Connect with us

Berita

TPA Putri Cempo Solo Kebakaran, Satu RT Dievakuasi

TPA Putri Cempo Solo kebakaran pada Rabu petang. Api meluas akibat angin kencang hingga satu RT dievakuasi karena terdampak asap pekat.

Logompn

Published

on

TPA Putri Cempo Solo Kebakaran
TPA Putri Cempo Solo Kebakaran. Gambar: TikTok/@nindrazendi

Jawa Tengah, MPN Indonesia 3 September 2026 - TPA Putri Cempo Solo mengalami kebakaran pada Rabu (2/9) petang. Insiden terjadi di Tempat Pembuangan Akhir Putri Cempo, Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Kota Solo, Jawa Tengah.

Api dilaporkan muncul dari beberapa titik dan meluas akibat angin kencang.

Dampaknya, satu RT dievakuasi karena terdampak asap pekat, sementara puluhan petugas gabungan berupaya memadamkan api.

“Kita memastikan warga yang terdampak kita evakuasi. Sesegera mungkin kita antisipasi agar tidak ada hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Wali Kota Solo, Respati Ardi kepada awak media.

Pemerintah Kota Solo juga membagikan masker kepada warga di sekitar lokasi.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi dampak paparan asap selama proses penanganan kebakaran berlangsung.

BPBD Solo Siapkan Logistik untuk Warga yang Dievakuasi

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Solo menyiapkan kebutuhan dasar bagi warga yang meninggalkan rumah mereka.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Kota Solo, Ari Dwi Daryatmo, mengatakan evakuasi dilakukan berdasarkan permintaan warga yang terdampak.

“Sesuai laporan dari Bu Lurah, warga minta dievakuasi ke kelurahan karena agak terdampak. Kita dari BPBD sudah siapkan matras, selimut, dan logistik lainnya juga,” ujar Ari.

  • RT 3 RW 39, Kelurahan Mojosongo.
  • Warga yang meminta dievakuasi karena tidak tahan dengan asap pekat.
  • BPBD menyiapkan matras, selimut, serta logistik pendukung.

Selain evakuasi, pemerintah daerah membagikan masker kepada masyarakat di sekitar kawasan TPA untuk meminimalkan gangguan kesehatan akibat asap.

Api Meluas karena Angin Kencang

Wali Kota Solo menjelaskan informasi awal menunjukkan kebakaran berasal dari satu titik. Namun, kondisi angin membuat api cepat merambat ke area lain.

Baca Juga:  Update Terbaru Kebakaran Hebat di Glodok Plaza, 9 Orang Tewas dan 14 Masih Hilang

“Informasi awal ada satu blok. Tapi karena besarnya angin, merambat ke blok sebelahnya,” ujar Respati.

Informasi yang dihimpun menunjukkan titik awal kebakaran berasal dari Blok D. Respati membenarkan informasi tersebut saat dikonfirmasi.

Sementara itu, laporan dari lokasi menyebut api juga membakar Blok B. Dalam waktu kurang dari dua jam, kobaran api dilaporkan telah melahap sekitar satu hektare area di kedua blok tersebut.

Lebih dari 20 unit mobil pemadam kebakaran gabungan dari wilayah Solo Raya dikerahkan ke lokasi.

Petugas menghadapi kesulitan karena kondisi tumpukan sampah yang tidak kokoh sehingga kendaraan pemadam sulit mendekati titik api.

Di tengah kawasan yang terbakar juga terdapat menara Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET). Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian dalam proses penanganan kebakaran.

Kebakaran Dilaporkan Mulai Terlihat saat Maghrib

Lurah Mojosongo, Katarina Kartika Panca Chris Daryani, mengatakan dirinya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 18.00 WIB.

“Saya ditelepon sama Pak RW 30, katanya Putri Cempo kebakaran,” ujarnya, dalam keterangan terpisah.

Ia menambahkan laporan juga datang dari Ketua RW 39 ketika dirinya masih berada di perjalanan pulang.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Herwin Tri Nugroho, mengatakan dugaan awal kebakaran berasal dari tumpukan sampah.

“Iya, dari tumpukan sampah, tapi kan tertutup apa, nggak kelihatan dari pos ya, karena di belakang gedung. Terus karena angin sore malam ini apa, kenceng, jadi memperluas titik api,” ujarnya.

Selain angin yang bertiup cukup kencang, kondisi kemarau membuat tumpukan sampah mengering sehingga api lebih mudah menjalar.

Keberadaan gas metana di dalam timbunan sampah juga disebut mempercepat penyebaran api.

 (AKM/NID/RAD) 

Trending