Connect with us

Lifestyle

Permainan Buta Lele Asal Kalimantan, Sejarah hingga Cara Bermainnya

Buta Lele adalah permainan tradisional dari Kalimantan Selatan yang dimainkan dengan kayu induk dan kayu anak. Simak sejarah, aturan, dan manfaatnya.

Logompn

Published

on

Permainan Buta Lele Asal Kalimantan, Sejarah hingga Cara Bermainnya
Permainan Buta Lele Asal Kalimantan, Sejarah hingga Cara Bermainnya. Gambar: YouTube/Juliana Essna

MPN Indonesia 8 Juli 2026 - Hai, Sobat MPN! Apa kabar kalian? Kali ini kita akan mengenal lebih dekat sama salah satu permainan tradisional Kalimantan Selatan yang namanya unik banget, yaitu Buta Lele.

Udah pernah denger belum? Buat yang belum tahu, tenang saja. Kita akan bahas tuntas mulai dari sejarah, cara mainnya, sampai nilai-nilai positif yang bisa kita ambil dari permainan ini.

Tapi perlu kalian ingat, permainan ini jauh berbeda dengan permainan patok lele ya, Sobat MPN. Buta Lele ini bukan sembarang permainan, lho.

Meskipun namanya mengandung kata “buta” dan “lele”, ternyata nggak ada hubungannya sama sekali dengan buta atau ikan lele.

Nama ini sudah melekat sejak lama dan dimainkan oleh anak-anak dari berbagai kalangan. Seru banget kan?

Jadi, kalau kalian lagi bosan atau pengen tahu lebih banyak tentang budaya Indonesia, artikel ini pas banget buat kalian.

Nah, Sobat MPN, kita akan mulai petualangan kita untuk menggali lebih dalam tentang Buta Lele.

Kita akan mulai dari sejarahnya yang menarik, bagaimana permainan ini bisa menyebar dan berkembang di berbagai daerah.

Setelah itu, kita akan bahas cara mainnya yang seru dan pastinya bikin kalian pengen coba.

Dan jangan khawatir, kita juga akan kupas tuntas tentang aturan mainnya, jadi kalian bisa langsung praktek bareng teman-teman.

Jadi, siap-siap ya, Sobat MPN! Kita akan menjelajahi lebih dalam tentang Buta Lele.

Yuk, simak terus artikel ini dan jangan sampai kelewatan satu poin pun! Let’s go!

Berasal dari Kalimantan Selatan dan Memiliki Nama Lain ‘Panili’

Kalimantan Selatan dalam peta
Kalimantan Selatan dalam peta. Gambar: Ilustrasi Canva

Oke, Sobat MPN, sekarang kita masuk ke bagian seru nih, sejarahnya permainan Buta Lele.

Jadi, permainan ini berasal dari Kabupaten Kotabaru di Kalimantan Selatan. Nama Buta Lele sendiri sudah dikenal sejak lama, bahkan sejak para orang tua kita masih kecil.

Meskipun namanya terdiri dari kata “buta” yang berarti tidak melihat dan “lele” yang berarti ikan. Menarik, kan?

Nah, kalau arti dari Panili ini masih jadi misteri sampai sekarang, Sobat. Yang pasti, baik Buta Lele maupun Panili, keduanya punya aturan dan cara main yang mirip.

Jadi, bisa dibilang permainan ini cukup populer di beberapa daerah di Kalimantan Selatan. Sejarah permainan ini juga nggak lepas dari masa-masa sebelum kemerdekaan Indonesia, lho.

Baca Juga:  Permainan Cingciripit: Asal Usul, Cara Bermain dan Manfaatnya

Para informan yang usianya sekitar 50 tahun ke atas bilang kalau permainan ini sudah ada sejak mereka kecil dan sangat digemari oleh anak-anak.

Namun, seiring berjalannya waktu, Buta Lele makin jarang dimainkan. Sekarang, hanya sesekali kita bisa lihat anak-anak SD yang masih memainkan permainan ini.

Tapi tenang aja, kita di sini buat hidupkan lagi semangat permainan tradisional ini!

