Connect with us

Berita

Puncak Haji Dimulai sejak 25 Mei 2026, Armuzna bakal Dipadati Jemaah

Pergerakan jemaah haji 2026 menuju Arafah dimulai 25 Mei 2026. Kemenhaj menyiapkan skema tiga gelombang untuk mengatur kepadatan Armuzna.

Logompn

Published

on

Puncak Haji Dimulai sejak 25 Mei 2026, Armuzna bakal Dipadati Jemaah
Puncak Haji Dimulai sejak 25 Mei 2026, Armuzna bakal Dipadati Jemaah. Gambar: Islamic Landmarks

MPN Indonesia 20 Mei 2026 - Pergerakan jutaan jemaah haji dunia, termasuk jemaah Indonesia, pada fase puncak ibadah haji 2026 dipastikan dimulai pada Senin, 25 Mei 2026 (8 Zulhijah 1447 H) dari Kota Makkah menuju Arafah, Arab Saudi.

Pergerakan ini dilakukan untuk pelaksanaan wukuf di Arafah yang menjadi inti dari rangkaian ibadah haji, sebelum dilanjutkan ke Muzdalifah dan Mina (Armuzna).

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI, Maria Assegaff, menjelaskan bahwa proses pergerakan jemaah akan dilakukan secara bertahap dari hotel masing-masing di Makkah menuju Arafah dalam tiga gelombang.

“Kami sampaikan proses pergerakan jemaah pada saat puncak haji nanti akan dimulai pada tanggal 8 Zulhijah 1447 Hijriah atau bertepatan dengan Senin, 25 Mei 2026,” ungkap Maria, dikutip MPN Indonesia melalui kanal YouTube Kemenhaj RI pada Rabu (20/5).

Skema bertahap ini dirancang untuk mengatur kepadatan pergerakan jemaah haji 2026 menuju Armuzna pada fase puncak haji.

Pergerakan jemaah dijadwalkan berlangsung pada pukul 06.00 pagi, 11.30 siang, dan 17.30 Waktu Arab Saudi.

Setelah tiba, jemaah akan bermalam sebelum melaksanakan wukuf pada keesokan harinya, Selasa (26/5), yang berlangsung pukul 10.00 hingga 13.00 Waktu Arab Saudi.

Imbauan untuk Jemaah

Setiap jemaah diwajibkan tetap berada dalam rombongan kloter, membawa identitas diri, serta tidak berada di lobi hotel sebelum jadwal keberangkatan guna menghindari penumpukan massa.

Maria juga mengingatkan pentingnya kedisiplinan jemaah dalam mengikuti jadwal yang telah ditentukan agar proses haji 2026 berjalan tertib dan aman.

Kemenhaj juga menyiapkan pengawasan lapangan untuk memastikan tidak ada jemaah tertinggal di Makkah melalui sweeping wilayah

Baca Juga:  Pangeran MBS Dukung Pembangunan Kampung Haji RI di Saudi

Kemenhaj Siapkan Konsumsi bagi Jemaah

Dalam menghadapi kepadatan tersebut, Kemenhaj menyiapkan layanan konsumsi berupa katering siap santap untuk menjaga kondisi fisik jemaah.

Setiap jemaah haji Indonesia akan menerima 15 porsi makanan selama fase Armuzna, ditambah 6 porsi makanan untuk fase pra dan pasca Armuzna.

Maria menjelaskan bahwa distribusi makanan akan dilakukan sebelum puncak mobilitas dimulai.

Seluruh distribusi makanan ditargetkan selesai sebelum Sabtu (23/5) untuk memastikan kesiapan menjelang pergerakan besar jemaah haji.

Jemaah Diminta Jaga Kondisi Fisik

Kemenhaj juga mengeluarkan imbauan kepada jemaah agar menghemat tenaga.

Jemaah diminta menghindari aktivitas fisik yang tidak diperlukan, terutama di luar hotel pada siang hari, mengingat kondisi cuaca dan padatnya aktivitas menjelang pergerakan ke Armuzna.

Kemenhaj juga meminta jemaah lansia, disabilitas, dan jemaah berisiko tinggi untuk selalu berkoordinasi dengan petugas kesehatan yang bersiaga di lapangan selama rangkaian haji 2026 berlangsung.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending