Olahraga
Fajar/Fikri Juara Denmark Open 2026 usai Tumbangkan Ganda Malaysia
Fajar/Fikri juara Denmark Open 2026 usai mengalahkan Aaron Chia/Soh Wooi Yik 21-8, 21-11.
MPN Indonesia 19 Oktober 2026 - Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri berhasil menjuarai Denmark Open 2026 setelah mengalahkan ganda putra Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik.
Pasangan Indonesia tersebut menang dua gim langsung dengan skor 21-8, 21-11 pada pertandingan final di SJF Bank Arena, Odense, Denmark, Minggu (18/10).
Fajar/Fikri menyelesaikan pertandingan dalam waktu 31 menit dengan menerapkan permainan menyerang sejak gim pertama.
Kemenangan tersebut sekaligus mengubah rekor pertemuan kedua pasangan menjadi 3-2 untuk keunggulan wakil Indonesia.
“Alhamdulillah sangat bersyukur setelah tahun lalu gagal di final, kali ini kami bisa menjuarai Denmark Open. Semoga menjadi awal untuk prestasi kami ke depannya lebih lagi ya, motivasi dan percaya diri lebih meningkat. Kekalahan di Asian Games kemarin memacu kami berdua untuk mencapai hasil yang terbaik lagi,” ujar Fajar, dikutip MPN Indonesia dari tim Humas dan Media PP PBSI pada Senin (19/10).
Hasil Pertandingan Fajar/Fikri di Final Denmark Open 2026
Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri langsung memberikan tekanan kepada Aaron Chia/Soh Wooi Yik pada gim pertama.
Pasangan Indonesia membuka pertandingan dengan keunggulan 2-1 sebelum memperlebar jarak menjadi 5-1.
Fajar/Fikri mempertahankan pola serangan hingga unggul 9-1.
Aaron/Soh kemudian berusaha mengejar ketertinggalan, tetapi pasangan Indonesia tetap memimpin 11-3 saat interval gim pertama.
Selepas interval, Aaron/Soh menambah poin dan memperkecil ketertinggalan menjadi 5-12.
Namun, Fajar/Fikri kembali memperlebar keunggulan hingga mencapai skor 16-5.
Pasangan Indonesia terus mengumpulkan poin hingga unggul 19-8.
Fajar/Fikri akhirnya mengamankan gim pertama dengan skor 21-8.
Memasuki gim kedua, Aaron/Soh mengawali pertandingan dengan keunggulan 4-0.
Fajar/Fikri kemudian membalikkan keadaan menjadi 5-4 setelah memperoleh lima poin beruntun.
Keunggulan pasangan Indonesia bertambah menjadi 7-4 sebelum menutup interval gim kedua dengan skor 11-6.
Fajar/Fikri terus memberikan tekanan hingga memperlebar jarak menjadi 17-9.
Aaron/Soh sempat menambah dua poin untuk mengubah kedudukan menjadi 17-11.
Namun, Fajar/Fikri merebut empat poin berikutnya dan menutup pertandingan dengan skor 21-11.
Fajar Alfian Ungkap Strategi Mengalahkan Ganda Malaysia
Fajar menjelaskan bahwa kecepatan shuttlecock menjadi salah satu faktor dalam menentukan strategi pertandingan.
Ia bersama Fikri memilih bermain menyerang untuk membatasi perkembangan permainan Aaron/Soh.
“Kami sudah sangat sering bertemu Aaron/Soh bahkan sejak sebelum kami berpasangan jadi sudah tahulah kelemahan dan kelebihan masing-masing. Shuttlecock sangat kencang lajunya jadi kami tidak mau bermain bertahan, kami dari awal selalu menekan, selalu bermain menyerang jadi lawan juga tidak bisa berkembang,” ujar Fajar.
Kedua pasangan telah beberapa kali bertemu, termasuk sebelum Fajar dan Fikri bermain bersama.
Pengalaman tersebut membuat mereka mengenali kelebihan dan kelemahan masing-masing lawan.
Strategi menyerang tersebut diterapkan Fajar/Fikri sepanjang pertandingan final.
Kemenangan itu juga membuat catatan pertemuan mereka atas Aaron/Soh berubah menjadi 3-2.
Fikri Ceritakan Motivasi setelah Kegagalan Final
Gelar Denmark Open 2026 diraih Fajar/Fikri setelah gagal menjuarai turnamen yang sama pada 2025.
Keduanya juga menjadikan kekalahan pada Asian Games 2026 sebagai motivasi tambahan.
Sebelum mencapai final, pasangan Indonesia tersebut mengalahkan Liang Wei Keng/Wang Chang dari China.
Kemenangan itu sekaligus membalas kekalahan mereka dari pasangan tersebut di Aichi-Nagoya.
“Pasti mindset saya setiap pertandingan itu saya anggap awal lagi, baru lagi, dari nol lagi. Jadi kami jangan cepat puas juga. Seperti tadi main di final, sayang banget kalau nggak semangat makanya tadi saya coba teriak-teriak untuk menebus rasa sedih tahun lalu yang sebetulnya bisa juara dan saya ingin memperbaikinya termasuk juga kekalahan di Asian Games kemarin,” ungkap Fikri.
Fikri juga menjelaskan pengaruh pengalaman Fajar terhadap perkembangan permainannya.
Ia mengaku mendapatkan pelajaran dan motivasi dari rekannya tersebut.
“Kalau sebelumnya, untuk saya terutama sering tidak maksimal ketika di final, tapi tahun ini dengan pengalaman Fajar yang sudah melanglangbuana jadi banyak pelajaran dan motivasi yang saya dapat. Selain itu, mungkin saya juga sudah semakin dewasa jadi tidak terlalu banyak yang dipikirkan. Saya mencoba untuk sudah nggak usah banyak terlalu mikir apa-apa, yang penting banyak usaha, ikhitiar dan doa,” pungkas Fikri.
Pada catatan perjalanan mereka, Fajar/Fikri pernah menjuarai China Open 2025 sebelum mengalami lima kekalahan beruntun pada pertandingan final.
Setelah menjuarai Japan Open 2026, mereka berhasil memenangi tiga final terakhir yang dijalani.
Gelar di Odense juga menjadi satu-satunya gelar yang diraih Indonesia pada ajang Denmark Open tahun ini.
Fajar turut menyampaikan pandangannya mengenai perkembangan prestasi bulu tangkis Indonesia.
“Prestasi bulu tangkis Indonesia beberapa bulan terakhir sedang cukup baik, semoga terus berprestasi, terus berkembang meraih titel-titel lainnya. Tidak hanya di senior, tapi juga di junior,” sambung Fajar.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
