Viral
Viral! Pemeran Monster di Karnaval Pekalongan Meninggal Dunia usai Tampil
Peserta Karnaval Pekalongan Ahmad Faiz meninggal setelah mengikuti SKNC 2026. Polisi mengungkap kronologi dan keterangan keluarga soal kondisinya.
Jawa Tengah, MPN Indonesia 15 September 2026 - Seorang peserta Simbang Kulon Night Carnival (SKNC) 2026 bernama Ahmad Faiz meninggal dunia setelah mengikuti karnaval yang digelar di Simbang Kulon, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Kamis (10/9).
Korban merupakan pemeran monster dari kontingen yang kemudian viral karena atraksi teatrikalnya disebut menyerupai ritual satanik.
Polisi menyebut korban meninggal pada Jumat (11/9) dini hari setelah pulang dan beristirahat di rumah.
“Salah satu peserta yang meninggal itu memang benar berasal dari tim Simbang Kulon Gang Satu yang menampilkan teatrikal ini. Dia menggunakan kostum maskot yang ada di depan,” ujar Ketua Kontingen Simbang Kulon Gang 1, Muhammad Akhid, dikutip MPN Indonesia dari Kompas.com, Selasa (15/9).
Atraksi dalam SKNC menjadi perhatian publik setelah video penampilan berdurasi sekitar 1,5 menit beredar di media sosial.
Dalam rekaman tersebut terlihat sejumlah peserta mengenakan kostum monster dan membawa berbagai properti yang memicu perbincangan di masyarakat.
Karnaval Pekalongan Berujung Duka
Dalam pertunjukan tersebut, ia mengenakan kostum monster dan berada di barisan depan sebagai maskot kontingen.
Menurut Muhammad Akhid, persiapan penampilan dilakukan sekitar satu minggu.
Ahmad Faiz menjadi salah satu peserta yang mengikuti latihan sekaligus tampil dalam pertunjukan tersebut.
“Dengan adanya kejadian seperti ini kami akan mengevaluasi lebih lanjut agar tidak terulang lagi,” ujar Akhid.
Akhid juga menyebut Ahmad Faiz diduga meninggal akibat kelelahan setelah mempersiapkan penampilan selama beberapa hari.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf setelah penampilan tersebut memicu keresahan di masyarakat.
“Nah, kita akan mengevaluasi lebih lanjut agar kejadian-kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Dan sekali lagi kami mohon maaf yang sebesar-besarnya atas apa yang telah kami lakukan hingga membuat keresahan di kalangan masyarakat,” tambahnya.
Kronologi Kejadian setelah Karnaval
Berdasarkan keterangan kepolisian, Ahmad Faiz diketahui mengikuti karnaval sebagai peserta dari kontingen Gang 1 dengan mengenakan kostum monster.
Setelah selesai tampil sekitar pukul 24.00 WIB, ia pulang ke rumah pamannya dan sempat berbincang bersama teman-temannya. Korban juga sempat membelikan pamannya teh.
Sekitar pukul 02.30 WIB, Ahmad Faiz kemudian kembali ke rumahnya di Gang 1, Kelurahan Simbang Kulon, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan untuk beristirahat.
Namun, sekitar pukul 04.00 WIB, istrinya mendapati korban dalam kondisi bernapas tersengal-sengal.
Saat hendak dibawa ke rumah sakit, korban diketahui telah meninggal dunia.
Pada pukul 13.30 WIB, Kapolsek Buaran bersama anggota mendatangi rumah duka.
Pihak keluarga menyatakan telah mengikhlaskan kepergian korban dan tidak bersedia dilakukan autopsi.
Kerabat korban, Muslih (53), mengatakan kondisi Ahmad Faiz sebelum mengikuti kegiatan masih terlihat sehat.
Namun, selama dua hari sebelum acara berlangsung, korban disebut tetap bekerja sambil mempersiapkan penampilan sehingga hampir tidak memiliki waktu untuk beristirahat.
Kapolsek Buaran AKP Sunarto juga menyampaikan bahwa berdasarkan keterangan keluarga, korban mengalami kelelahan dan kurang tidur selama beberapa hari sebelum mengikuti kegiatan.
“Sekitar tiga hari yang lalu mengeluhkan kelelahan, jarang tidur. Paling tidur hanya satu jam dalam beberapa hari,” ujar Sunarto.
Pemerintah Meminta Klarifikasi Kepada Kontigen
Selain kabar meninggalnya peserta, penampilan kontingen juga menjadi perhatian setelah video atraksi beredar luas di media sosial.
Dalam video terlihat peserta berkostum monster membawa properti peti mati berlambang bintang hitam bergaris merah dengan bercak menyerupai darah.
Video tersebut juga memperlihatkan penyembelihan seekor kambing sebagai bagian dari pertunjukan.
Sejumlah peserta berkostum monster tampak menari mengelilingi prosesi tersebut.
Ketua kontingen menjelaskan kostum yang digunakan disewa dari Malang, Jawa Timur.
Koreografi kemudian disusun dengan mengambil referensi dari sejumlah pertunjukan yang ditemukan di YouTube.
Akhid mengatakan penyembelihan kambing memang dilakukan saat penampilan.
Namun, menurutnya, penyembelihan tersebut diperuntukkan bagi acara makan bersama setelah kegiatan dan bukan ritual tertentu.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan M Yulian Akbar mengatakan pemerintah daerah telah meminta klarifikasi kepada kontingen terkait penampilan yang viral tersebut.
“Kami sudah minta klarifikasi ke mereka. Dari mereka memang murni ketidaktahuan, minim literasi terkait tampilan isu-isu ritual satanic,” ujar Yulian.
Ia juga menyampaikan hasil klarifikasi mengenai pemahaman peserta terhadap simbol yang digunakan.
“Penyembelihan kambing itu tadi saya tanya, tahu enggak paganisme, baphomet dan segala macam, tidak tahu. Mereka murni mencontoh itu dari daerah lain,” ujarnya.
Hingga kini, keluarga Ahmad Faiz telah menyatakan menerima kepergian korban dan tidak bersedia dilakukan autopsi.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
