Connect with us

Politik

Mal-Mal Jakarta Pasang Pagar Tinggi, Pramono Minta Dibongkar: Kami Jaga Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta pengelola pusat perbelanjaan atau mal Jakarta yang memasang pagar tinggi untuk membongkar kembali pagar tersebut.

Logompn

Published

on

Mal Mal di Jakarta Pasang Pagar Tinggi, Pramono Minta Dibongkar Kami Jaga Jakarta
Mal-Mal Jakarta Pasang Pagar Tinggi, Pramono Minta Dibongkar: Kami Jaga Jakarta. Gambar: Dok. Pemprov Jakarta

MPN Indonesia 2 Agustus 2026 - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta pengelola pusat perbelanjaan atau mal Jakarta yang memasang pagar tinggi untuk membongkar kembali pagar tersebut.

Permintaan ini disampaikan menyusul maraknya pemasangan pagar di sejumlah mal Jakarta yang memunculkan spekulasi soal kekhawatiran situasi keamanan.

Pramono Anung mengaku telah mengamati langsung fenomena pemasangan pagar tinggi di sejumlah mal Jakarta.

“Mungkin bagian dari kekhawatiran. Tetapi nanti pada saatnya pasti saya akan minta untuk pagar-pagar itu dilepas kembali,” ucap Pramono kepada awak media di Blok M Hub, Jakarta Selatan, Jumat (31/7).

“Karena kekhawatiran yang berlebihan juga tidak baik,” imbuhnya.

Pramono menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus berkoordinasi dengan TNI, Polri, dan aparat penegak hukum lainnya untuk memastikan keamanan Jakarta tetap terjaga.

Oleh sebab itu, ia meminta agar semua pihak tidak perlu mencemaskan hal-hal yang masih menjadi isu.

“Dan saya sebagai Gubernur Jakarta, koordinasi dengan TNI, Polri, aparat penegak hukum lainnya, kami akan menjaga Jakarta,” ungkapnya.

Fenomena Pemasangan Pagar di Mal Jakarta

Fenomena pemasangan pagar tinggi di mal Jakarta menjadi perhatian setelah sejumlah pusat perbelanjaan melakukan penyesuaian fisik di area luar gedung.

Salah satu lokasi yang terpantau adalah Blok M Plaza di Jakarta Selatan, di mana pagar terlihat lebih tinggi dari sebelumnya.

Selain itu, Mal Kota Kasablanka juga memasang pagar berwarna abu-abu dengan tinggi sekitar 2,5 meter di pintu masuk utama kendaraan dari Jalan Raya Casablanca.

Tanggapan Salah Satu Mal yang Pasang Pagar

Di sisi lain, salah satu pihak pengelola mal yang memasang pagar menyampaikan bahwa pemasangan pagar dilakukan bukan karena isu yang beredar di media sosial.

Baca Juga:  Ramadan di Masjid Istiqlal: Ada Ribuan Takjil hingga Tadarus bersama Muazin

Direktur Pakuwon Jati, Sutandi Purnomosidi, menjelaskan bahwa pemagaran dilakukan untuk meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengunjung.

“Sebenarnya gini, awalnya kita berpikir itu (mal dipagari) karena apa? Itu kan Pakuwon Mall itu terbukanya kan lebar sekali. Satu setengah kilometer itu buka,” ujar Sutandi, dikutip MPN Indonesia dari akun Instagram pribadinya.

Menurutnya, kondisi akses terbuka itu berpotensi menimbulkan risiko, terutama bagi pengunjung yang menyeberang sembarangan di area yang berbatasan langsung dengan jalan raya.

“Nah, sekarang kalau semua orang nyebrang, masuk sembarangan, ini kan bahaya buat mereka sendiri, penyebrang. Awalnya (ide mal dipagari) di sana,” ungkapnya.

Sutandi lantas membantah anggapan bahwa pemasangan pagar dilakukan untuk mengantisipasi situasi tertentu.

“Terus sebetulnya ada beberapa hal yang saya mau highlight. Satu, yang jelas Pakuwon itu bukan peramal. Kita nggak tau mau terjadi apa,” ujarnya.

(AKM/NID/RAD)

Trending