Connect with us

Berita

Pemerintah Kirim 65 Ton Bantuan untuk Korban NTT

Pemerintah mengirim 65 ton logistik ke NTT pada hari kelima pascagempa dengan lima pesawat TNI AU.

Logompn

Published

on

Pemerintah Kirim 65 Ton Bantuan untuk Korban NTT
Pemerintah Kirim 65 Ton Bantuan untuk Korban NTT. Gambar: Instagram/@sekretariat.kabinet

Nusa Tenggara Timur, MPN Indonesia 20 Agustus 2026 - Pemerintah kembali mengirim bantuan pemerintah bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada hari kelima pascabencana, Rabu (19/8).

Sebanyak lima pesawat TNI AU diberangkatkan dari Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, menuju wilayah terdampak dengan membawa 65 ton logistik atas instruksi Presiden Prabowo Subianto.

“Atas instruksi Bapak Presiden, hari ini, hari kelima pascabencana, tanggal 19 Agustus 2026 jam 04.00 pagi, kembali diberangkatkan lima pesawat menuju NTT. Hari ini total membawa 65 ton logistik,” kata Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam keterangan resmi.

Pengiriman tersebut menambah total logistik yang telah diangkut sejak hari pertama menjadi 253 ton.

“Jadi, sejak hari pertama 27 ton sampai dengan hari kelima ini sudah terangkut 253 ton logistik, baik itu makanan, minuman, tenda, perlengkapan kesehatan, dan perlengkapan lainnya yang dibutuhkan oleh warga terdampak di NTT,” ujar Teddy.

Dua Posko Utama Menjadi Pusat Distribusi

Selanjutnya, pemerintah menyiapkan dua posko utama untuk mempercepat penyaluran logistik ke berbagai daerah terdampak di NTT.

Posko Labuan Bajo mendistribusikan bantuan menuju:

  • Manggarai
  • Manggarai Barat
  • Manggarai Timur
  • Ngada

Sementara itu, Posko Maumere menjadi pusat distribusi menuju:

  • Sikka
  • Ende
  • Nagekeo

Distribusi Dilakukan Melalui Udara, Laut, dan Darat

Pemerintah mengoptimalkan berbagai jalur distribusi untuk mempercepat penyaluran logistik.

Jalur udara digunakan dengan mengerahkan helikopter, pesawat Cassa, serta pesawat berukuran lebih kecil menuju lokasi yang membutuhkan.

“Semua logistik didorong ke daerah-daerah tersebut menggunakan jalur udara lewat helikopter dan pesawat Cassa, kemudian lewat laut dan jalur darat,” ujar Teddy.

Baca Juga:  KA Ciremai Terjebak Longsor di Bandung Barat, Ratusan Penumpang Dievakuasi

Selain itu, distribusi juga didukung melalui jalur laut dengan pengerahan tiga kapal perang Republik Indonesia (KRI) milik TNI Angkatan Laut.

Satu kapal rumah sakit juga disiapkan untuk mendukung penanganan bencana alam di wilayah terdampak.

Berdasarkan laporan Kementerian Pekerjaan Umum, akses melalui jalur darat telah kembali dapat dilalui sejak hari kedua setelah bencana sehingga distribusi logistik dapat dilakukan melalui berbagai moda transportasi.

Pemerintah Terus Memantau Distribusi Bantuan

Pemerintah menyatakan terus memantau proses distribusi agar logistik yang telah tiba di posko segera diteruskan kepada masyarakat terdampak.

“Pemerintah terus memantau penanganan bencana di sana sehingga pelaksanaan penanganan dapat berjalan cepat dan seluruh logistik dapat secepat mungkin diterima oleh masyarakat,” kata Teddy.

Sebelum meninggalkan Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma, Teddy juga menyampaikan apresiasi kepada aparat, warga, relawan, serta seluruh pihak yang terlibat dalam proses penanganan.

“Terima kasih kepada seluruh aparat yang bertugas, kepada warga, kepada relawan, kepada siapa pun yang turut membantu penanganan bencana ini sehingga logistik dapat terkirim secepat mungkin dan dapat dirasakan manfaatnya oleh warga terdampak,” ujar Teddy.

(AKM/NID/RAD)

Trending