Viral
Kronologi Lengkap Tewasnya Satu Keluarga saat Glamping di Temanggung
Satu keluarga ditemukan meninggal saat glamping di Posong Temanggung. Polisi menduga korban keracunan gas usai barbeque di dekat tenda.
Jawa Tengah, MPN Indonesia 29 Mei 2026 - Satu keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, dan dua anak ditemukan meninggal dunia saat glamping di kawasan wisata alam Posong, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, pada Rabu (27/5).
Polisi menduga korban keracunan gas setelah baberque di tenda atau dekat tenda.
Keempat korban adalah Muhamad Ali Munawar (52), Maghfirah (43), Bagas Amar Hakiki (21), dan Alvino Evan Hakim (16).
Keempat jenazah telah dibawa ke rumah duka di Dusun Bendosari, Desa Kebumen, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, pada Kamis (28/5).
Kronologi Kejadian
Korban tiba di kawasan wisata Posong, Temanggung, Jawa Tengah, sekitar pukul 22.00 WIB pada Selasa (26/5) menggunakan mobil Honda Jazz RS putih bernomor polisi H-1609-PT.
Setelah melakukan registrasi, mereka diantar menuju Tenda Glamping Safari Nomor 3 untuk bermalam.
Pada malam itu, para korban diketahui melakukan kegiatan barbeque dan menggunakan gas portable untuk memasak.
Keesokan paginya, petugas datang mengantarkan sarapan sekitar pukul 09.00 WIB.
Namun, tidak ada respons dari dalam tenda sehingga petugas menduga penghuni masih beristirahat.
Sekitar pukul 11.45 WIB, petugas kembali mendatangi tenda untuk mengingatkan waktu check out karena area perkemahan akan dibersihkan.
Akan tetapi, kembali tidak ada jawaban dari dalam tenda.
“Pada keesokan harinya, Rabu (27/5) sekitar pukul 11.45 WIB, petugas wisata sempat mengingatkan para korban untuk segera melakukan proses check out karena lokasi area perkemahan akan dibersihkan. Namun, saat itu tidak ada respons dari dalam tenda,” kata Kasat Reskrim Polres Temanggung Iptu I Komang Mahendra Deputra dalam keterangannya, Kamis (28/5).
Karena tetap tidak mendapat respons, petugas akhirnya membuka pintu tenda sekitar pukul 15.45 WIB.
Keempat korban ditemukan meninggal dunia dalam posisi terbaring di atas kasur dengan kondisi tubuh sudah kaku.
Proses Penyelidikian
Tim Inafis Polres Temanggung, personel Polsek Parakan, Polsubsektor Kledung, tim Resmob, serta tenaga medis dari Puskesmas Kledung kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara.
Polisi menyatakan tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban dan kondisi tenda relatif rapi.
Hingga kini, polisi masih menyelidiki penyebab pasti kematian satu keluarga tersebut.
Dugaan awal keracunan makanan kemudian berkembang ke kemungkinan keracunan gas dari alat masak portable maupun asap barbeque yang terperangkap di dalam tenda dengan ventilasi terbatas.
“Untuk dugaan pasti penyebab kematian, kami belum berani mengonfirmasi karena saat ini proses autopsi masih berjalan, begitu juga dengan pemeriksaan sampel makanan di Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jateng,” ujar Mahendra.
Dugaan Penyebab Kematian
Pada tahap awal, penyidik menduga korban meninggal akibat keracunan makanan karena membawa bahan makanan dan perlengkapan barbeque salah satunya gas portable.
Sampel makanan diamankan untuk diperiksa di Laboratorium Forensik Polda Jawa Tengah, sementara autopsi dilakukan oleh dokter forensik RSUD Temanggung bersama Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Tengah.
Namun, dugaan tersebut melemah karena tidak ditemukan muntahan maupun tanda perlawanan.
“Tidak ada muntahan, tidak ada perlawanan, jadi ciri khasnya gas CO2 ini lemas, lemas, ngantuk, ngantuk, tiba-tiba hilang,” ungkap Mahendra.
“Dari gas portable itu sama gas setelah bakar-bakar. Jadi setelah barbeque-an karena langsung tidur, setelah dia bakar-bakar langsung ditutup pintunya,” jelas Mahendra
Menurut polisi, kondisi tenda yang tertutup diduga membuat sirkulasi udara tidak berjalan maksimal sehingga gas terperangkap di dalam ruangan.
“Posisi barbeque-an memang agak ke luar tapi kemungkinan masuk (ke tenda). Jadi ada dua kemungkinan,” tambahnya.
Dugaan mengarah pada keracunan gas karbon monoksida atau karbon dioksida.
Perwakilan keluarga, As’adi, menyampaikan pihak keluarga menunggu kepastian penyebab kematian.
“Kami dari pihak keluarga terpukul sekali dengan musibah ini. Kami sangat berharap pihak kepolisian bisa segera mengungkap misteri kematian dan apa penyebab pasti yang membuat keempat keluarga kami ini meninggal di dalam tenda,” ujarnya, Kamis (28/5).
Hingga kini, Satreskrim Polres Temanggung bersama Tim Laboratorium Forensik Polda Jawa Tengah masih melakukan penyelidikan.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
