Connect with us

Berita

Kemensos Tawarkan Sekolah Rakyat untuk Anak Terduga Maling Ayam di Bali

Kemensos menawarkan Sekolah Rakyat dan pendampingan psikososial bagi keluarga KD, korban pengeroyokan di Bali.

Logompn

Published

on

Kemensos Tawarkan Sekolah Rakyat untuk Anak Terduga Maling Ayam di Bali
Kemensos Tawarkan Sekolah Rakyat untuk Anak Terduga Maling Ayam di Bali. Gambar: Instagram/@kemensosri

Bali, MPN Indonesia 28 Juli 2026 - Kementerian Sosial (Kemensos) menawarkan bantuan pendidikan dan pendampingan kepada keluarga KD, pria yang meninggal dunia karena dikeroyok warga setelah diduga mencuri ayam di Tabanan, Bali.

Langkah ini dilakukan setelah tim melakukan asesmen terhadap kondisi keluarga korban yang dinilai masuk kategori kurang mampu.

Bantuan tersebut mencakup akses pendidikan bagi anak serta dukungan psikososial.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyampaikan bahwa dua anak KD ditawari untuk melanjutkan pendidikan melalui program Sekolah Rakyat.

“Tentu kita lakukan asesmen, kemarin atau hari ini sudah ada tim Kemensos yang ke sana, tentu dengan mempertimbangkan suasana masih berduka. Tetapi ada anaknya ini SD sama SMA yang Insyaallah kita akan coba kalau berkenan ya kita akan tawarkan sekolah di Sekolah Rakyat. Karena kriterianya memenuhi setelah dilihat kondisi keluarganya,” kata Gus Ipul saat dihubungi, Selasa (28/7).

Selain pendidikan, Kemensos juga mengirim tim pendamping termasuk psikolog untuk membantu kondisi mental keluarga, terutama anak korban yang mengalami trauma setelah menyaksikan kejadian tersebut.

“Tentu kita akan membantu memberikan dukungan psikososial. Jadi ada tim yang dikirim, psikolog juga kita udah dikirim ke sana, terus udah mulai dialog sama ibunya, sama anaknya tapi tentu belum bisa bicara banyak ya karena masih keadaan berduka jadi belum bisa bicara panjang. Tapi sudah ada tim Kemensos ke sana sudah ketemu,” tuturnya.

Keluarga KD Masuk Kategori Desil 2

Berdasarkan hasil asesmen awal, keluarga KD tercatat berada pada kategori desil 2 yang menunjukkan kelompok masyarakat berpenghasilan rendah.

Data tersebut masih akan dimutakhirkan bersama Badan Pusat Statistik (BPS) untuk memastikan apakah keluarga tersebut masuk kategori miskin atau sangat miskin.

Baca Juga:  Wamensos Beri Rp15 Juta untuk Korban Meninggal akibat Bangunan Ambruk di Bogor

“Ketiga, tentu kita akan tindak lanjuti dengan bantuan-bantuan yang ada, bansos apakah pemberdayaan untuk orang tuanya. Secara data dia di desil 2 baru hasil mutakhir, ini mau kita cek lagi, baru selesai laporannya belum kita terima resmi,” ujar Gus Ipul.

“Dari hasil asesmen yang dilakukan hari ini, dia berada di desil 2. Untuk itu kita lagi melakukan pemutakhiran dulu dengan BPS apakah mereka sebenarnya di desil 2 atau 1 kita mutakhirkan sekaligus kita cek ulang,” lanjutnya.

Data tambahan dari Kemensos menunjukkan bahwa keluarga KD sebelumnya telah menerima bantuan sosial berupa sembako sejak Januari 2024.

Selain itu, keluarga tersebut juga terdaftar sebagai Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PB-JKN) sejak Maret 2025.

(AKM/NID/RAD)

Trending