Ekonomi
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61% pada Kuartal Pertama 2026
Ekonomi Indonesia tumbuh 5,61% pada kuartal I 2026 menurut BPS, lebih tinggi dari tahun lalu dan melampaui ekspektasi global.
MPN Indonesia 6 Mei 2026 - Ekonomi Indonesia mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 5,61% pada kuartal I 2026 secara tahunan (year on year), berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS) yang disampaikan pada Selasa (5/5).
Pertumbuhan tersebut lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 4,87% dan menjadi salah satu capaian di antara negara G20.
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti memaparkan kinerja ekonomi Indonesia pada triwulan I 2026.
“Ekonomi Indonesia berdasarkan besaran produk domestik bruto pada triwulan I 2026 atas dasar harga berlaku sebesar Rp6.187,2 triliun, atas dasar harga konstan Rp3.447,7 triliun sehingga pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I 2026 bila dibandingkan triwulan I 2025 atau secara year on year tumbuh 5,61%,” jelasnya, dikutip MPN Indonesia melalui kanal YouTube BPS Statistics pada Rabu (6/5).
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto turut melaporkan capaian ini.
“Jadi kita di atas China, di atas Singapura, Korea Selatan, Arab, bahkan Amerika. Dan pertumbuhan ini di atas daripada ekspektasi dari berbagai lembaga yang biasanya mereka rata-rata di angka 5,2,” ujarnya dalam jumpa pers di Istana, Jakarta, Selasa (5/5).
Kontraksi Triwulanan dan Rincian Data Produk Domestik Bruto
Secara tahunan, pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan triwulan I 2025.
Namun, secara triwulanan (quarter to quarter), ekonomi Indonesia mengalami kontraksi sebesar 0,77% dibandingkan triwulan IV 2025.
“Secara triwulanan, ekonomi Indonesia triwulan I 2026 mengalami kontraksi sebesar 0,77%. Secara year on year ekonomi triwulan I 2026 tumbuh 5,61% dibandingkan triwulan yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan triwulan I 2025 yang tumbuh 4,87% secara year on year,” papar Amalia.
Dari sisi pengeluaran, seluruh komponen tercatat tumbuh positif secara tahunan.
Konsumsi rumah tangga memberikan kontribusi terbesar terhadap PDB sebesar 54,36% dan tumbuh 5,52%.
Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) berkontribusi sebesar 28,29% dan tumbuh 5,96%.
Total kontribusi konsumsi rumah tangga dan PMTB mencapai 82,65% terhadap PDB.
Konsumsi pemerintah tumbuh 21,81%, didorong oleh realisasi belanja pegawai melalui pembayaran gaji ke-14 serta belanja barang dan jasa.
Sumber Pertumbuhan dan Lapangan Usaha
Berdasarkan sumber pertumbuhan, konsumsi rumah tangga menjadi penyumbang terbesar dengan kontribusi 2,94%.
PMTB menyumbang 1,79%, sementara konsumsi pemerintah sebesar 1,26%.
Dari sisi lapangan usaha, industri pengolahan menjadi sumber pertumbuhan terbesar dengan kontribusi 1,03% basis point.
Perdagangan menyumbang 0,82% basis point, pertanian 0,55%, serta konstruksi 0,53%.
Lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi meliputi penyediaan akomodasi dan makan minum yang tumbuh 13,14%, jasa lainnya 9,91%, serta transportasi dan pergudangan 8,04%.
“Ketiga, transportasi dan pergudangan tumbuh 8,04% ditopang oleh peningkatan mobilitas masyarakat yang tercermin dari peningkatan jumlah penumpang pada semua moda transportasi,” jelas Amalia.
Airlangga juga menyebut sektor industri, perdagangan, administrasi pemerintahan, jasa lainnya, transportasi dan pergudangan, pertanian, serta konstruksi berjalan dan mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia pada awal tahun ini.
Indikator Makroekonomi
Dari sisi indikator makroekonomi, pemerintah mencatat inflasi pada Maret berada di level 2,42%, turun dari 3,48% pada periode sebelumnya.
“Kalau secara indikator makro, ini inflasi juga berhasil ditekan di 2,42 persen, turun dari 3,48 persen di periode yang lalu, di bulan Maret,” kata Airlangga.
Selain itu, pertumbuhan kredit tercatat sebesar 9,49%, sementara dana pihak ketiga tumbuh 13,55%.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan capaian ini menunjukkan perubahan arah ekonomi.
“Yang pertama dari angka pertumbuhan ekonomi tadi yang keluar hari ini 5,61 (persen) itu kita diskusikan dengan Bapak Presiden (Prabowo Subianto) bahwa kita memang sudah bisa membalik arah ekonomi,” kata Purbaya dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (5/5).
“Dulu kan sebelumnya 5,39 (persen) sekarang 5,61 (persen) dibandingkan sebelum-sebelumnya 5 atau di bawah 5 (persen) sedikit kan. Jadi ekonomi kita sedang mengalami akselerasi,” tambahnya.
Pemerintah menyiapkan stimulus tambahan yang direncanakan mulai berjalan pada 1 Juni 2026 serta memperkuat koordinasi dengan Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas sistem keuangan dan nilai tukar rupiah.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
