oleh Elyanda langsung viral di media sosial. Dalam waktu tiga hari, video tersebut telah ditonton lebih dari 3,3 juta kali dan disukai oleh 99,2 ribu orang.

Elyanda, yang bekerja sebagai perawat di IGD, menegaskan bahwa video tersebut diunggah dengan tujuan untuk memberikan peringatan kepada masyarakat agar tidak menormalisasi kasus kriminal bullying yang semakin marak terjadi.

Baca Juga:  Dikira Hamil, Ibu di Maluku Tega Suruh Pacarnya Perkosa Anak Kandung agar Keguguran

“Makin ke sini makin marak banget kasus pembullying. Benar-benar aku benci banget sama pelaku dan yang menormalisasi hal-hal seperti ini,” tulis Elyanda dalam caption video tersebut.

Dia juga berharap bahwa kejadian ini bisa menjadi pelajaran berharga bagi banyak pihak, khususnya para orang tua dan pendidik, agar lebih waspada terhadap perilaku bullying yang bisa berdampak buruk pada kesehatan fisik dan mental anak-anak.

Journalism graduate with a passion for media and technology. With experience in SEO writing, shares insights on the latest trends and developments in the digital world.

Trending