Connect with us

Olahraga

Tanggapan Persija soal STY Kena Sanksi Berat 10 Tahun

Persija buka suara setelah Shin Tae-yong dijatuhi sanksi berat KFA terkait kontroversi ketika menangani Ulsan HD.

Logompn

Published

on

Tanggapan Persija soal STY Kena Sanksi Berat 10 Tahun
Tanggapan Persija soal STY Kena Sanksi Berat 10 Tahun. Gambar: Instagram/@shintaeyong7777

MPN Indonesia 25 Juli 2026 - Persija Jakarta merespons kabar sanksi berat yang dijatuhkan kepada pelatihnya, Shin Tae-yong, oleh Asosiasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA).

Manajemen Persija Jakarta menyatakan sikap menghormati keputusan tersebut dan akan melakukan komunikasi lebih lanjut dengan pihak terkait.

“Persija menghormati keputusan yang telah ditetapkan oleh Korea Football Association (KFA) terkait situasi yang berkembang saat ini,” bunyi keterangan Persija.

Informasi ini muncul setelah laporan sejumlah media Korea Selatan mengenai hasil sidang Komite Disiplin KFA yang menjatuhkan larangan berkecimpung di sepak bola Korea Selatan hingga 10 tahun kepada Shin Tae-yong, terkait kasus saat menangani Ulsan HD pada periode Agustus–Oktober 2025.

Manajemen Persija Jakarta menegaskan belum mengambil keputusan resmi terkait situasi tersebut dan masih memantau perkembangan yang ada.

“Persija akan terus mengikuti perkembangan dan berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait, sebelum mengambil keputusan resmi,” lanjut pernyataan tersebut.

Kronologi Sanksi

Sanksi terhadap Shin Tae-yong disebut merupakan hasil sidang Komite Disiplin KFA yang dilaporkan oleh sejumlah media Korea Selatan.

Hukuman tersebut mencakup larangan berpartisipasi dalam aktivitas sepak bola di Korea Selatan hingga maksimal 10 tahun, termasuk skorsing, larangan mendampingi pertandingan, hingga kemungkinan pencabutan status keanggotaan asosiasi.

Kasus yang melatarbelakangi sanksi ini dikaitkan dengan periode saat Shin Tae-yong menangani klub Ulsan HD.

Dalam laporan tersebut, muncul sejumlah isu seperti perselisihan dengan pemain, dugaan melakukan kekerasan, hingga dugaan bermain golf saat tim menjalani laga tandang.

Selain itu, pada Mei 2026, Pusat Etika Olahraga Korea di bawah Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea Selatan juga disebut telah lebih dulu menjatuhkan sanksi kepada pelatih tersebut.

Baca Juga:  Profil Aleksander Ceferin, Presiden UEFA yang Boikot Final Piala Dunia 2026

Channel A menyebut bahwa pemberlakuan sanksi tersebut hanya berlaku di wilayah Korea Selatan.

“Pemberlakuan sanksi tersebut hanya berlaku di Korea Selatan sejak tanggal pemberitahuan resmi disampaikan,” tulis Channel A, dikutip MPN Indonesia pada Sabtu (25/7).

Dengan kondisi ini, posisi Shin Tae-yong sebagai pelatih Persija Jakarta tidak terdampak secara langsung karena kontraknya bersama klub berlangsung hingga 2029.

Pernyataan Shin Tae-yong

Menanggapi keputusan tersebut, Shin Tae-yong memberikan pernyataan terkait pandangannya terhadap proses yang berjalan.

“Ada banyak hal yang saya rasa tidak adil dan saya ingin mengungkapkan kebenarannya,” ujar Shin Tae-yong.

Ia juga menyatakan masih mempertimbangkan langkah banding atas sanksi yang diterimanya.

Namun demikian, Shin Tae-yong mengaku berhati-hati dalam mengambil langkah lanjutan.

“Namun, jika saya angkat bicara, murid-murid saya bisa ikut terdampak dan situasi sepak bola di Korea Selatan juga sedang tidak baik,” ucapnya.

Ia kemudian menegaskan sikap pribadinya dalam menghadapi situasi tersebut.

“Saya memilih untuk menanggung semuanya,” ucap pelatih berusia 55 tahun tersebut.

Saat ini, fokus Shin Tae-yong tetap pada tugasnya bersama Persija Jakarta yang tengah mempersiapkan tim untuk menghadapi Piala Presiden 2026.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending