Connect with us

Berita

Hasil Muktamar NU 2026: Gus Kikin Resmi Terpilih jadi Ketum PBNU

Gus Kikin resmi menjadi Ketua Umum PBNU 2026–2031 setelah meraih 472 suara dan ditetapkan secara mufakat oleh AHWA dalam Muktamar NU ke-35.

Logompn

Published

on

Hasil Muktamar NU 2026 Gus Kikin Resmi Terpilih jadi Ketum PBNU
Hasil Muktamar NU 2026 Gus Kikin Resmi Terpilih jadi Ketum PBNU. Gambar: YouTube/Sekretariat Presiden

MPN Indonesia 31 Agustus 2026 - Hasil Muktamar NU ke-35 menetapkan KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU masa khidmah 2026–2031.

Keputusan tersebut diumumkan di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Senin (31/8), setelah Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) menggelar musyawarah tertutup.

Penetapan dilakukan setelah Gus Kikin memperoleh suara terbanyak dalam penjaringan calon ketua umum.

“Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026–2031,” ujar  KH Anwar Iskandar saat membacakan keputusan AHWA, dikutip MPN Indonesia melalukan kanal resmi Youtube Sekretariat Presiden, Senin (31/8).

Penetapan Ketua Umum Melalui Musyawarah AHWA

Musyawarah AHWA berlangsung secara tertutup di Ndalem Kasepuhan pada pukul 06.20 WIB hingga 07.00 WIB.

Kegiatan diawali dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.

Menurut KH Anwar Iskandar, berita acara penetapan Ketua Umum PBNU telah ditandatangani sembilan anggota AHWA.

Adapun anggota AHWA yang menandatangani berita acara tersebut meliputi:

  • KH Nurul Huda Dazuli
  • TGK KH Nuruzzahri Yahya
  • KH Baharuddin HS
  • KH Miftakhul Akhyar
  • KH Afifuddin Muhajir
  • KH Anwar Iskandar
  • KH Anwar Manshur
  • KH Said Aqil Siradj
  • KH Abun Bunyamin

Perolehan Suara Lima Besar Calon Ketua Umum

Sebelum musyawarah AHWA dilaksanakan, para muktamirin terlebih dahulu melakukan penjaringan calon Ketua Umum PBNU.

Hasil pemungutan suara menghasilkan lima nama dengan dukungan terbanyak.

Perolehan suara lima besar calon Ketua Umum PBNU adalah:

  • Gus Kikin – 472 suara
  • KH Zulfa Mustofa – 262 suara
  • KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) – 261 suara
  • KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) – 258 suara
  • KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) – 155 suara
Baca Juga:  Eks Menteri Ekonomi Kwik Kian Gie Meninggal Dunia di Usia 90 Tahun

Dari total 2.397 suara yang masuk, KH Abdul Hakim Mahfudz memperoleh 472 suara.

Hasil tersebut menempatkannya sebagai peraih suara terbanyak sebelum diajukan kepada Rais Aam terpilih untuk memperoleh izin tertulis.

Selanjutnya, sembilan anggota AHWA menggelar musyawarah dan secara mufakat menetapkan KH Abdul Hakim Mahfudz sebagai Ketua Umum PBNU masa khidmah 2026–2031.

Penandatanganan Pakta Integritas

Usai ditetapkan sebagai Ketua Umum PBNU, KH Abdul Hakim Mahfudz menandatangani pakta integritas yang disiapkan AHWA.

“Dan pengurus yang sekarang diputuskan atau dipilih dan ditetapkan oleh Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) akan menandatangani sebuah pakta integritas,” ujar KH Anwar Iskandar.

Ia belum menjelaskan isi pakta integritas tersebut. Namun, menurutnya, dokumen itu bertujuan agar kepemimpinan organisasi dapat berjalan dengan baik.

“Sehingga akan berjalan dengan sebaik-baiknya dalam menakhodai NU ke depan,” ujar KH Anwar Iskandar.

Setelah itu, KH Abdul Hakim Mahfudz menandatangani dokumen yang disebut sebagai “kontrak jam’iah” dengan iringan Selawat Badar.

 (AKM/NID/RAD) 

Trending