Connect with us

Berita

LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai bakal Diresmikan 26 Agustus 2026

LRT Kelapa Gading-Manggarai akan diresmikan 26 Agustus 2026. Jalur sepanjang 12,2 km ini memiliki 11 stasiun dan waktu tempuh 28 menit.

Logompn

Published

on

LRT Jakarta Kelapa Gading Manggarai bakal Diresmikan 26 Agustus
LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai bakal Diresmikan 26 Agustus 2026. Gambar: Ilustrasi AI by MPN Indonesia

MPN Indonesia 9 Agustus 2026 - LRT Jakarta rute Kelapa Gading–Manggarai akan diresmikan pada 26 Agustus 2026.

Kepastian tersebut disampaikan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (6/8).

“LRT yang Kelapa Gading ke Manggarai kalau saya tidak salah yang diundur, jadi tanggal 26,” ujar Dudy di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (6/8).

Jalur LRT ini memiliki panjang sekitar 12,2 kilometer, terdiri dari 11 stasiun, dengan waktu tempuh sekitar 28 menit.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan jalur LRT Jakarta dari Kelapa Gading atau Pegangsaan Dua hingga Manggarai akan diresmikan pada Agustus 2026.

“Akan diresmikan pada bulan Agustus ini, nanti tanggalnya menyusul, LRT Pemerintah DKI Jakarta dari Kelapa Gading atau Pegangsaan Dua sampai dengan Manggarai,” kata Pramono di Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta Pusat, Rabu (29/7).

Pramono juga menjelaskan waktu perjalanan akan semakin singkat setelah proyek perpanjangan menuju Dukuh Atas selesai.

“Jarak tempuh dari Kelapa Gading sampai dengan Manggarai nantinya adalah 28 menit, dari Manggarai sampai dengan Dukuh Atas hanya 2 menit dan kalau sudah selesai dari Kelapa Gading sampai dengan Dukuh Atas, kurang lebih 30 menit,” ujarnya.

Diproyeksikan Layani 80 Ribu Penumpang per Hari

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memproyeksikan jalur LRT Jakarta Kelapa Gading–Manggarai mampu mengangkut sekitar 80.000 penumpang per hari setelah mulai beroperasi.

Jalur tersebut disebut akan menjadi salah satu tulang punggung baru sistem transportasi umum di Jakarta sekaligus memperkuat konektivitas antarmoda.

“Saya yakin ini merupakan backbone baru transportasi di Jakarta karena diperkirakan hariannya akan mampu menampung atau mengangkut kurang lebih 80.000 penumpang,” kata Pramono saat ditemui di Balai Kota Jakarta, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (5/8).

Baca Juga:  Pengguna Angkutan Umum Lebaran 2025 Naik 8,5%, Tembus 27 Juta Penumpang

“Karena diperkirakan hariannya akan mampu menampung atau mengangkut kurang lebih 80 ribu penumpang,” sambungnya.

Perpanjangan Jalur hingga Dukuh Atas

Setelah jalur Kelapa Gading–Manggarai beroperasi, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan proyek perpanjangan lintasan dari Manggarai menuju kawasan Dukuh Atas.

Pramono menyatakan anggaran pembangunan telah dipersiapkan, meski belum merinci nilai investasinya.

“Pemerintah DKI Jakarta, dananya sudah dipersiapkan, langsung akan membangun LRT dari Manggarai sampai dengan Dukuh Atas,” kata Pramono.

Bersamaan dengan rencana tersebut, PT MRT Jakarta juga mulai membangun pedestrian deck atau jembatan berbentuk cincin di kawasan Dukuh Atas.

Kawasan itu dipersiapkan sebagai simpul integrasi berbagai moda transportasi umum.

Enam moda yang akan terhubung di kawasan Dukuh Atas meliputi LRT Jabodebek, LRT Jakarta, MRT Jakarta, KRL Commuter Line, Transjakarta, dan Kereta Bandara.

“Pedestrian deck Dukuh Atas sekarang ini sudah kita mulai. Mudah-mudahan ini akan membuat konektivitas di Jakarta menjadi jauh semakin baik,” tutur Pramono.

Target Peresmian dan Penyesuaian Nama Stasiun

Pramono menyatakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berharap peresmian jalur LRT Jakarta Kelapa Gading–Manggarai dapat dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto.

“Mengenai tanggalnya, mudah-mudahan pada bulan Agustus, dan memang betul saya sudah meminta untuk diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto,” kata Pramono.

Selain perkembangan proyek, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga memutuskan nama Stasiun Pegangsaan Dua dikembalikan menjadi Stasiun Kelapa Gading.

“Kenapa tidak menggunakan Pegangsaan? Karena nantinya akan ada station yang namanya Proklamasi supaya tidak membingungkan. Sehingga dengan demikian namanya tetap menjadi Kelapa Gading karena memang tempatnya ada di Kelapa Gading,” jelas Pramono.

(AKM/NID/RAD)

Trending