Connect with us

Berita

10 Ribu Warga Hadiri Apel Kebangsaan dan Deklarasi Damai di Aceh Tengah

Lebih dari 10 ribu warga menghadiri apel kebangsaan dan deklarasi damai di Aceh Tengah. Kegiatan digelar untuk memperkuat persatuan dan menjaga NKRI.

Logompn

Published

on

10 Ribu Warga Hadiri Apel Kebangsaan dan Deklarasi Damai di Aceh Tengah
10 Ribu Warga Hadiri Apel Kebangsaan dan Deklarasi Damai di Aceh Tengah. Gambar: Dok. Istimewa

Aceh, MPN Indonesia 30 Agustus 2026 - Lebih dari 10 ribu warga menghadiri apel kebangsaan dan deklarasi damai di Lapangan Pacuan Kuda Kampung Blang Bebangka, Kecamatan Pegasing, Kabupaten Aceh Tengah, Aceh, Minggu (30/8).

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus penutupan pacuan kuda tradisional Gayo.

Apel diikuti masyarakat bersama unsur pemerintah, TNI, Polri, serta tokoh daerah untuk meneguhkan komitmen menjaga persatuan, kedamaian, dan keutuhan NKRI.

“Apel kebangsaan dan deklarasi damai yang dilaksanakan hari ini menjadi momentum untuk memupuk jiwa kebangsaan masyarakat Tanoh Gayo, memperkuat kecintaan kepada tanah air, serta meneguhkan komitmen kita untuk senantiasa setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga dalam keterangan resminya.

Apel Kebangsaan dan Deklarasi Damai
Apel Kebangsaan dan Deklarasi Damai. Gambar: Dok. Istimewa

Apel Kebangsaan Dihadiri Para Tokoh

Kegiatan dimulai sekitar pukul 09.40 WIB di Lapangan Pacuan Kuda Kampung Blang Bebangka, Kecamatan Pegasing, Kabupaten Aceh Tengah.

Acara tersebut dirangkai dengan penutupan pacuan kuda tradisional Gayo yang digelar dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Sejumlah pejabat dan tokoh menghadiri kegiatan tersebut, di antaranya:

  • Ketua KONI Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman.
  • Ketua Umum PP Pordasi Triwatty Marciano.
  • Danrem 011/Lilawangsa Brigjen TNI Ali Imran.
  • Bupati Aceh Tengah Drs. Haili Yoga, M.Si.
  • Bupati Bener Meriah Ir. Tagore Abu Bakar.
  • Bupati Gayo Lues Suhaidi, S.Pd., M.Si.
  • Wakil Bupati Aceh Tengah Muhcsin Hasan, M.SP.
  • Ketua DPRK Aceh Tengah Fitriana Mugie.
  • Kajari Aceh Tengah Hendri Yanto, S.H., M.H.
  • Dandim 0106/Aceh Tengah Letkol Czi Rudy Haryanto.
  • Dandim 0119/Bener Meriah Letkol Arh. Febri Adyanto, S.H.
  • Kapolres Aceh Tengah AKBP Muhamad Taufik, S.K., M.H.
Baca Juga:  Mendagri Sebut 25 Desa di Sumatra Hilang akibat Banjir Bandang dan Longsor

Selain itu, hadir pula perwakilan Danbrigif TP 47/AR, Ketua Pengadilan Negeri Takengon Fatria Gunawan, S.H., M.H., Ketua Mahkamah Syar’iyah Takengon Wein Suhada, S.Ag., S.H., M.C.I., Ketua MPU Aceh Tengah Amri Jalaludin, Ketua Pordasi Aceh Tengah Rahmadi Bentara, Ketua Pembela Tanah Air (PETA) Aceh Tengah Helmi, serta anggota PETA Aceh Tengah.

Deklarasi Dibacakan Bersama sebagai Komitmen Menjaga NKRI

Dalam kegiatan tersebut, seluruh peserta membacakan deklarasi damai Aceh secara bersama-sama.

Deklarasi tersebut menjadi bentuk komitmen menjaga persatuan, kedamaian, serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Selanjutnya, Bupati Aceh Tengah Haili Yoga menyampaikan kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Menurutnya, pelaksanaan kegiatan memiliki makna penting bagi masyarakat tanah gayo dalam memperkuat semangat kebangsaan dan kecintaan terhadap tanah air.

Pacuan Kuda Tradisional jadi Bagian Pelestarian Budaya

Setelah pelaksanaan deklarasi damai, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penutupan pacuan kuda tradisional Gayo.

Ketua KONI Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman menyampaikan ajang tersebut tidak hanya menjadi olahraga, tetapi juga bagian dari pelestarian budaya masyarakat Gayo.

Marciano mengatakan pacuan kuda turut menjadi sarana pembinaan atlet menghadapi berbagai ajang olahraga nasional.

Ia juga menyebut cabang olahraga tersebut direncanakan kembali dipertandingkan pada PON XXII/2028 di Sumba, Nusa Tenggara Timur.

Menurut Marciano, penyelenggaraan pacuan kuda juga menghadirkan konsep sport tourism yang memberikan hiburan bagi masyarakat Aceh setelah daerah itu menghadapi bencana beberapa waktu lalu.

“Pacuan kuda ini memiliki dampak positif bagi masyarakat karena selain menjadi olahraga, juga merupakan bagian dari pelestarian tradisi yang begitu melekat dengan budaya masyarakat,” ujar Marciano.

Rangkaian apel kebangsaan di Aceh Tengah, pembacaan deklarasi damai, dan penutupan pacuan kuda tradisional Gayo berakhir sekitar pukul 11.15 WIB.

Baca Juga:  Tak Lupakan Indonesia, Shin Tae-yong Kirim Bantuan untuk Korban Bencana di Aceh

Seluruh kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar.

Hingga kegiatan selesai, tidak dilaporkan adanya gangguan selama pelaksanaan acara di kawasan Tanah Gayo.

(AKM/NID/RAD)

Trending