Teknologi
Ternyata Ini Cara FIFA Nilai Peringkat Pemain di Piala Dunia 2026
Di Piala Dunia 2026, FIFA meluncurkan sistem peringkat pemain individu baru yang berbasis data pertandingan.
MPN Indonesia 15 Juni 2026 - Dalam sepak bola modern, performa pemain tidak lagi hanya dinilai dari apa yang terlihat oleh mata penonton.
Gol, assist, tekel, atau penyelamatan memang tetap menjadi bagian penting dari pertandingan.
Namun, di balik setiap laga, ada banyak detail kecil yang sering luput dari perhatian seperti bagaimana seorang pemain mengambil keputusan, mengantisipasi bahaya, atau membantu timnya keluar dari tekanan.
Di Piala Dunia FIFA 2026, cara memahami performa pemain akan menjadi lebih menarik. FIFA meluncurkan sistem peringkat pemain individu baru yang berbasis data pertandingan.
Sistem ini bernama FIFA Power Rankings, didukung oleh Aramco, dan dirancang untuk memberikan gambaran yang lebih objektif tentang bagaimana seorang pemain tampil sepanjang turnamen.
Bukan sekadar daftar pemain terbaik berdasarkan popularitas, sistem ini menggunakan data yang dikumpulkan selama pertandingan.
Pemain Dapat Nilai dari 0 sampai 10
Dikutip MPN Indonesia dari laman resmi FIFA, setiap pemain akan mendapat skor antara 0 sampai 10. Namun, penilaian ini tidak diberikan secara sembarangan.
FIFA membagi performa pemain ke dalam beberapa kategori yang berbeda, tergantung pada posisi dan peran mereka di lapangan.
Untuk pemain selain penjaga gawang, ada tiga kategori utama yang akan dinilai, yaitu menyerang, kreativitas, dan bertahan.
Sementara itu, penjaga gawang memiliki kategori penilaian yang berbeda. Mereka akan dinilai berdasarkan dua aspek, yaitu penguasaan bola dan mempertahankan gawang.
Tak Semua Pemain Langsung Mendapat Nilai
Agar penilaian tetap adil, FIFA menetapkan syarat minimum waktu bermain.
Seorang pemain harus bermain setidaknya 20 menit untuk bisa mendapatkan nilai dalam sistem Power Rankings.
Setelah pertandingan selesai, skor pemain tidak langsung muncul seketika. Nilai dalam setiap kategori akan tersedia empat jam setelah setiap pertandingan.
Artinya, sistem ini membutuhkan waktu untuk mengolah data performa sebelum menghasilkan peringkat yang bisa dibaca publik.
Tiga Kategori untuk Pemain
Untuk pemain selain penjaga gawang, FIFA membagi penilaian ke dalam tiga kategori utama.
Kategori pertama adalah menyerang. Kategori ini diberikan kepada pemain yang mampu melakukan aksi serangan penentu pada momen-momen paling penting.
Kategori kedua adalah kreativitas. FIFA mendefinisikan kategori ini sebagai kemampuan memadukan kualitas visi dan eksekusi untuk membuka ruang serangan.
Kategori ketiga adalah bertahan. Kategori ini menilai pemain yang mampu mengantisipasi bahaya dan melakukan tindakan bertahan yang krusial.
Melalui tiga kategori ini, FIFA ingin menunjukkan bahwa sepak bola tidak hanya dimenangkan oleh pemain yang mencetak gol.
Ada banyak bentuk kontribusi lain yang sama pentingnya dalam menentukan hasil pertandingan.
Dua Kategori untuk Penjaga Gawang
Penjaga gawang memiliki cara penilaian tersendiri karena perannya sangat berbeda dari pemain lain. FIFA membagi penilaian penjaga gawang ke dalam dua kategori.
Kategori pertama adalah mempertahankan gawang. Ini mengacu pada kemampuan penjaga gawang menjadi penentu saat menjaga gawangnya.
Penilaian ini juga mencakup kehadiran dan otoritas mereka dalam menguasai area pertahanan.
Kategori kedua adalah saat penguasaan bola. Dalam sepak bola, penjaga gawang tidak hanya dituntut melakukan penyelamatan.
Mereka juga harus mampu membaca situasi, mengambil keputusan, dan mendistribusikan bola dengan tepat, terutama ketika tim sedang bertransisi dari bertahan ke menyerang.
Bagaimana Cara FIFA Menghitung Power Rankings?
FIFA Power Rankings dihitung menggunakan Enhanced Performance Data milik FIFA.
Prosesnya tidak sederhana, karena data pertandingan harus disesuaikan agar penilaian setiap pemain lebih adil.
Pertama, metrik-metrik performa dipilih untuk menunjukkan keberhasilan pemain dalam setiap kategori.
Setelah itu, semua data dinormalisasi. Normalisasi ini dilakukan agar performa pemain dapat dilihat sesuai konteks, termasuk berapa lama pemain berada di lapangan dan berapa lama timnya menguasai bola.
Setelah data dinormalisasi, metrik-metrik tersebut dimasukkan ke dalam Grup Metrik. Dari grup inilah skor performa dihitung.
Kemudian, hasil dari berbagai Grup Metrik dihitung lebih lanjut hingga menghasilkan nilai akhir Power Ranking di setiap kategori.
Algoritma ini berjalan secara otomatis. Nilai dibuat pada akhir setiap pertandingan dan terus diperbarui selama turnamen berlangsung.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
