Connect with us

Politik

Gibran Wanti-Wanti soal AI: AI Alat untuk Mempercepat, Bukan untuk Malas

Gibran Wanti-Wanti soal AI: AI Alat untuk Mempercepat, Bukan untuk Malas

Logompn

Published

on

Gibran Wanti Wanti soal AI AI Alat untuk Mempercepat, Bukan untuk Malas
Gibran Wanti-Wanti soal AI: AI Alat untuk Mempercepat, Bukan untuk Malas. Gambar: YouTube/Gibran Rakabuming

MPN Indonesia 17 Juni 2026 - Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka mengingatkan pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) harus digunakan secara bijak.

Gibran menegaskan bahwa transformasi digital telah membawa perubahan dari literasi baca tulis menuju literasi digital.

“Kalau dulu kita bicara soal literasi baca tulis, sekarang kita bicara soal literasi digital. Dan di puncak transformasi itu ada yang namanya artificial intelligence atau AI,” kata Gibran, dikutip MPN Indonesia dari YouTube Gibran Rakabuming, Rabu (17/6).

Menurutnya, teknologi bukan lagi sekadar masa depan, melainkan telah menjadi bagian dari kehidupan saat ini.

Gibran: AI Bukan Alat untuk Membuat Malas

Gibran secara khusus menyampaikan pesan kepada pelajar agar memanfaatkan kecerdasan buatan sebagai alat bantu belajar.

Menurut Gibran, AI ada bukan untuk membuat orang malas, melainkan alat untuk mempercepat pekerjaan.

“Oleh sebab itu, kepada adik-adik pelajar, saya ingin kalian memahami bahwa AI adalah alat untuk mempercepat, bukan alat untuk membuat kalian malas,” jelasnya.

Ia mengingatkan agar penggunaan AI tidak menghilangkan kemampuan berpikir kritis dan kreativitas individu.

Gibran: AI Bukan untuk Mengganti Kemampuan Berpikir

Menurut Gibran, AI dapat berfungsi sebagai asisten pribadi dalam proses pembelajaran.

Teknologi ini dinilai mampu membantu pelajar dalam berbagai hal, seperti mencari data, mempelajari bahasa asing, hingga memahami rumus matematika yang kompleks.

Selain itu, ia mengingatkan agar pelajar tidak hanya menjadi pengguna pasif, tetapi juga mampu menguasai teknologi tersebut.

“Gunakan AI untuk memicu kreativitas, bukan untuk menggantikan kemampuan berpikir kalian sendiri,” tuturnya.

Baca Juga:  Profil Tinandrose, Wanita yang Kini Sah jadi Istri Fiki Naki

Gibran menilai penguasaan teknologi menjadi peluang bagi generasi muda Indonesia untuk berkembang.

Pesan untuk Guru dan Orang Tua

Gibran juga menyampaikan pesan kepada guru dan orang tua sebagai pihak yang memiliki peran dalam pendidikan.

Ia memahami adanya kekhawatiran di kalangan guru terhadap perkembangan teknologi, namun menegaskan pentingnya adaptasi.

“Tapi saya harap para guru tidak pernah menyerah untuk meningkatkan kemampuan diri,” ujar Gibran.

Ia menjelaskan bahwa guru yang menguasai AI akan memiliki keunggulan dalam proses pembelajaran karena AI dapat membantu tugas administratif, pembuatan materi, hingga penyederhanaan penjelasan.

“Sehingga Bapak-Ibu punya lebih banyak waktu untuk menyentuh sisi humanis dan karakter murid-murid kita,” lanjutnya.

Sementara itu, kepada orang tua, Gibran mengingatkan pentingnya pendampingan terhadap anak dalam menggunakan teknologi.

“Jangan sampai anak-anak kita terbang tinggi dengan teknologi, tapi kita sebagai orang tua tertinggal di bawah dan tidak tahu apa yang mereka akses,” kata dia.

Gibran: Teknologi Tanpa Etika Itu Berbahaya

Gibran juga menyoroti pentingnya etika dalam penggunaan kecerdasan buatan.

Ia menegaskan bahwa teknologi memiliki dua sisi yang dapat digunakan untuk tujuan positif maupun negatif.

“Teknologi tanpa etika itu berbahaya. AI bisa digunakan untuk membuat konten positif, tapi juga bisa dipakai untuk menyebar hoaks, melakukan plagiarisme, atau melanggar privasi orang lain,” kata Gibran.

“Jangan gunakan AI untuk menipu, jangan gunakan AI untuk menjatuhkan orang lain,” tegasnya.

(AKM/NID/RAD)

Trending