Connect with us

Berita

Alasan HUT TNI ke-81 Batal Digelar di Monas, Prajurit Banyak yang Tangani Bencana

HUT TNI 2026 dipindahkan dari Monas ke Mabes TNI di Cilangkap. Sejumlah agenda dibatalkan, sementara peresmian Kodam baru tetap berjalan.

Logompn

Published

on

Alasan HUT TNI ke 81 Batal Digelar di Monas, Prajurit Banyak yang Tangani Bencana
Alasan HUT TNI ke-81 Batal Digelar di Monas, Prajurit Banyak yang Tangani Bencana. Gambar: Dok. Mabes TNI

MPN Indonesia 23 September 2026 - Puncak HUT TNI ke-81 yang semula dijadwalkan berlangsung di Monas, Jakarta, pada 5 Oktober 2026 dipindahkan ke Mabes TNI di Cilangkap, Jakarta Timur.

Perubahan lokasi dilakukan karena banyak prajurit masih menjalankan penugasan penanganan bencana di sejumlah daerah, termasuk penanganan kebakaran hutan.

“Karena banyak prajurit yang sedang melaksanakan penugasan penanganan bencana,” kata Kapuspen TNI Mayjen TNI Muhammad Nas kepada awak media.

Keputusan tersebut membuat upacara digelar secara sederhana.

Sementara sejumlah agenda besar yang sebelumnya disiapkan turut dibatalkan sebagai bagian dari penyesuaian pelaksanaan.

HUT TNI Dilaksanakan secara Sederhana

Upacara tetap dilaksanakan dengan konsep sederhana.

“Upacara HUT ke-81 TNI dilaksanakan di Mabes TNI secara sederhana, namun tetap mengutamakan kekhidmatan dan makna dari peringatan,” ujar Nas.

Pada keterangannya, Nas juga menyebut kesederhanaan pelaksanaan menjadi bagian dari penyesuaian di tengah kondisi penugasan prajurit.

Meski demikian, tanggal pelaksanaan tetap tidak berubah.

Agenda HUT TNI ke-81 di Monas yang Dibatalkan

Perubahan lokasi turut memengaruhi sejumlah rangkaian kegiatan yang sebelumnya direncanakan berlangsung di kawasan Monas, Jakarta.

Agenda tersebut meliputi parade dan defile pasukan, pameran alat utama sistem senjata (alutsista), dan defile kendaraan dan alutsista.

Adapun Naval Parade atau Sailing Pass di Teluk Jakarta pada 4 Oktober 2026, Fly Pass pesawat TNI, serta demonstrasi udara dan gabungan udara-darat.

Sebelumnya, TNI merencanakan defile yang melibatkan 520 unit alutsista dan kendaraan.

Rangkaian tersebut juga disiapkan sebagai bagian dari peringatan HUT ke-81 TNI.

Nas membenarkan pembatalan parade kapal yang sebelumnya masuk dalam agenda.

Baca Juga:  Asap Karhutla di Sampit Makin Tebal, Jarak Pandang Semakin Terbatas

“Betul (parade kapal dibatalkan),” ujar Nas.

Selain itu, kegiatan Sailing Pass yang semula dijadwalkan berlangsung sehari sebelum upacara juga ditiadakan setelah adanya perubahan pelaksanaan.

Rencana awal, sebanyak 81 satuan setingkat batalion (SSB) disiapkan untuk mengikuti defile. Jumlah tersebut terdiri atas 51 SSB pasukan TNI dan 30 SSB pasukan non-TNI.

Sebelumnya, Nas juga menyampaikan, kegiatan tersebut akan diawali dengan upacara kenegaraan.

“Puncak HUT ke-81 TNI pada 5 Oktober 2026 di Monas akan diawali upacara HUT TNI yang dipimpin Presiden RI sebagai inspektur upacara,” kata Nas.

Selain itu, data perencanaan juga mencatat keterlibatan 102 kapal perang Republik Indonesia dalam rangkaian Naval Parade.

Termasuk kapal Giuseppe Garibaldi yang direncanakan berganti nama menjadi KRI Sriwijaya-100.

Peresmian Kodam Baru Tetap Berjalan

Di tengah pembatalan sebagian besar rangkaian acara, TNI memastikan salah satu agenda tetap dilaksanakan.

Peresmian lima komando daerah militer (Kodam) baru tetap menjadi bagian dari peringatan HUT ke-81 TNI.

“Peresmian tetap, rangkaian lain ditiadakan,” kata Nas.

Dengan demikian, agenda tersebut tetap berjalan meski pelaksanaan upacara dipusatkan di Mabes TNI.

(AKM/NID/RAD)

Trending