Connect with us

Politik

Bahlil Lahadalia Buka Suara soal Harga Pertamax Naik jadi Rp16.250/liter

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia buka suara soal kenaikan harga Pertamax menjadi Rp16.250 per liter. Ia menjelaskan penyesuaian dilakukan mengikuti harga pasar.

Logompn

Published

on

Bahlil Lahadalia Buka Suara soal Harga Pertamax Naik jadi Rp16.250liter
Bahlil Lahadalia Buka Suara soal Harga Pertamax Naik jadi Rp16.250liter. Gambar: YouTube/Sekretariat Presiden

MPN Indonesia 12 Juni 2026 - Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan penjelasan terkait kenaikan harga Pertamax menjadi Rp16.250 per liter yang berlaku sejak 10/6, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (11/6).

Kenaikan tersebut terjadi pada BBM nonsubsidi, termasuk Pertamax dan Pertamax Green, yang disesuaikan dengan kondisi harga pasar global.

Dalam pernyataannya, Bahlil menegaskan bahwa kebijakan ini diambil dengan mempertimbangkan mekanisme pasar serta perhitungan pelaku usaha di sektor energi.

“Nah, sementara harga yang nonsubsidi itu menyesuaikan dengan harga pasar yang ada. Sudah tentu perhitungannya ini akan dilakukan secara bijak oleh teman-teman pelaku usaha, baik Pertamina maupun pelaku swasta yang lainnya,” Bahlil, dikutip MPN Indonesia melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden pada Jumat (12/6).

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa penyesuaian harga Pertamax sebagai bagian dari BBM nonsubsidi mengikuti dinamika pasar internasional yang memengaruhi harga energi.

Penyesuaian Harga dan Faktor Global

Kenaikan harga Pertamax (RON 92) tercatat dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter, sementara Pertamax Green 95 naik dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.

Kebijakan penyesuaian harga tidak hanya berlaku di SPBU Pertamina, tetapi juga di SPBU milik swasta.

Penyesuaian tersebut didasari dengan perkembangan kondisi global saat ini.

Di sisi lain, pemerintah melalui Menteri ESDM tetap menahan harga BBM subsidi agar tidak mengalami kenaikan.

Kebijakan ini dilakukan untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah kenaikan harga BBM nonsubsidi.

“Pemerintah lagi sedang menggodok hal-hal yang terkait dengan menjaga daya beli masyarakat. Makanya kita untuk menjaga daya beli masyarakat, terutama kepada BBM subsidi sama sekali tidak kita naikkan,” tambahnya.

(AKM/NID/RAD)

Baca Juga:  Bahlil: RI Tak Batasi Kuota Subsidi BBM

Trending