Connect with us

Ekonomi

Mengapa Rupiah Bisa Melemah terhadap Dolar AS?

Depresiasi rupiah terhadap dolar AS tembus Rp18.000, disebabkan kombinasi inflasi, kenaikan suku bunga, keterbukaan perdagangan, dan volatilitas pasar valas.

Logompn

Published

on

Mengapa Rupiah Bisa Melemah terhadap Dolar AS
Mengapa Rupiah Bisa Melemah terhadap Dolar AS? Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 5 Juni 2026 - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) menembus level Rp18.000 per dolar pada Kamis (4/6), menandai pelemahan signifikan dalam beberapa bulan terakhir.

Data perbankan dan pasar valas menunjukkan tren depresiasi rupiah terjadi secara bertahap sejak awal tahun 2026, dipicu oleh faktor-faktor ekonomi domestik maupun global.

Pelemahan ini memicu perhatian pelaku pasar dan pengamat ekonomi terhadap kinerja rupiah serta dampaknya pada daya beli dan stabilitas harga.

Faktor-Faktor yang Memengaruhi Pelemahan Rupiah

Dikutip MPN Indonesia melalui artikel Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar Amerika Serikat yang diunggah di Jurnal Ekonomi-Qu, berikut beberapa faktor utama yang menyebabkan rupiah melemah.

Inflasi

Inflasi memiliki pengaruh besar terhadap nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing, seperti dolar Amerika Serikat.

Ketika inflasi terjadi, harga barang di dalam negeri menjadi lebih mahal dibandingkan harga di luar negeri.

Kondisi ini mendorong masyarakat dan perusahaan untuk lebih banyak mengimpor barang dari luar negeri, sehingga permintaan terhadap dolar meningkat.

Kenaikan permintaan dolar ini membuat nilai rupiah melemah.

Selain itu, inflasi juga membuat barang ekspor menjadi lebih mahal bagi pembeli luar negeri.

Akibatnya, ekspor menurun, sehingga pasokan dolar ke dalam negeri berkurang. Penurunan pasokan dolar ini semakin menekan nilai rupiah.

Suku Bunga

Suku bunga adalah tingkat bunga yang ditetapkan oleh bank sentral suatu negara dan menjadi salah satu alat utama untuk mengatur perekonomian.

Suku bunga memiliki pengaruh langsung terhadap nilai mata uang.

Secara teori, jika suku bunga tinggi, investasi dalam mata uang tersebut menjadi lebih menarik bagi investor karena mereka mendapatkan imbal hasil yang lebih tinggi.

Baca Juga:  Rupiah Hari Ini 17 Juni 2026 Makin Menjauh dari Level Rp18.000 per Dolar

Hal ini mendorong permintaan terhadap mata uang domestik, dalam hal ini rupiah, sehingga nilainya cenderung menguat.

Sebaliknya, ketika suku bunga rendah, daya tarik investasi menurun.

Investor lebih memilih menempatkan dana mereka di instrumen lain yang lebih menguntungkan, sehingga permintaan terhadap rupiah menurun dan nilainya melemah.

Namun, dalam praktiknya, hubungan ini tidak selalu berjalan mulus. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kenaikan suku bunga domestik terkadang justru dapat melemahkan rupiah.

Hal ini disebabkan pengaruh sektor riil, seperti penurunan investasi dan produksi, serta dinamika pasar yang kompleks, yang dapat menekan nilai tukar meskipun suku bunga meningkat.

Dengan kata lain, suku bunga tinggi biasanya menguatkan rupiah, tetapi kondisi ekonomi dan perilaku pasar dapat membuat efeknya berbeda dari teori dasar.

Indeks Derajat Keterbukaan Ekonomi (Openness)

Keterbukaan ekonomi mengukur sejauh mana suatu negara membolehkan perdagangan barang dan jasa serta arus modal dengan negara lain.

Semakin terbuka sebuah perekonomian, semakin banyak barang dan jasa yang masuk dan keluar negeri.

Kondisi ini meningkatkan aktivitas impor dan ekspor, yang secara tidak langsung memberi tekanan pada nilai rupiah.

Tekanan ini menyebabkan rupiah cenderung melemah terhadap mata uang asing.

Salah satu penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan positif dan signifikan antara tingkat keterbukaan ekonomi dengan pelemahan rupiah.

Dengan kata lain, semakin terbuka perekonomian, risiko pelemahan rupiah semakin besar.

Volatilitas Nilai Tukar

Volatilitas nilai tukar menggambarkan seberapa besar fluktuasi atau perubahan nilai mata uang dalam periode tertentu.

Ketika nilai tukar rupiah terhadap dolar AS bergerak tidak stabil atau bergejolak, masyarakat dan pelaku usaha cenderung membeli dolar untuk mengamankan dana mereka.

Tindakan ini meningkatkan permintaan dolar dan menekan nilai rupiah, sehingga rupiah melemah.

Baca Juga:  Rupiah Hari Ini 17 Juli 2026 Dibuka Menguat Rp17.980 per Dolar

Sebaliknya, ketika volatilitas menurun dan nilai tukar lebih stabil, rupiah cenderung menguat.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending