Connect with us

Politik

Pidato Prabowo di KTT BRICS: Kami Tidak Suka Didikte oleh Kekuatan Tertentu, Kami Perkuat Perdamaian

Prabowo Subianto menegaskan Indonesia tak ingin didikte kekuatan tertentu dan mendorong kemandirian, persatuan Global South, serta penguatan BRICS.

Logompn

Published

on

Pidato Prabowo di KTT Brics Kami Tidak Suka Didikte oleh Kekuatan Tertentu, Kami Perkuat Perdamaian
Pidato Prabowo di KTT Brics: Kami Tidak Suka Didikte oleh Kekuatan Tertentu, Kami Perkuat Perdamaian. Gambar: YouTube/Sekretariat Presiden

MPN Indonesia 14 September 2026 - Presiden Prabowo Subianto berpidato saat sesi Inclusive Global Governance and Strengthening Multilateralism pada KTT BRICS 2026 di Bharat Mandapam, New Delhi, India, Sabtu (12/9).

Ia mengungkapkan, Indonesia tidak ingin berada di bawah dikte kekuatan tertentu.

Pernyataan itu disampaikan saat berpidato dalam sesi Inclusive Global Governance and Strengthening Multilateralism pada KTT BRICS 2026 di Bharat Mandapam, New Delhi, India, Sabtu (12/9).

Prabowo juga menekankan pentingnya memperkuat ketahanan nasional, serta mempererat persatuan Global South.

Disampaikan pula pentingnya memperluas diplomasi dan hubungan internasional melalui BRICS guna mendorong perdamaian dan kerja sama bilateral maupun multilateral.

“Kami tidak suka didikte oleh satu atau dua kekuatan tertentu. Kita harus tangguh dan kemudian kita akan benar-benar mandiri. Kami telah memperkuat fondasi kami untuk menjaga perdamaian dan membangun kepercayaan,” kata Prabowo, dikutip MPN Indonesia pada YouTube Sekretariat Presiden pada Senin (14/9).

Presiden menyampaikan kemampuan suatu negara menentukan arah kebijakannya harus dibangun melalui fondasi nasional yang kuat.

Menurutnya, ketahanan tersebut menjadi dasar agar setiap negara dapat mengambil keputusan secara mandiri dalam menghadapi dinamika global.

Prabowo Subianto Tekankan Kemandirian sebagai Fondasi Negara

Prabowo Subianto mengatakan, kekuatan sebuah negara berawal dari kemampuan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

Kebutuhan tersebut meliputi pangan, energi, pendidikan, hingga kesempatan bagi masyarakat untuk hidup sejahtera.

“Kekuatan selalu bermula dari dalam negeri bersama rakyat kita, lewat kemampuan kita untuk memenuhi kebutuhan pangan mereka, menjamin pasokan energi yang mereka perlukan, mendidik anak-anak kita, serta memberikan mereka kesempatan untuk hidup sejahtera,” tegasnya.

Baca Juga:  Prabowo Bertemu Menlu Turki di Hambalang, Apresiasi Pemulangan Aktivis Global Sumud Flotilla

Menurut Presiden, fondasi tersebut menjadi syarat agar sebuah negara memiliki ketahanan yang kuat dan tidak bergantung pada pihak lain.

Ketahanan nasional juga menjadi salah satu modal dalam memperkuat posisi Indonesia dalam diplomasi dan hubungan internasional.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan, pesan pertama Presiden dalam forum tersebut berfokus pada pentingnya kemandirian dan ketahanan nasional.

Kemampuan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat dinilai menjadi fondasi bagi Indonesia dalam menentukan arah pembangunan dan kepentingan nasional secara mandiri.

KTT BRICS 2026 Dorong Persatuan Global South

Pada KTT BRICS 2026, Presiden juga mengajak negara-negara Global South memperkuat persatuan untuk menghadapi berbagai tantangan global.

Ia mengingatkan kembali semangat Konferensi Asia-Afrika yang mempertemukan negara-negara berkembang sebagai mitra yang setara.

“Kami memahami bahwa dengan bersatu, suara kami akan lebih didengar lebih luas. Kepentingan kami dapat lebih terlindungi dan dimajukan,” ujar Prabowo.

Penguatan Kerja Sama Bilateral dan Multilateral Melalui BRICS

Presiden menyampaikan, penguatan ketahanan nasional juga dapat dilakukan melalui kolaborasi antarnegara di dalam BRICS.

Fondasi domestik yang kuat, negara-negara anggota memiliki peluang untuk memperluas kerja sama bilateral maupun kerja sama multilateral di berbagai sektor strategis.

Salah satu sektor yang disoroti adalah energi karena dinilai memiliki pengaruh terhadap ketahanan negara dan pertumbuhan ekonomi.

“Energi adalah salah satu contoh yang jelas. Kami menghubungkan sistem energi dan memperkuat keamanan energi di seluruh wilayah kita untuk mendorong perekonomian kita, dan membangun ketahanan yang berkelanjutan,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Presiden juga menyampaikan bahwa BRICS mewakili separuh populasi dunia serta sebagian besar perekonomian dan perdagangan global.

Menurutnya, kapasitas tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperkuat konektivitas pasar, modal, teknologi, sumber daya, dan pengetahuan.

Baca Juga:  BNPB Buka Suara usai Warga Aceh Tamiang Sebut Tenda Baru Dipasang jelang Kedatangan Presiden

“Seperti yang telah saya sebutkan sebelumnya, BRICS mewakili separuh dari seluruh umat manusia, dan sebagian besar perekonomian global serta perdagangan global. BRICS menyatukan pasar terbesar di dunia dan produsen energi utama. Hal ini memberi kita kekuatan kolektif yang sangat besar,” ucapnya.

Presiden juga mengajak negara-negara anggota mengoptimalkan kapasitas bersama melalui industrialisasi dan pemanfaatan sumber daya secara kolektif.

“Mari kita melakukan industrialisasi bersama, dan mari kita optimalkan sumber daya dan kapasitas yang kita miliki bersama.”

Indonesia Dorong Tata Kelola Global yang Lebih Inklusif

Selain membahas ketahanan nasional, Presiden juga menyampaikan pandangannya mengenai sistem multilateral dunia.

Menurutnya, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tetap harus menjadi pusat sistem tersebut, tetapi perlu diperkuat agar lebih representatif dan responsif.

“Pada saat yang sama, lembaga keuangan internasional kita juga harus berevolusi. Perdagangan dan mata uang tidak boleh dijadikan senjata. Lembaga-lembaga tersebut harus lebih responsif terhadap kebutuhan negara-negara berkembang, termasuk dengan menyediakan akses yang lebih baik terhadap sumber daya,” pungkas Prabowo.

(AKM/NID/RAD)

Trending