Connect with us

Berita

Prof. Syafii Antonio: Banyak Orang Gagal Bukan karena Tidak Mampu, tetapi Salah Cara Berpikir

Syafii Antonio mengajak masyarakat melakukan reset pikiran dalam acara Amazing Muharram 15 yang diselenggarakan oleh Cinta Quran Foundation.

Logompn

Published

on

Prof. Syafii Antonio Banyak Orang Gagal Bukan karena Tidak Mampu, tetapi Salah Cara Berpikir
Prof. Syafii Antonio dan Founder Cinta Quran Foundation, Ustaz Fatih Karim. Gambar: Dok. Amazing Muharram

MPN Indonesia 21 Juli 2026 - Prof. Dr. Muhammad Syafii Antonio menyampaikan bahwa banyak orang mengalami kegagalan bukan karena tidak memiliki kemampuan, melainkan akibat kesalahan dalam cara berpikir.

Hal ini ia sampaikan saat mengisi sesi Reset Your Mind dalam acara Amazing Muharram 15 yang diselenggarakan oleh Cinta Quran Foundation di Ritz-Carlton Pacific Place, Jakarta, pada Minggu (12/7).

Dalam forum tersebut, Syafii Antonio menjelaskan bahwa pola pikir menjadi faktor penting yang memengaruhi keberhasilan seseorang selain kemampuan dan peluang yang dimiliki.

Dalam pemaparannya di Amazing Muharram, Syafii Antonio mengungkapkan bahwa banyak individu tanpa sadar terjebak dalam pola pikir negatif yang menghambat perkembangan diri.

Ia mencontohkan kebiasaan mengucapkan kalimat seperti “Saya tidak bisa,” “Allah tidak menolong saya,” atau “Takdir saya memang begini” sebagai bentuk keyakinan yang membatasi diri sebelum mencoba.

“Jangan biasakan mengatakan kepada diri sendiri, ‘Saya pasti gagal’ atau ‘Saya tidak mampu’. Bangun keyakinan bahwa kita bisa berikhtiar dengan sungguh-sungguh, dan Allah pasti akan memberikan jalan terbaik. Cara kita berbicara kepada diri sendiri akan menentukan cara kita menjalani hidup,” ujar Syafii Antonio, dalam keterangan yang diterima MPN Indonesia.

Pola Pikir Negatif jadi Penghambat

Syafii Antonio menjelaskan bahwa pola pikir negatif sering kali menjadi penghalang utama dalam mencapai perubahan.

Menurutnya, seseorang yang lebih dulu meyakini ketidakmampuan akan sulit mengambil langkah untuk berkembang.

Hal ini terjadi karena keyakinan yang terbentuk dalam pikiran akan memengaruhi tindakan yang diambil dalam kehidupan sehari-hari.

Ia menegaskan bahwa perubahan tidak hanya bergantung pada kondisi eksternal, tetapi juga pada bagaimana seseorang memandang dirinya sendiri.

Baca Juga:  Cinta Quran Foundation Ajak Masyarakat Sedekah Barang Bekas Lewat Acara Amazing Muharram 14

Syafii Antonio menekankan pentingnya membangun keyakinan positif sebagai dasar untuk bertindak.

Punya Mental yang Selalu Merasa jadi Korban

Selain pola pikir negatif, Syafii Antonio juga menyoroti mentalitas korban atau victim mentality.

Ia menyebut bahwa sikap ini ditandai dengan kecenderungan menyalahkan keadaan, lingkungan, atau orang lain atas kegagalan yang terjadi.

Menurut Syafii Antonio, selama seseorang masih berada dalam posisi sebagai korban, maka akan sulit baginya untuk mengambil tanggung jawab dan memperbaiki keadaan.

Dalam forum Amazing Muharram tersebut, ia menekankan bahwa perubahan membutuhkan kesadaran untuk berhenti menyalahkan faktor luar.

Ajak Peserta untuk Husnuzan

Syafii Antonio juga mengingatkan tentang bahaya prasangka buruk terhadap orang lain maupun terhadap ketetapan Allah.

Ia menyebutkan bahwa prasangka negatif dapat memicu perasaan iri, marah, dan kecewa yang berkelanjutan.

Sebagai alternatif, ia mengajak peserta untuk membangun sikap husnuzan atau prasangka baik kepada Allah.

Dengan sikap tersebut, seseorang dinilai lebih mampu menghadapi ujian kehidupan dengan tetap optimistis dan terus berusaha.

Reset Pikiran sebagai Awal Perubahan

Dalam penutup pemaparannya di acara yang diselenggarakan oleh Cinta Quran Foundation, Syafii Antonio menegaskan bahwa perubahan hidup selalu dimulai dari perubahan cara berpikir.

Ia menyampaikan bahwa pikiran yang dipenuhi dengan keyakinan, rasa syukur, dan prasangka baik akan mendorong seseorang untuk bertindak lebih siap dalam menghadapi tantangan.

Menurutnya, perubahan besar tidak berasal dari kondisi yang sempurna, tetapi dari keberanian untuk mengubah cara pandang terhadap diri sendiri, orang lain, dan setiap ketetapan Allah.

(AKM/NID/RAD)

Trending