Connect with us

Berita

Dua Relawan Pemadam Karhutla di Kalimantan Tengah Meninggal Dunia

Dua relawan pemadam karhutla di Kalimantan Tengah meninggal setelah mengalami gangguan kesehatan saat bertugas di Kobar dan Palangka Raya.

Logompn

Published

on

Dua Relawan Pemadam Karhutla di Kalimantan Tengah Meninggal Dunia
Dua Relawan Pemadam Karhutla di Kalimantan Tengah Meninggal Dunia. Gambar: Instagram/@damkarkobar dan Dok. BPBD Palangka Raya

Kalimantan Tengah, MPN Indonesia 3 September 2026 - Dua relawan pemadam kebakaran yang terlibat dalam penanganan karhutla di Kalimantan Tengah meninggal dunia usai mengalami gangguan kesehatan saat bertugas.

Ahmadin alias Itam Madin meninggal di Kabupaten Kotawaringin Barat pada Minggu (30/8) setelah menjalani perawatan akibat sesak napas.

Sementara Akhmad Rizani, Ketua Tim Serbu Api Kecamatan (TSAK) Jekan Raya, meninggal di Palangka Raya pada Kamis (27/8) setelah enam hari menjalani perawatan di rumah sakit.

Ahmadin merupakan relawan Damkar Huma Singgah Itah yang ikut menangani kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Kotawaringin Barat.

Ia sempat dirawat di RSUD Sultan Imanudin Pangkalan Bun setelah mengalami sesak napas akibat paparan asap selama sekitar satu pekan.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kobar, Dwi Agus Suhartono, konfirmasi dua anggota Satgas Karhutla yang menjalani perawatan di rumah sakit.

“Kepergian Ahmadin menjadi pukulan bagi keluarga, rekan sesama relawan, serta para petugas yang selama ini berjuang menangani karhutla,” ujar Dwi, dikutip MPN Indonesia dari Detik.com pada Kamis (3/9).

Ahmadin kemudian meninggal dunia, sedangkan satu petugas lainnya masih menjalani perawatan.

Kebakaran Hutan di Kalimantan Tengah Telan Korban Relawan

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kobar menyebut para relawan menghadapi berbagai risiko saat bertugas memadamkan api.

Mereka bekerja di tengah suhu panas, asap pekat, serta medan yang sulit dijangkau.

Kondisi tersebut dihadapi dalam penanganan kebakaran hutan yang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat.

Sementara itu, duka serupa juga terjadi di Kota Palangka Raya.

Akhmad Rizani, Ketua TSAK Jekan Raya, meninggal dunia setelah menjalani perawatan selama enam hari di RS Betang Pambelum.

Baca Juga:  Mobil Terbakar saat Isi Pertalite di SPBU Cemplang Bogor, Satu Orang Luka

Rizani sebelumnya mengalami penurunan kondisi kesehatan ketika bertugas di lokasi kebakaran lahan di Jalan Rungan, kawasan belakang Kantor Kecamatan Jekan Raya.

Rekan-rekannya segera mengevakuasi Rizani menuju Kantor BPBD sebelum akhirnya dirujuk ke rumah sakit.

“Saat itu dia angkat tangan, sambil memegang dada, dikira kami bercanda, ternyata benar-benar drop,” kata Wakil TSAK Jekan Raya, Mulyadi.

Menurut Mulyadi, Rizani merupakan relawan yang hampir selalu turun ke lapangan setiap kali terjadi karhutla.

“Orangnya baik, pekerja keras, dan ulet kalau di lapangan,” ujar Mulyadi.

Riwayat Perawatan dan Keterangan Pemerintah Kota

Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin menyampaikan belasungkawa saat melayat ke rumah duka pada Kamis (27/8).

Ia mengatakan, keluarga menyampaikan bahwa almarhum memiliki riwayat hipertensi sebelum meninggal dunia.

“Almarhum memiliki riwayat hipertensi. Berdasarkan keterangan keluarga, kondisi tersebut menjadi salah satu penyebab meninggalnya almarhum setelah sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit,” kata Fairid, dikutip MPN Indonesia dari laman resmia Media Center Kota Palangkaraya pada Kamis (3/9).

Fairid menjelaskan, sebelum menjalani perawatan, Rizani sempat menuju lokasi karhutla di Petuk Katimpun usai menerima laporan dari anggota TSAK menyelesaikan pemadaman.

Sebagai koordinator TSAK Palangka Raya, Rizani melakukan pengecekan pascapemadaman.

Saat berada di sekitar lokasi, kondisi kesehatannya menurun sehingga langsung dievakuasi ke rumah sakit.

“Informasi yang kami terima, sebelum berangkat ke lokasi kondisi almarhum memang kurang sehat. Kemungkinan kondisi tersebut ditambah cuaca panas, kabut asap, dan faktor lainnya menyebabkan beliau tiba-tiba drop sehingga langsung dievakuasi untuk mendapatkan perawatan,” ujar Fairid.

(AKM/NID/RAD)

Trending