Connect with us

Olahraga

Jonatan Christie bakal Raih Gelar Ranking 1 Dunia meski Terhenti di 16 Besar BWF 2026

Jonatan Christie diproyeksikan menjadi peringkat 1 dunia BWF pada 25 Agustus 2026 setelah para pesaingnya tersingkir di Kejuaraan Dunia.

Logompn

Published

on

Jonatan Christie bakal Raih Gelar Ranking 1 Dunia meski Terhenti di 16 Besar BWF
Jonatan Christie bakal Raih Gelar Ranking 1 Dunia meski Terhenti di 16 Besar BWF 2026. Gambar: Instagram/@jonatanchristieofficial

MPN Indonesia 24 Agustus 2026 - Jonatan Christie bakal menjadi tunggal putra nomor satu dunia setelah pembaruan ranking BWF pada Selasa (25/8), meski langkahnya terhenti di babak 16 besar Kejuaraan Dunia 2026 di Indira Gandhi Indoor Stadium, New Delhi, India.

Peringkat tersebut ditentukan berdasarkan akumulasi poin dalam 52 pekan terakhir, sementara hasil para pesaing turut memengaruhi perubahan posisi.

Status itu diproyeksikan diraih setelah pembaruan peringkat resmi oleh The Badminton World Federation.

Akumulasi Poin Membuka Jalan ke Peringkat Teratas

Sistem peringkat BWF tidak hanya menghitung hasil dari satu turnamen.

Ranking dunia BWF dihitung berdasarkan hasil turnamen dalam periode 52 pekan terakhir.

Bagi pemain yang mengikuti 11 turnamen atau lebih, 10 perolehan poin tertinggi digunakan dalam penghitungan ranking.

Jonatan Christie memang gagal melangkah lebih jauh setelah kalah dari Rasmus Gemke pada babak 16 besar.

Pebulu tangkis Indonesia itu sempat memenangi gim pertama sebelum akhirnya kalah 21-11, 13-21, 18-21.

Meski kehilangan poin dari Kejuaraan Dunia 2026, akumulasi hasil turnamen lain membuat posisinya tetap meningkat.

Perbaikan capaian di sejumlah ajang menjadi faktor utama kenaikan poin.

Sementara itu, Jonatan masih mempertahankan poin dari gelar Denmark Open 2025, Hylo Open 2025, dan Korea Open 2025 karena ketiga turnamen tersebut masih berada dalam periode penghitungan 52 pekan.

Hasil Rival Ikut Memengaruhi Persaingan

Selain peningkatan performanya sendiri, perubahan posisi juga dipengaruhi hasil para pesaing pada Kejuaraan Dunia 2026.

Shi Yu Qi yang sebelumnya menempati peringkat pertama dunia kehilangan banyak poin setelah tersingkir pada babak pertama.

Baca Juga:  Hasil Badminton SEA Games 2025: Kalah Telak 1-3 dari Thailand, Tim Putri Indonesia Dipaksa Puas dengan Medali Perak

Pebulu tangkis China itu gagal mempertahankan poin sebagai juara dunia edisi 2025.

Sejumlah pesaing lain juga gagal memaksimalkan hasil di turnamen tersebut. Mereka meliputi:

  • Shi Yu Qi
  • Christo Popov
  • Kunlavut Vitidsarn
  • Chou Tien Chen
  • Anders Antonsen

Khusus Chou Tien Chen, langkahnya terhenti pada babak semifinal setelah kalah dari Kodai Naraoka dengan skor 21-17, 11-21, dan 10-21.

Hasil tersebut menutup peluangnya mengejar perolehan poin Jonatan Christie.

Proyeksi Ranking Pekan ke-35

Pembaruan ranking pekan ke-35 dijadwalkan diumumkan pada Selasa (25/8).

Jonatan diproyeksikan naik dua peringkat dan menempati posisi pertama dunia dengan koleksi 87.631 poin.

Jumlah tersebut menempatkannya di atas Christo Popov yang diperkirakan mengumpulkan 87.002 poin.

Apabila proyeksi tersebut terwujud, Indonesia kembali memiliki tunggal putra nomor satu dunia setelah penantian selama 26 tahun sejak era Taufik Hidayat.

Perubahan tersebut terjadi setelah seluruh hasil Kejuaraan Dunia 2026 masuk ke dalam perhitungan ranking mingguan The Badminton World Federation.

Perjalanan di Kejuaraan Dunia Berakhir pada Babak 16 Besar

Pada Kejuaraan Dunia 2026, Jonatan Christie mengawali pertandingan babak ketiga dengan baik saat menghadapi Rasmus Gemke.

Ia merebut gim pertama dengan skor 21-11. Namun wakil Denmark itu membalikkan keadaan melalui kemenangan 21-13 dan 21-18 pada dua gim berikutnya sehingga langkah Jonatan terhenti di babak 16 besar.

Hasil tersebut membuat Jonatan kehilangan poin dibanding pencapaiannya pada Kejuaraan Dunia tahun sebelumnya. Pada edisi 2025, ia mampu mencapai babak perempat final.

Meski demikian, total akumulasi poin sepanjang musim tetap cukup untuk mengantarkannya ke posisi teratas ranking dunia berdasarkan proyeksi pembaruan BWF.

(AKM/NID/RAD)

Trending