Ekonomi
Bank Dunia Prediksi Ekonomi Indonesia Stagnan di Angka 5% hingga 2026
Bank Dunia memproyeksikan ekonomi Indonesia tumbuh 5% pada 2025–2026 dan naik jadi 5,2% di 2027.
MPN Indonesia 29 Desember 2025 - Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan berada di angka 5% pada 2025 dan 2026.
Proyeksi tersebut meningkat pada 2027 menjadi 5,2%, sebagaimana tertuang dalam laporan Indonesia Economic Prospects (IEP) edisi Desember 2025.
Prediksi ini mencerminkan revisi ke atas dari laporan IEP edisi Juni 2025 yang sebelumnya memperkirakan pertumbuhan sebesar 4,7% pada 2025, 4,8% pada 2026, dan 5% pada 2027.
Bank Dunia menilai perekonomian Indonesia tetap tangguh di tengah ketidakpastian global dan tetap berada di atas rata-rata negara berpendapatan menengah.
“Di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian, ekonomi Indonesia masih cukup tangguh. Pertumbuhan PDB bertahan di kisaran 5 persen per tahun, setara dengan tahun-tahun sebelumnya dan lebih tinggi dibandingkan rata-rata negara berpendapatan menengah. Ini merupakan kabar baik,” ujar Direktur Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor Leste, Carolyn Turk, di Jakarta, Selasa (23/12).
Pendorong Pertumbuhan: Investasi, PMA, dan Stimulus Fiskal
Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025–2027 diperkirakan ditopang oleh peningkatan investasi dan ekspor, yang berfungsi mengimbangi tren pelemahan konsumsi rumah tangga.
Investasi diperkirakan tumbuh secara bertahap dari 6,1% pada 2025 menjadi 6,2% pada 2026 dan 6,3% pada 2027.
Faktor pendorong investasi meliputi penanaman modal oleh BPI Danantara di sektor infrastruktur, hilirisasi, dan energi baru terbarukan, yang menggunakan dividen BUMN serta pembiayaan dari dalam dan luar negeri.
Selain itu, relaksasi kebijakan moneter diprediksi memperluas akses pelaku usaha terhadap kredit perbankan.
Penanaman Modal Asing (PMA) juga menjadi kontributor utama, dengan fokus pada sektor energi, manufaktur, dan jasa pada 2025 hingga 2027.
“Peningkatan investasi diharapkan dapat mengimbangi kontribusi ekspor bersih yang melemah seiring dengan menurunnya surplus neraca perdagangan,” sebut World Bank, dikutip MPN Indonesia dari DDTC News, Senin (29/12).
Konsumsi rumah tangga diperkirakan tetap stagnan di angka 4,9% sepanjang periode 2025 hingga 2027, dengan kontribusi terhadap PDB sebesar 53%.
Stagnasi ini dikaitkan dengan rendahnya upah tenaga kerja, meskipun terdapat dukungan dari inflasi yang rendah dan stimulus fiskal yang dinilai mampu menjaga daya beli masyarakat.
Tantangan Tenaga Kerja dan Ketimpangan Upah
Bank Dunia mencatat tantangan struktural di pasar tenaga kerja masih menjadi hambatan bagi kesejahteraan rumah tangga.
Selama Agustus 2024 hingga Agustus 2025, tingkat penyerapan tenaga kerja naik 1,3%, namun seluruh tambahan pekerjaan tersebut berasal dari sektor-sektor dengan tingkat upah rendah.
Sejak 2018, tren penurunan upah riil masih berlangsung, bersamaan dengan menyusutnya proporsi pekerjaan berketerampilan menengah dibandingkan pekerjaan berupah rendah atau tinggi.
Kondisi ini turut menekan konsumsi rumah tangga, terutama di kalangan generasi muda.
Fokus Reformasi dan Infrastruktur Digital
Sebagai bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang, Bank Dunia menyoroti pentingnya reformasi struktural, khususnya pada sektor digital.
Salah satu fokus utamanya adalah penguatan fondasi digital nasional melalui pengembangan jaringan pita lebar, infrastruktur pusat data, dan kerangka regulasi yang mendukung transformasi digital.
“Kami meyakini bahwa Indonesia dapat mendorong pertumbuhan produktivitas yang lebih cepat dan memperluas peluang ekonomi dengan memperkuat kualitas serta jangkauan infrastruktur digital,” jelas Carolyn Turk.
Ia menambahkan bahwa penguatan infrastruktur digital akan membuka peluang kerja baru di sektor digital maupun sektor lain melalui efek pengganda, terutama bagi perempuan dan generasi muda di wilayah yang kurang terlayani konektivitasnya.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
