Connect with us

Selebriti

Termotivasi Sang Ibu, Ini Alasan Tasya Farasya Tetap Ingin Bekerja meski Sudah Berkecukupan

Tasya Farasya menjelaskan motivasi bekerja sejak SMA meski hidup berkecukupan, terinspirasi perjuangan sang ibu.

Logompn

Published

on

Termotivasi Sang Ibu, Ini Alasan Tasya Farasya Tetap Ingin Bekerja meski Sudah Berkecukupan
Termotivasi Sang Ibu, Ini Alasan Tasya Farasya Tetap Ingin Bekerja meski Sudah Berkecukupan. Gambar: YouTube/Curhat Bang Denny Sumargo

MPN Indonesia 26 April 2026 - Tasya Farasya mengungkapkan alasan tetap bekerja meski lahir dan tumbuh dalam kondisi ekonomi yang berkecukupan.

Motivasi tersebut berasal dari sang ibu, Bu Ala, yang telah bekerja sejak usia 14 tahun dan menjadi contohnya.

Dalam podcast Curhat Bang Denny Sumargo yang diunggah pada Kamis (23/4), Tasya menjelaskan bahwa prinsip untuk tidak hanya menikmati fasilitas keluarga sudah tertanam sejak kecil.

Dalam kesempatan itu, Tasya menegaskan bahwa dorongan untuk tetap produktif bukan didasari kebutuhan finansial semata, melainkan nilai yang diwariskan dari keluarga.

“Mungkin aku karena ngelihat mamaku juga kali ya. Mamaku tuh kayak udah dari umur 14 tahun udah punya PT, dia udah kerja dari umur 14 tahun gitu. Jadi kita kayak udah terbiasa ngelihat perempuan mandiri,” ujarnya, dikutip MPN Indonesia melalui kanal YouTube Curhat Bang Denny Sumargo pada Minggu (26/4).

Selain itu, Tasya juga menjelaskan perbedaan antara menikmati fasilitas keluarga dengan memperoleh penghasilan sendiri.

“Tapi kan beda kalau duit sendiri Kak. Kondisi Alhamdulillah berkecukupan sih, tapi kan semuanya dimanja apa kayak di-provide gitu kan. Aku tuh pengin punya uang sendiri,” ungkapnya.

Melihat Kegigihan Sang Ibunda jadi Single Parent

Nama tasya farasya dikenal di industri kecantikan sebagai beauty influencer dengan popularitas tinggi.

Di balik rumah megah dan kesuksesan yang diraih, ia menegaskan bahwa nilai kerja keras telah menjadi bagian dari kesehariannya sejak remaja.

Ia melihat langsung perjuangan sang ibu sebagai orang tua tunggal yang membesarkan tiga anak perempuan.

Baca Juga:  Mahalini dan Rizky Febian Nyanyikan Selina OST Jumbo, Netizen: Anaknya dari Kecil Disuguhin Spotify Premium

Ia menyebut kebiasaan melihat perempuan bekerja dan mandiri sudah terbentuk sejak kecil.

Sosok Bu Ala menjadi contoh bagaimana seorang perempuan menjalankan peran ganda.

“Dia kerja di kantor sambil bawa aku terus di jam istirahatnya dia, dia ngajarin aku untuk ujian aku besok di sekolah. Setiap pulang kantor mama yang selalu jemput aku ke pulang sekolah,” jelas Tasya.

Pengalaman tersebut membentuk cara pandangnya terhadap pekerjaan dan tanggung jawab pribadi.

Mulai Bekerja Sejak SMA

Meski berasal dari keluarga berkecukupan, Tasya mengaku mulai mencari penghasilan sendiri sejak duduk di bangku SMA.

Ia memulai dengan menjadi model katalog hijab sebelum merintis karier sebagai make up artist (MUA).

Langkah tersebut diambil sebagai bentuk keinginan untuk memiliki pendapatan dari hasil kerja sendiri.

Baginya, memegang uang hasil usaha pribadi memberikan kebanggaan tersendiri dibandingkan menerima fasilitas.

Prinsip tersebut terus dipegang hingga kini, meski posisinya telah mapan di industri kecantikan.

Bisa jadi Pelampiasan Masa Sulitnya

Lebih jauh, Tasya mengungkapkan bahwa bekerja menjadi salah satu cara untuk menghadapi masa sulit dalam hidupnya, termasuk setelah melewati perceraian.

Ia menjadikan aktivitas profesional dan proses berkarya sebagai sarana untuk bangkit.

“Boleh sedih, tapi ada waktunya untuk sedih, habis itu move on. Ayo get back up, be happy again. Terus jalanin aktivitas lagi, bikin kreasi lagi, bikin sesuatu yang bermanfaat lagi. Dan itu cara salah satu hal positif yang bikin aku bisa move on juga gitu, dengan bekerja,” jelas ibu dua anak tersebut.

Selain dikenal sebagai pemberi rekomendasi produk kecantikan, ia juga menjalankan bisnis di bidang kosmetik, kopi, dan olahraga.

(ELG/NID/RAD)

Trending