Connect with us

Berita

KAI Tutup 33 Perlintasan Liar, Tebet dan Kalideres Segera Ditutup Permanen

KAI Daop 1 Jakarta telah menutup 33 perlintasan liar demi keselamatan perjalanan kereta.

Logompn

Published

on

KAI Daop Tutup Perlintasan Liar, Bahayakan Warga dan Perjalanan Kereta
Perlintasan liar ditutup permanent. Gambar: Dok. Ilustrasi AI

PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 1 Jakarta menutup 33 perlintasan liar untuk meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api.

KAI menyampaikan penutupan tersebut pada Jumat (21/8), setelah dua kecelakaan yang melibatkan Commuter Line.

MPN Indonesia 22 Agustus 2026 - Selain itu, dua perlintasan liar di Tebet dan Kalideres juga akan ditutup permanen melalui koordinasi dengan pemangku kepentingan setempat.

“Sesuai program prioritas, KAI Daop 1 Jakarta sudah melakukan penutupan 33 perlintasan liar yang membahayakan masyarakat maupun perjalanan KA,” kata Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo kepada awak media, Jumat (21/8).

Penutupan Perlintasan Dilakukan sebagai Bagian Program Keselamatan

Franoto mengatakan penutupan dilakukan karena perlintasan liar dinilai membahayakan masyarakat maupun perjalanan kereta.

Langkah tersebut menjadi bagian dari program peningkatan keselamatan di wilayah operasional Daop 1 Jakarta.

Dua perlintasan liar yang sebelumnya menjadi lokasi kecelakaan juga dipastikan akan ditutup permanen.

Lokasi tersebut berada di wilayah Kalideres, Jakarta Barat, dan Tebet, Jakarta Selatan.

“Perlintasan liar yang membahayakan perjalanan KA dan masyarakat, kita akan komunikasi dan koordinasi dengan kewilayahan setempat dan juga sosialisasi serta edukasi kepada masyarakat, untuk dilakukan peningkatan keselamatan yaitu dengan cara ditutup permanen,” jelas Franoto.

Ia menambahkan perlintasan tersebut sebelumnya sudah masuk dalam daftar penutupan. Sosialisasi kepada masyarakat sekitar juga telah dilakukan.

“Betul (sudah masuk dalam daftar yang akan ditutup KAI), kita sudah sosialisasi ke masyarakat sekitar,” ujarnya.

Edukasi Keselamatan Terus Dilakukan

Selain melakukan penutupan perlintasan, KAI bersama para pemangku kepentingan menyatakan akan terus memberikan edukasi kepada masyarakat.

Sosialisasi dilakukan untuk meningkatkan kepatuhan terhadap aturan keselamatan di sekitar jalur kereta.

Baca Juga:  Rel Kereta di Grobogan Terendam Arus Deras Banjir, Beberapa Perjalanan Terkena Imbasnya

“KAI bersama stakeholder secara kontinu melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat untuk tertib dan berperilaku safety baik di perlintasan maupun di jalur KA,” ujar Franoto.

KAI Daop 1 Jakarta juga menyatakan kesiapan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk meningkatkan keselamatan di perlintasan sebidang.

“Kita siap berkoordinasi dengan Pemprov DKI Jakarta untuk meningkatkan keselamatan di perlintasan sebidang,” ujar Franoto.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan pemerintah daerah akan terus berkolaborasi dengan PT KAI untuk mencegah masyarakat maupun kendaraan tertabrak kereta.

Ia juga mengatakan Pemprov DKI telah membangun pagar di sejumlah ruas jalur kereta agar masyarakat tidak menyeberangi rel secara sembarangan.

Franoto juga kembali mengingatkan masyarakat agar tidak beraktivitas di jalur rel maupun di sekitar lintasan kereta.

Masyarakat diminta memastikan kondisi aman sebelum melintasi perlintasan sebidang.

“Tengok kanan-kiri, yakinkan tidak ada KA yang akan melintas, baru boleh lewat,” tutupnya.

(AKM/NID/RAD) 

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending