Connect with us

Teknologi

Teknologi Irigasi Pintar Uwai Tuo Mannennungeng Digunakan di Bone, Bisa Hemat Air 25 Persen

Pemkab Bone menggunakan teknologi irigasi pintar Uwai Tuo Mannennungeng dalam Program JIAT untuk menghemat air hingga 25 persen dan mendukung pertanian.

Logompn

Published

on

Teknologi Irigasi Pintar 'Uwai Tuo Mannennungeng' Diterapkan di Bone untuk Hemat Air dan Tingkatkan Produktivitas Pertanian
Teknologi Irigasi Pintar 'Uwai Tuo Mannennungeng' Diterapkan di Bone untuk Hemat Air dan Tingkatkan Produktivitas Pertanian. Gambar: Dok. Istimewa

Sulawesi Selatan, MPN Indonesia 31 Juli 2026 - Pemerintah Kabupaten Bone melalui Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (SDABK) mulai menggunakan teknologi irigasi pintar berbasis digital Uwai Tuo Mannennungeng dalam Program Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT).

Inovasi ini dimanfaatkan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan air sekaligus mendukung produktivitas pertanian di Bone, Sulawesi Selatan.

Penggunaan teknologi tersebut didasarkan pada kesepakatan dalam Berita Acara Hasil Rapat Kerja Komisi Irigasi dan diumumkan dalam Rapat Pelaksanaan Operasi dan Pemeliharaan (O&P) Jaringan Irigasi Air Tanah yang digelar di Hotel Novena, Watampone, Kamis (30/7).

Kepala Dinas SDABK Kabupaten Bone, Kasdar, mengatakan pemanfaatan teknologi menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan kinerja jaringan irigasi.

“Uwai Tuo Mannennungeng memiliki potensi untuk meningkatkan efisiensi penggunaan air sekaligus memperkuat kinerja jaringan irigasi. Dengan adanya Berita Acara Komisi Irigasi sebagai dasar pelaksanaan, kami siap mengimplementasikan teknologi ini dalam program JIAT dan memperluas penerapannya sesuai kebutuhan di lapangan,” kata Kasdar, dalam laporan yang diterima MPN Indonesia.

Rapat tersebut dihadiri oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang, jajaran Dinas SDABK Kabupaten Bone, petugas operasi daerah irigasi, serta pengurus Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A/GP3A).

Kolaborasi Pemkab Bone dan Unhas Kembangkan Teknologi Irigasi

Penggunaan Uwai Tuo Mannennungeng dalam Program JIAT merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Bone dan Universitas Hasanuddin untuk menghadirkan teknologi irigasi yang dapat dimanfaatkan petani di berbagai wilayah pertanian.

Kesepakatan dari Komisi Irigasi menjadi dasar bagi Pemerintah Kabupaten Bone untuk menggunakan teknologi Uwai Tuo Mannennungeng pada jaringan irigasi air tanah yang dikelolanya.

Baca Juga:  Wanita di Makassar Tiba-tiba Tertancap Busur saat Hendak Makan Bakso

Selain itu, langkah ini juga membuka peluang penerapan teknologi serupa di lokasi lain sesuai kebutuhan pengelolaan sumber daya air.

Teknologi Irigasi Berbasis IoT Mampu Hemat Air hingga 25 Persen

Uwai Tuo Mannennungeng merupakan teknologi irigasi berbasis Internet of Things (IoT) yang dikembangkan oleh Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Unit Kegiatan Mahasiswa Keilmuan dan Penalaran Ilmiah Universitas Hasanuddin melalui program Smart Hydro Loop.

Sistem ini memungkinkan pemantauan kondisi lahan secara real time sehingga penggunaan air dapat diatur lebih efisien.

Berdasarkan hasil pengembangannya, teknologi tersebut mampu menghemat penggunaan air hingga 25 persen.

Ketua Tim PPK Ormawa UKM KPI Universitas Hasanuddin 2026, Fadel Muhammad S., mengatakan inovasi tersebut dikembangkan sebagai solusi pengelolaan irigasi berbasis teknologi.

“Kami menyambut baik kepercayaan yang diberikan Pemerintah Kabupaten Bone. Harapan kami, penerapan Uwai Tuo Mannennungeng dalam program JIAT dapat memperluas pemanfaatan inovasi ini sehingga mampu mendukung produktivitas pertanian sekaligus menjadi contoh kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah,” ujar Fadel.

Teknologi Irigasi Dukung Efisiensi Pengelolaan Air Pertanian

Sementara itu, Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas SDABK Kabupaten Bone, Sutamin, menilai penggunaan teknologi menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas layanan irigasi.

“Peningkatan kualitas layanan irigasi tidak hanya bergantung pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga pada penerapan teknologi yang meningkatkan efisiensi penggunaan air. Uwai Tuo Mannennungeng menjadi salah satu inovasi yang relevan,” ujar Sutamin.

Program Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) di Kabupaten Bone merupakan bagian dari pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan, Rehabilitasi, serta Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi.

Melalui pemanfaatan teknologi irigasi berbasis digital, Pemerintah Kabupaten Bone berharap pengelolaan air pertanian menjadi lebih efisien, penggunaan air lebih hemat, serta produktivitas pertanian terus meningkat.

Baca Juga:  HUT RI di Gunung Bawakaraeng Berujung Duka, 1 Pendaki Tewas

Kolaborasi antara pemerintah daerah dan Universitas Hasanuddin juga diharapkan dapat menjadi contoh penerapan inovasi perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan sektor pertanian di berbagai daerah.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending