Connect with us

Viral

Usai Viral, Pimpinan Ponpes di Pekalongan Bantah Cabuli Santriwati

AKF membantah seluruh tuduhan pencabulan terhadap santriwati di Pekalongan. Polisi menetapkannya sebagai tersangka setelah mengantongi dua alat bukti.

Logompn

Published

on

Usai Viral, Pimpinan Ponpes di Pekalongan Bantah Cabuli Santriwati
Usai Viral, Pimpinan Ponpes di Pekalongan Bantah Cabuli Santriwati. Gambar: X/@narkosun

Jawa Tengah, MPN Indonesia 30 Mei 2026 - Pimpinan pondok pesantren berinisial AKF diamankan dan ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pencabulan terhadap sejumlah santriwati di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.

Kuasa hukum AKF, Arif NS, menyampaikan bahwa kliennya membantah seluruh tuduhan yang disampaikan para pelapor.

“Ada sekitar 52 pertanyaan. Dari pertanyaan penyidik tadi, semuanya ditolak, tidak benar seperti itu,” kata Arif, dikutip MPN Indonesia melalui TribunBanyumas pada Sabtu (30/5).

Ia juga menyebut AKF sebagai pribadi yang dikenal alim dan berperilaku baik.

Menurutnya, pihaknya menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan meminta penyidik bekerja secara profesional serta objektif dalam menangani kasus kriminal tersebut.

“Kami meyakini bahwa perbuatan itu tidak terbukti,” kata Arif NS.

Jumlah Korban

Kapolres Pekalongan Kota, AKBP Riki Yariandi, mengatakan pengamanan terhadap pelaku dilakukan di wilayah hukum Polres Pekalongan Kota.

“Hari ini tepatnya kita lakukan pengamanan terhadap pelaku, yang mana pelaku ini informasinya adalah salah satu pendiri pondok pesantren di wilayah hukum Polres Pekalongan Kota. Setelah itu, dari beberapa korban lainnya juga berdatangan,” ungkap Riki saat ditemui di Sat Reskrim Polres Pekalongan Kota, Rabu (27/5).

Riki menambahkan para korban dan saksi berasal dari berbagai daerah di Jawa Tengah.

“Korban dan saksi yang lain juga berdatangan. Ada yang mantan santri pondok pesantren tersebut dari Pemalang, Batang, Pekalongan, bahkan dari Semarang hadir ke sini. Kurang lebih tadi saya hitung enam saksi korban,” paparnya.

Hingga saat ini, terdapat enam korban yang telah melapor secara resmi kepada kepolisian dalam perkara pencabulan tersebut.

Polisi menyebut jumlah korban sementara ini berjumlah enam orang namun masih dimungkinkan bertambah seiring berjalannya penyelidikan.

Baca Juga:  Terungkap, Ribuan Anak Korea Selatan Diadopsi ke Luar Negeri sejak Puluhan Tahun Lalu

Penetapan Tersangka dan Alat Bukti

Kasat Reskrim Polres Pekalongan Kota, AKP Setiyanto, menyampaikan bahwa penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik mengantongi dua alat bukti yang cukup dalam perkara hukum dan kriminal tersebut.

“Kami telah mendapatkan dua alat bukti, sehingga terduga pelaku mulai jam ini, hari ini, ditetapkan sebagai tersangka,” kata Setiyanto kepada wartawan di Mapolres Pekalongan, Kamis (28/5).

Ia menjelaskan alat bukti yang dimaksud terdiri dari keterangan saksi, keterangan ahli, serta barang bukti berupa pakaian korban yang digunakan saat peristiwa dugaan pencabulan terjadi.

“Dua alat buktinya adalah keterangan saksi, kemudian keterangan ahli dan barang bukti berupa pakaian yang digunakan korban pada saat itu,” katanya.

(AKM/NID/RAD)

BPOM Buka Suara usai Video Viral Ikan Asin yang Diduga Disemprot Baygon
Viral54 seconds ago

BPOM Buka Suara usai Video Viral Ikan Asin yang Diduga Disemprot Baygon

MPN Studio Hadirkan Perjalanan MT Harjono Lewat Film Pendek, Ceritakan Perjuangannya untuk Indonesia
Film13 minutes ago

MPN Studio Hadirkan Perjalanan M.T. Harjono Lewat Film Pendek, Ceritakan Perjuangannya untuk Indonesia

Kadus di Deli Serdang Bakar Sendiri Barak Diduga Markas Narkoba
Berita24 minutes ago

Kadus di Deli Serdang Bakar Sendiri Barak Diduga Markas Narkoba

Daftar 7 Pemain Diaspora yang Masuk Radar Naturalisasi Timnas Indonesia
Olahraga39 minutes ago

Jelang Piala Asia 2027, Ini Daftar 7 Pemain yang Masuk Radar Naturalisasi Timnas Indonesia

Kebakaran Rumah di Menteng Jakpus, 38 Warga Mengungsi ke Lahan Kosong
Berita58 minutes ago

Kebakaran Rumah di Menteng Jakpus, 38 Warga Mengungsi ke Lahan Kosong

Kebakaran Pemukiman di Mappi Papua Selatan, 60 Unit Rumah Hangus
Berita1 hour ago

Kebakaran Permukiman di Mappi Papua Selatan, 60 Unit Rumah Hangus

Peringati Hari Listrik Nasional ke-81, PLN Beri Diskon Tambahan 50 Persen
Berita1 hour ago

Peringati Hari Listrik Nasional ke-81, PLN Beri Diskon Tambahan 50 Persen

Annie Areeya, Wanita yang Disebut Dekat dengan Aisar Khaled Benarkan Chat yang Beredar soal Hamil dan Suruhan Gugurkan Kandungan
Selebriti2 hours ago

Annie Areeya, Wanita yang Disebut Dekat dengan Aisar Khaled Benarkan Chat yang Beredar soal Hamil dan Suruhan Gugurkan Kandungan

Harga Emas Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Rp20.000 per Gram
Ekonomi2 hours ago

Harga Emas Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Rp20.000 per Gram

Oknum Polisi di Riau Diduga Habisi Ibu Kandung, Pelaku Diduga Alami Gangguan Jiwa
Kriminal2 hours ago

Oknum Polisi di Riau Diduga Habisi Ibu Kandung, Pelaku Diduga Alami Gangguan Jiwa

Tampil Perkasa, Janice Tjen Lolos 16 Besar di Guangzhou Open
Olahraga2 hours ago

Tampil Perkasa, Janice Tjen Lolos 16 Besar di Guangzhou Open 2026

Keturunan Indonesia, Alvin Tedjo Resmi Terpilih jadi Wali Kota Mississauga Kanada
Internasional2 hours ago

Keturunan Indonesia, Alvin Tedjo Resmi Terpilih jadi Wali Kota Mississauga Kanada

Harga Perak Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Dua Hari Beruntun
Ekonomi4 hours ago

Harga Perak Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Dua Hari Beruntun

Harga Minyak Dunia Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Kembali Dekati Level Tertinggi dalam Empat Tahun
Ekonomi4 hours ago

Harga Minyak Dunia Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik, Kembali Dekati Level Tertinggi dalam Empat Tahun

Roma vs Cagliari 4 2 Sempat Tertinggal, Roma Berhasil Balikkan Keadaan
Olahraga4 hours ago

Roma vs Cagliari 4-2: Sempat Tertinggal, Roma Berhasil Balikkan Keadaan

Trending