Olahraga
Alasan Rahmat Erwin Dilarang Bentangkan Bendera Merah Putih saat Raih Emas Asian Games 2026
Rahmat Erwin Abdullah sempat diminta menyerahkan Bendera Merah Putih saat seremoni medali Asian Games 2026. Tindakan itu mengikuti aturan IWF.
MPN Indonesia 28 September 2026 - Rahmat Erwin Abdullah sempat diminta menyerahkan kembali Bendera Merah Putih setelah meraih medali emas cabang atlet angkat besi pada Asian Games 2026 di Nagoya City Trade and Industry Center, Jepang, Sabtu (26/9).
Kejadian itu terjadi ketika bendera diberikan oleh ofisial Indonesia seusai pertandingan, lalu diambil kembali saat seremoni penyerahan medali.
Tindakan panitia dilakukan karena mengikuti regulasi Federasi Angkat Besi Internasional (IWF).
Panitia tersebut melarang peraih medali membawa bendera atau benda lain ke atas podium selama upacara penghargaan.
“Para peraih medali dilarang membawa bendera atau benda lain apa pun ke atas panggung selama upacara penyerahan medali berlangsung,” demikian bunyi ketentuan Pasal 6.9 Victory Ceremony IWF.
Aturan tersebut menjadi dasar panitia mengambil kembali bendera yang dibawa Rahmat saat berada di podium.
Peristiwa itu sempat menarik perhatian karena terjadi dua kali dalam rangkaian pertandingan.
Namun, panitia menjalankan ketentuan yang berlaku bagi seluruh peserta sesuai regulasi internasional.
Rahmat Erwin Abdullah Sempat Dua Kali Diminta Menyerahkan Bendera
Momen pertama terjadi setelah Rahmat Erwin Abdullah memastikan diri meraih medali emas nomor 75 kilogram putra.
Saat itu, ofisial Indonesia memberikan Bendera Merah Putih sebelum seluruh rangkaian pertandingan benar-benar berakhir.
Perwakilan NOC Indonesia yang berada di lokasi menjelaskan pemberian bendera dilakukan terlalu cepat.
Meski posisi Rahmat sudah tidak mungkin dikejar lawan, ia masih memiliki satu kesempatan melakukan percobaan clean and jerk.
Pada akhirnya, Rahmat memilih tidak mengambil kesempatan angkatan ketiga tersebut.
Setelah pertandingan selesai dan seremoni berlangsung, bendera kembali diberikan kepada Rahmat di atas podium.
Tidak lama kemudian, seorang panitia menghampiri lifter Indonesia tersebut.
Panitia mengambil kembali bendera sambil memberikan gestur meminta maaf.
Rahmat membalas dengan senyuman dan gestur serupa tanpa melakukan protes.
Aturan IWF Melarang Atlet Membawa Bendera saat Seremoni Medali
Larangan membawa bendera bukan merupakan aturan yang ditujukan kepada Indonesia.
Ketentuan tersebut berlaku bagi seluruh atlet angkat beban yang mengikuti kompetisi di bawah Federasi Angkat Besi Internasional.
Pada Pasal 6.9 tentang Victory Ceremony dijelaskan seluruh peraih medali wajib mengikuti prosesi penghargaan sesuai tata cara yang telah ditetapkan.
Aturan tersebut mencakup ketentuan, peraih medali memasuki panggung sesuai urutan seremoni dan wajib mengenakan seragam yang disediakan atau disetujui federasi anggota.
Selain itu, atlet tidak diperbolehkan membawa bendera maupun benda lain ke atas podium selama seremoni berlangsung.
Selain itu, IWF juga mengatur penggunaan podium agar tidak dimanfaatkan di luar kepentingan penghargaan olahraga.
“Peserta Victory Ceremony dilarang memanfaatkannya untuk demonstrasi yang bersifat politis, rasial, atau keagamaan,” tulis IWF dalam penjelasan tata cara seremoni medali.
Aturan Berlaku Sejak Insiden Kejuaraan Eropa 2023
Ketentuan tersebut mulai diberlakukan IWF sejak 2023 setelah terjadi insiden pada Kejuaraan Angkat Besi Eropa.
Berdasarkan ketentuan yang diterbitkan IWF, kebijakan itu diterapkan setelah muncul insiden yang melibatkan penggunaan bendera dalam kejuaraan tersebut.
Sejak saat itu, IWF memperketat aturan Victory Ceremony agar podium penghargaan tidak digunakan untuk aksi di luar prosesi resmi.
Sejak aturan tersebut diterapkan, bendera negara pemenang tetap ditampilkan selama seremoni.
Namun, penyajiannya dilakukan melalui layar atau elemen visual resmi yang disediakan penyelenggara, bukan dibawa langsung oleh atlet ke atas podium.
Medali Emas Asian Games 2026 jadi Prestasi Rahmat
Di balik insiden tersebut, Rahmat Erwin Abdullah tetap mencatatkan prestasi penting pada Asian Games 2026.
Ia memastikan medali emas nomor 75 kilogram setelah membukukan total angkatan 366 kilogram.
Catatan itu mengungguli lifter Korea Utara, Ri Chong-song, yang membukukan total angkatan 357 kilogram, terdiri atas 162 kilogram pada snatch dan 195 kilogram pada clean and jerk.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
