Connect with us

Berita

Di Tengah Kenaikan BBM, Luhut Sebut Pemerintah Rencanakan Skema Bantuan Sosial Rp5,4 Juta per Orang

Luhut Binsar Pandjaitan menyebut subsidi akan diarahkan menjadi bansos tunai langsung yang bisa mencapai Rp5,4 juta per orang.

Logompn

Published

on

Di Tengah Kenaikan BBM, Luhut Sebut Pemerintah Rencanakan Skema Bantuan Sosial Rp5,4 Juta per Orang
Di Tengah Kenaikan BBM, Luhut Sebut Pemerintah Rencanakan Skema Bantuan Sosial Rp5,4 Juta per Orang. Gambar: YouTube/Sekretariat Presiden

MPN Indonesia 11 Juni 2026 - Di tengah kenaikan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax dan Pertamax Green yang diumumkan Pertamina Patra Niaga mulai Rabu (10/6), Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan rencana pemerintah untuk mentransformasi skema penyaluran bantuan sosial menjadi bantuan tunai langsung dengan nilai mencapai Rp5,4 juta per orang.

Pernyataan tersebut disampaikan Luhut usai bertemu Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa malam (9/6).

“Saya melihat nanti subsidi tidak akan lagi ke barang. Subsidi akan langsung kepada yang menerima karena rata-rata kita kumpulkan semua bansos itu dengan cash transfer dan seterusnya, ada Rp5,4 juta per orang. Ini nanti akan dikelompokkan dengan AI,” ujar Luhut, dikutip MPN Indonesia melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden pada Kamis (11/6).

Bansos Tunai Bakal Disalurkan Lebih Tepat Sasaran dengan Integrasi AI

Menurut Luhut, penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam penyaluran bantuan sosial telah diuji coba melalui pilot project di Banyuwangi, Jawa Timur.

Program awal tersebut diklaim telah berhasil dan saat ini tengah disosialisasikan kepada 42 kabupaten/kota sebagai bagian dari tahapan implementasi.

“Kita belajar dari model ini. Nanti kalau 42 ini sukses, Oktober tahun ini akan roll out nasional seluruh 514 kabupaten dan kota, dan kemudian Presiden kami lapori,” kata Luhut.

Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah akan meluncurkan identitas data tunggal atau Digital Single ID pada akhir tahun ini.

Sistem tersebut dirancang untuk mengintegrasikan data penerima bantuan sosial sehingga penyaluran direct cash transfer dapat lebih terarah.

Baca Juga:  Larang Guru Cicipi MBG, Dedi Mulyadi: Tidak Boleh Guru Tapi Tim Khusus

“Mungkin akhir tahun ini akan ada Digital Single ID yang mengakibatkan semua bansos atau direct cash transfer itu akan targeted. Jadi akan sesuai dan itu akan menghemat angka cukup besar,” tegas Luhut.

Rincian Kenaikan Harga Pertamax dan Pertamax Green

Sementara itu, Pertamina Patra Niaga resmi menaikkan harga BBM nonsubsidi untuk dua produk dalam Pertamax Series setelah melakukan evaluasi bersama pemerintah.

Harga Pertamax (RON 92) naik dari Rp12.300 per liter menjadi Rp16.250 per liter atau meningkat Rp3.950 per liter.

Adapun Pertamax Green 95 (RON 95) naik dari Rp12.900 per liter menjadi Rp17.000 per liter atau bertambah Rp4.100 per liter.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menyatakan penyesuaian tersebut telah melalui proses sesuai ketentuan yang berlaku.

“Penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green dilakukan setelah melalui proses evaluasi sesuai formula harga yang ditetapkan pemerintah,” ujar Roberth dalam keterangan tertulis, Selasa (9/6).

“Harga jual tersebut diputuskan dengan tetap dikoordinasikan dengan pemerintah sebagai regulator,” sambungnya.

Kenaikan ini menjadi penyesuaian pertama untuk Pertamax sejak lonjakan harga minyak dunia yang terjadi setelah pecahnya perang Israel-Iran pada 28 Februari 2026.

(AKM/NID/RAD)

Trending