Aturan Permainan Buta Lele

Aturan bermain Buta Lele
Aturan bermain Buta Lele. Gambar: YouTube/Sulis Tia

Sekarang kita masuk ke bagian deskripsi dan aturan main Buta Lele.

Buat Sobat MPN yang baru pertama kali denger, Buta Lele adalah permainan anak-anak yang dimainkan di waktu senggang.

Biasanya anak-anak memainkannya pagi hari saat istirahat belajar di sekolah atau sore hari sebelum pulang mandi.

Permainan ini bisa dimainkan secara perorangan atau beregu. Jumlah pemainnya bervariasi, bisa mencapai 6 orang.

Tapi, kalau dimainkan di sekolah saat istirahat, biasanya hanya 4 orang karena waktu yang terbatas.

Nggak ada hubungannya dengan peristiwa sosial lainnya, jadi permainan ini murni buat hiburan dan melatih keterampilan.

Peserta dan Perlengkapan Permainan Buta Lele

Alat yang dibutuhkan utuk bermain Buta Lele
Alat yang dibutuhkan untuk bermain Buta Lele. Gambar: YouTube/Sulis Tia

Nah, sekarang kita bahas tentang siapa aja yang bisa main dan apa aja yang dibutuhin buat main Buta Lele. Sobat MPN pasti penasaran, kan?

Jumlah dan Usia Pemain

Minimal pemainnya 2 orang, maksimal bisa sampai 4 orang dalam permainan perorangan. Kalau beregu, setiap regu minimal 2 orang, maksimal 4 orang.

Usia pemain biasanya antara 9 sampai 12 tahun. Anak-anak di bawah 9 tahun juga boleh main, tapi jarang karena permainan ini butuh keterampilan menghitung dan memukul.

Jenis Kelamin dan Kelompok Sosial

Permainan ini lebih sering dimainkan oleh anak laki-laki. Meskipun nggak ada larangan buat anak perempuan, tapi dalam praktiknya anak laki-laki yang lebih dominan karena gerakan dalam permainan ini kurang cocok untuk perempuan.

Buta Lele dimainkan oleh anak-anak dari segala lapisan masyarakat. Anak nelayan, petani, pedagang, atau pegawai, semuanya bisa main bareng tanpa ada perbedaan.

Peralatan

Peralatannya sederhana aja, Sobat. Cukup potongan kayu atau batang rotan.

Ada dua jenis alat, yaitu induk dan anak. Kayu induk panjangnya sekitar 30 cm dengan garis tengah 1½ – 2 cm, sedangkan kayu anak panjangnya sekitar 10 cm dengan garis tengah yang sama.

Lapangan yang digunakan biasanya halaman sekolah, rumah, atau tempat lain yang luas dan keras. Ukurannya panjang sekitar 15-20 meter dan lebar 3-4 meter.

Di ujung lapangan dibuat lubang kecil dengan ukuran tertentu untuk tempat bermain.

Langkah-Langkah Permainan Buta Lele

Langkah langkah bermain Buta Lele
Langkah-langkah bermain Buta Lele. Gambar: YouTube/Sulis Tia

Sekarang kita masuk ke bagian inti, nih, cara main Buta Lele. Siap-siap, Sobat MPN! Kita akan jelaskan langkah-langkahnya satu per satu biar kalian bisa langsung praktek.

Baca Juga:  Pemerintah: 6 Pesawat TNI AU Diterbangkan untuk Kirim Bantuan ke NTT dan Kalimantan

Persiapan Permainan

Cari tempat yang cocok buat main, seperti halaman yang luas dan keras. Buat lubang kecil di ujung lapangan dengan ukuran lebar 3-4 cm, panjang 8-10 cm, dan dalam 3 cm.

Siapkan alat permainan, yaitu kayu induk dan kayu anak. Bisa bawa dari rumah atau cari di tempat bermain.

Tentukan jumlah peserta dan sifat permainan, apakah perorangan atau beregu.

Tahap Pertama

Pemain yang naik berdiri dekat lubang dalam posisi menunduk dengan kedua tangan memegang ujung kayu induk.

Pemain lain berdiri di depan pemain yang naik dalam jarak sekitar 5 meter, siap menangkap kayu anak yang diungkit.

Pemain yang naik mengungkit kayu anak, dan pemain lain berusaha menangkapnya. Kalau berhasil, pemain lain dapat nilai dan pemain yang naik mati. Kalau nggak berhasil, permainan lanjut ke tahap kedua.

Tahap Kedua

Pemain yang naik memukul kayu anak yang dilemparkan pemain lain. Pemain lain berusaha menangkap kayu anak yang terlempar.

Jika kayu anak tidak tertangkap, pemain yang naik mendapatkan nilai dengan mengukur jarak antara tempat jatuhnya kayu anak dan lubang menggunakan kayu induk.

Tahap Ketiga

Pemain yang naik memukul kayu anak yang diletakkan di pinggir lubang. Pemain lain berusaha menangkap kayu anak yang terlempar.

Pemain yang naik mendapat nilai dengan mengukur jarak antara tempat jatuhnya kayu anak dan lubang, dan bisa mendapatkan nilai tambahan jika berhasil menimang kayu anak beberapa kali sebelum memukulnya jauh.

Dengan langkah-langkah ini, kalian bisa langsung praktek main Buta Lele bareng teman-teman. Seru banget, kan?

Strategi dan Tips Bermain Buta Lele

Strategi dan tips bermain buta lele
Strategi dan tips bermain Buta Lele. Gambar: YouTube/Juliana Essna

Nah, Sobat MPN, setelah tahu cara main Buta Lele, sekarang saatnya kita bahas strategi dan tips biar kalian bisa jadi juara di permainan ini.

Nggak cuma soal keberuntungan, ada beberapa trik yang bisa kalian praktekkan untuk meningkatkan peluang menang. Yuk, simak!

Tips untuk Menangkap Kayu Anak

Posisi dan Fokus
Pastikan kalian berada di posisi yang tepat dan fokus pada kayu anak yang sedang terlempar. Jangan sampai pandangan kalian teralihkan, ya!

Latihan Refleks
Latihan refleks sangat penting. Coba latih tangan kalian untuk menangkap benda-benda kecil dengan cepat. Semakin sering latihan, semakin bagus refleks kalian.

Strategi untuk Mendapatkan Nilai Tinggi

Pukulan Kuat dan Terarah
Saat memukul kayu anak, pastikan pukulan kalian kuat dan terarah. Usahakan agar kayu anak terlempar sejauh mungkin tapi tetap dalam batas lapangan.

Menimang Kayu Anak
Ini salah satu trik untuk mendapatkan nilai tambahan. Coba latih keterampilan menimang kayu anak dengan baik sebelum memukulnya jauh. Semakin banyak timangan, semakin tinggi nilai yang kalian dapat.

Cara Menghadapi Tantangan dalam Permainan

Kerjasama dalam Regu
Kalau kalian main beregu, pastikan ada komunikasi yang baik antar anggota. Strategi dan kerjasama yang solid akan membuat permainan lebih lancar dan peluang menang lebih besar.

Baca Juga:  Asap Karhutla di Sampit Makin Tebal, Jarak Pandang Semakin Terbatas

Sabar dan Konsentrasi
Permainan ini membutuhkan kesabaran dan konsentrasi tinggi. Jangan terburu-buru, nikmati setiap tahap permainan dan fokus pada setiap langkah.

Dengan strategi dan tips ini, Sobat MPN pasti bisa lebih mahir bermain Buta Lele.
Ingat, latihan membuat sempurna!

Manfaat dan Nilai-Nilai dalam Permainan Buta Lele

Manfaat dan nilai nilai dalam permainan Buta Lele
Manfaat dan nilai-nilai dalam permainan Buta Lele. Gambar: YouTube/Juliana Essna

Permainan tradisional bukan hanya soal hiburan, tapi juga punya banyak manfaat dan nilai-nilai yang berharga. Begitu juga dengan Buta Lele, Sobat MPN.

Yuk, kita lihat apa saja manfaat dan nilai-nilai yang bisa kita pelajari dari permainan ini.

