Viral
Momen Anak Menangis Histeris saat Ayah Tewas Diamuk Massa usai Diduga Curi Ayam
Anak korban pengeroyokan terhadap terduga pelaku pencurian ayam di Bali menangis histeris saat jenazah sang ayah tiba di lokasi pemakaman.
Bali, MPN Indonesia 27 Juli 2026 - Seorang pria berinisial KD tewas diamuk massa setelah diduga melakukan pencurian ayam di Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali, pada Jumat (24/7) sekitar pukul 01.30 Wita.
Peristiwa ini menjadi sorotan setelah momen tangis histeris anak korban saat pemakaman viral di media sosial.
Tangisan pilu anak bungsu KD terjadi saat jenazah tiba di lokasi pemakaman di Desa Sidetapa, Kecamatan Banjar, Buleleng, Bali.
Bocah yang masih duduk di bangku sekolah dasar itu terlihat berada di tengah kerumunan sambil memanggil ayahnya.
“Bapak, bapak,” teriaknya.
Kepala Desa Buka Suara
Kepala Desa Sidetapa I Made Sutama menyampaikan kesedihannya saat menyaksikan langsung kondisi keluarga korban.
“Kemarin saya yang menjemput jenazahnya. Saat tiba di rumah, melihat anaknya menangis tersedu-sedu, saya benar-benar sedih,” ungkap Sutama, dikutip MPN Indonesia melalui detikBali pada Senin (27/7).
Ia juga menegaskan bahwa kasus seperti ini seharusnya ditangani melalui jalur hukum.
“Kalau memang bersalah, laporkan ke pihak berwajib. Jangan melakukan main hakim sendiri sampai menghilangkan nyawa orang hanya gara-gara mencuri ayam,” kata Sutama.
Kronologi Kejadian
Peristiwa pengeroyokan terjadi ketika KD diduga tertangkap tangan mencuri ayam aduan milik warga bernama I Wayan Adi Suteja (31).
Warga yang telah lama resah akibat maraknya kasus pencurian kemudian melakukan pengeroyokan terhadap KD hingga meninggal dunia di tempat.
Kepala Seksi Humas Polres Tabanan Iptu Ni Luh Putu Wiwik Endrayani menjelaskan bahwa aparat kepolisian tiba di lokasi sekitar pukul 02.00 Wita. Namun, korban sudah meninggal dunia.
“Warga emosi karena maraknya kasus kehilangan ayam di wilayah tersebut kemudian melakukan pengeroyokan terhadap terduga pelaku hingga meninggal dunia di lokasi kejadian,” jelas Wiwik, Sabtu (25/7).
Selain pengeroyokan, sepeda motor yang digunakan KD juga dibakar oleh massa.
Jenazah KD kemudian dimakamkan pada Sabtu (25/7) siang di Kuburan Desa Adat Sidetapa.
KD diketahui meninggalkan seorang istri dan tiga anak, dengan dua di antaranya masih bersekolah, yakni di kelas 1 SMA dan kelas 1 SD.
Respons Pihak Terkait
Pihak keluarga menyatakan akan menempuh jalur hukum terkait kasus tersebut setelah masa berkabung selesai.
“Kemungkinan setelah tiga hari baru akan ditindaklanjuti oleh keluarga. Kami ingin persoalan ini diserahkan kepada penegak hukum,” kata Sutama, Minggu (26/7).
Ia menambahkan bahwa dugaan pencurian tidak dapat dijadikan alasan untuk melakukan tindakan kekerasan.
“Kalau orang mencuri ada pasalnya yang mengatur, kalau orang membunuh juga ada pasalnya yang mengatur,” sebutnya.
“Kalau ada kejadian seperti ini, serahkan saja kepada penegak hukum,” tegasnya.
Sutama juga berharap pihak-pihak yang terlibat dalam pengeroyokan tersebut dapat diusut tuntas oleh pihak kepolisian.
“Yang jelas kami dari pihak keluarga dan desa berharap pelakunya ditangkap. Soal pasal dan hukumannya, itu menjadi kewenangan penegak hukum,” imbuhnya.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
