Berita
Taman Nasional Way Kambas di Lampung Timur Terbakar
Kebakaran Hutan Taman Nasional Way Kambas di Lampung Timur, Lampung, masih dalam proses pemadaman oleh tim gabungan hingga Sabtu (22/8).
Lampung, MPN Indonesia 23 Agustus 2026 - Hutan Taman Nasional Way Kambas di Kabupaten Lampung Timur, Lampung, mengalami kebakaran sejak Jumat (21/8).
Hingga Sabtu (22/8), tim gabungan masih melakukan pemadaman di kawasan konservasi tersebut.
Proses pemadaman menghadapi kendala berupa medan yang sulit, kondisi lahan yang kering, dan minimnya sumber air.
Kepala Balai Taman Nasional Way Kambas MHD Zaidi membenarkan peristiwa tersebut.
“Benar, terjadi kebakaran sejak kemarin siang, saat ini tim gabungan baik dari balai dibantu TNI-Polri serta relawan masih melakukan upaya pemadaman,” kata Zaidi, Sabtu (22/8).
Kebakaran mulai terjadi pada Jumat (21/8) siang. Peristiwa tersebut terekam dalam sejumlah video yang beredar di media sosial.
Kobaran api terlihat membakar vegetasi yang mengering akibat musim kemarau sehingga api menyebar di kawasan hutan konservasi.
Sementara itu, petugas gabungan telah berada di lokasi sejak awal kejadian untuk melakukan pemadaman.
Tim yang terlibat berasal dari Balai Taman Nasional Way Kambas, TNI, Polri, relawan, serta masyarakat yang membantu penanganan di lapangan.
Kendala Pemadaman Api
Proses pemadaman masih berlangsung hingga Sabtu (22/8). Petugas menghadapi sejumlah kendala yang membuat penanganan api membutuhkan waktu lebih lama.
Zaidi menjelaskan kondisi lapangan menyulitkan mobilisasi personel maupun peralatan.
“Kondisi lapangan sangat kering dan tidak ada air. Kendaraan tidak bisa masuk ke lokasi, harus berjalan kaki,” ujarnya.
Selain itu, akses menuju titik kebakaran hutan tidak dapat dilalui kendaraan bermotor. Akibatnya, petugas harus berjalan kaki untuk mencapai lokasi yang terbakar.
Luas Lahan Masih Diselidiki
Balai Taman Nasional Way Kambas belum dapat memastikan luas area yang terdampak.
Petugas masih memprioritaskan upaya melokalisasi dan memadamkan api agar tidak meluas ke bagian lain kawasan konservasi.
Zaidi mengatakan proses pendataan masih berlangsung.
“Masih dalam proses pendataan. Ada beberapa kendala memang di antaranya akses yang sulit dilalui oleh kendaraan,” katanya.
Karena fokus utama masih berada pada penanganan di lapangan, dokumentasi terbaru dari lokasi juga belum dapat dihimpun.
“Teman-teman lagi berjibaku di lapangan, belum bisa kita mintain dokumentasi,” ujar Zaidi.
Penyebab Diduga Dibakar oleh Pemburu Liar
Selain melakukan pemadaman, pihak balai juga menyoroti dugaan penyebab kebakaran hutan tersebut.
Zaidi menyebut terdapat dugaan berdasarkan pola kejadian pada tahun-tahun sebelumnya.
Ia menduga kebakaran dipicu oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
“Saya yakinnya begitu. Ada dugaan seperti tahun-tahun sebelumnya, sengaja dibakar oleh pemburu liar,” tegas Zaidi.
Meski demikian, dugaan tersebut belum disertai rincian lebih lanjut mengenai pelaku maupun hasil penyelidikan.
Fokus petugas saat ini tetap berada pada pengendalian api di kawasan konservasi.
Dalam penanganan kejadian saat ini, pihak balai menyampaikan masih membutuhkan dukungan tambahan di lapangan.
“Kami butuh bantuan personel, logistik, dan mesin pompa portable,” kata Zaidi.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