Keterampilan yang Dilatih

Keterampilan Motorik
Bermain Buta Lele melibatkan banyak gerakan fisik seperti mengungkit, memukul, dan menangkap. Ini sangat bagus untuk melatih keterampilan motorik anak-anak.

Keterampilan Menghitung
Permainan ini juga melibatkan perhitungan jarak dan nilai, sehingga anak-anak bisa belajar matematika dasar secara menyenangkan.

Nilai-Nilai Sosial dan Moral

Kerja sama
Kalau bermain beregu, anak-anak belajar pentingnya kerjasama dan bagaimana bekerja sama dalam tim untuk mencapai tujuan.

Kejujuran dan Sportivitas
Permainan ini juga mengajarkan nilai-nilai kejujuran dan sportivitas. Anak-anak belajar untuk bermain secara adil dan menerima kekalahan dengan lapang dada.

Pengaruh Positif terhadap Perkembangan Anak

Meningkatkan Kreativitas
Dengan bermain Buta Lele, anak-anak didorong untuk berpikir kreatif dalam mengembangkan strategi bermain.

Membangun Kepercayaan Diri
Saat anak-anak berhasil mencapai tujuan dalam permainan, rasa percaya diri mereka akan meningkat.

Nah, ternyata banyak banget ya, manfaat dari bermain Buta Lele! Yuk, ajak teman-teman kalian untuk mencoba permainan ini dan rasakan sendiri manfaatnya.

Peran Buta Lele di Masa Kini

Peran permainan Buta Lele di masa kini
Peran permainan Buta Lele di masa kini. Gambar: YouTube/Juliana Essna

Meskipun sekarang jarang dimainkan, Buta Lele masih punya tempat di hati masyarakat yang peduli dengan budaya tradisional.

Banyak yang berharap permainan ini bisa dilestarikan dan dikenalkan kembali kepada generasi muda.

Dengan pandangan yang beragam ini, kita jadi lebih tahu bagaimana masyarakat melihat Buta Lele. Jadi, bagaimana menurut kalian, Sobat MPN? Pasti seru kalau kita bisa terus melestarikan permainan ini, kan?

Kesimpulan

Nah, Sobat MPN, nggak terasa kita sudah sampai di akhir petualangan kita mengupas tuntas tentang Buta Lele.

Dari sejarahnya yang panjang dan menarik, cara main yang seru, hingga manfaat dan pandangan masyarakat tentang permainan ini, semuanya bikin kita makin menghargai kekayaan budaya kita sendiri.

Permainan Buta Lele ini nggak cuma soal hiburan, tapi juga sarat dengan nilai-nilai positif yang bermanfaat bagi perkembangan anak-anak.

Melalui permainan ini, kita bisa belajar tentang kerjasama, kejujuran, keterampilan motorik, hingga meningkatkan kepercayaan diri.

Meskipun sekarang sudah jarang dimainkan, Buta Lele tetap punya tempat khusus di hati masyarakat Kalimantan Selatan.

Yuk, kita lestarikan permainan Buta Lele ini! Ajak teman-teman kalian untuk mencoba dan mengenal lebih dekat permainan tradisional ini.

Dengan begitu, kita bisa terus menjaga dan melestarikan warisan budaya yang berharga ini untuk generasi mendatang.

Terima kasih sudah ikut bareng kita dalam petualangan mengenal Buta Lele kali ini.
Tetap semangat mengeksplorasi dan menghargai budaya Indonesia, ya!

Sampai jumpa di artikel seru berikutnya, Sobat MPN! Keep exploring and stay curious!

Referensi

  • “Permainan Tradisional Kalimantan Selatan/Buta Lele.” Wikibooks, https://id.wikibooks.org/wiki/Permainan_Tradisional_Kalimantan_Selatan/Buta_Lele.
    Diakses pada 24 Juni 2024.
  • Artikel “Permainan Tradisional Kalimantan Selatan/Buta Lele,” https://id.wikibooks.org/wiki/Permainan_Tradisional_Kalimantan_Selatan/Buta_Lele.
    Diakses pada 24 Juni 2024.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending