Internasional
Raja Charles III Bertemu Donald Trump di Gedung Putih, Bahas Kerja Sama hingga Konflik dengan Iran
Raja Charles III bertemu Presiden Donald Trump di Gedung Putih dalam rangka kunjungan kenegaraan selama empat hari ke Amerika Serikat (AS).
MPN Indonesia 30 April 2026 - Raja Charles III bertemu Presiden Donald Trump di Gedung Putih, Washington, dalam rangka kunjungan kenegaraan selama empat hari ke Amerika Serikat (AS) sejak Senin (27/4).
Dikutip MPN Indonesia dari AP, kunjungan itu dilakukan untuk memperingati 250 tahun kemerdekaan Amerika Serikat dari Inggris.
Dalam rangkaian agenda tersebut, Raja Charles III didampingi Ratu Camilla, sementara Donald Trump didampingi Ibu Negara Melania Trump.
Pertemuan dilanjutkan dengan pidato di hadapan sidang gabungan Kongres AS pada Selasa (28/4).
Dalam pertemuan tersebut, Charles dan Trump juga menggelar pembicaraan di Ruang Oval yang oleh Trump disebut berlangsung “sangat baik” serta menilai Charles sebagai “orang yang fantastis.”
Singgung Kedekatan AS dan Inggris
Dalam pidatonya, Charles menekankan bahwa hubungan antara Amerika Serikat dan Inggris merupakan salah satu aliansi paling berpengaruh.
Ia mengatakan hubungan dua negara itu “tidak dapat hanya mengandalkan pencapaian masa lalu” serta menyerukan “tekad yang tak tergoyahkan” dalam mendukung Ukraina melawan Rusia.
Trump dalam sambutannya juga menyoroti kedekatan kedua negara dengan mengatakan bahwa Inggris adalah sahabat terdekat Amerika.
“Dalam berabad-abad sejak kami merdeka, Amerika tidak memiliki sahabat yang lebih dekat daripada Inggris,” kata dia.
Ia menambahkan bahwa kedua negara memiliki “hubungan spesial, dan berharap akan selalu demikian”.
Bahas Kerja Sama Militer dan Iran
Pertemuan ini juga mencakup pembahasan kerja sama militer, termasuk program jet tempur F-35 dan aliansi kapal selam AUKUS.
“Kami membangun F-35 bersama, dan telah menyepakati program kapal selam paling ambisius dalam sejarah: AUKUS,” ucap Charles.
Selain itu, Trump menyatakan bahwa kedua pihak memiliki pandangan yang sama terkait Iran.
Ia menilai Inggris memiliki suara yang sama dengannya soal kepemilikan nuklir di Iran.
“Kami telah mengalahkan lawan tersebut secara militer,” ujarnya.
“Charles bahkan lebih sepakat dengan saya. Kami tidak akan pernah membiarkan Iran memiliki senjata nuklir,” imbuhnya.
Dinamika Hubungan AS-Inggris
Kunjungan ini berlangsung di tengah sejumlah ketegangan antara Amerika Serikat dan Inggris, termasuk kebijakan tarif perdagangan serta hubungan Trump dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer.
Trump sebelumnya mengkritik Starmer yang menolak ajakannya untuk mendukung perang dengan Iran. Trump mengatakan “Ini bukan Winston Churchill yang sedang kita hadapi.”
Selain itu, Trump juga mengancam akan mengenakan “tarif besar” terhadap Inggris jika tidak menghapus pajak layanan digital bagi perusahaan teknologi AS.
(ADN/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
