Connect with us

Politik

Wakil Bupati NTT Meninggal Dunia di Tenda Darurat RSUD Aeramo usai Bantu Perbaiki Jalan

Kronologi meninggalnya Wakil Bupati Nagekeo Gonzalo Gratianus, mulai dari memantau perbaikan jalan hingga dinyatakan meninggal di RSUD Aeramo.

Actress 1299250

Published

on

Wakil Bupati NTT Meninggal Dunia di Tenda Darurat RSUD Aeramo usai Bantu Perbaiki Jalan
Wakil Bupati NTT Meninggal Dunia di Tenda Darurat RSUD Aeramo usai Bantu Perbaiki Jalan. Gambar: Dok. Pemerintah Kabupaten Nagekeo

Nusa Tenggara Timur, MPN Indonesia 5 Oktober 2026 - Wakil Bupati Nagekeo, Gonzalo Gratianus Muga Sada, meninggal dunia di tenda darurat RSUD Aeramo, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (3/10) malam sekitar pukul 20.10 WITA usai tiba dalam kondisi kritis.

Sebelum dilarikan ke rumah sakit, Gonzalo sempat membantu dan memantau warga yang memperbaiki jalan rusak secara swadaya.

“Beliau kemarin monitor masyarakat yang kerja perbaikan jalan yang rusak dengan menggunakan rabat,” ungkap Kepala Pelaksana BPBD Nagekeo, Remigius Jago dalam keterangannya.

Gonzalo memantau perbaikan ruas jalan Aemali-Danga di Desa Rendu Tutubhada, Kecamatan Aesesa.

Warga melakukan pekerjaan tersebut secara gotong royong dan swadaya.

Pensiunan ASN Kabupaten Nagekeo, Aron Bidaron, menyebut Gonzalo bergabung dengan warga Rendu sejak Sabtu pagi.

Gonzalo juga disebut sempat mengantar semen untuk mendukung pekerjaan warga.

“Informasi terakhir yang saya dengar, beliau juga sempat antar semen ke lokasi itu dan langsung kena di situ,” ujarnya.

Aron mengatakan kondisi Gonzalo kemudian menurun setelah sempat minum kopi.

Gonzalo selanjutnya mendapat pertolongan setelah kondisinya tiba-tiba drop.

“Bilang habis minum kopi kemudian jatuh, langsung drop dan langsung dilarikan ke rumah jabatan,” tambahnya.

Wakil Bupati Nagekeo Tidak Sadarkan Diri dalam Perjalanan

Remigius Jago mengatakan Gonzalo tidak sadarkan diri ketika berada di dalam mobil dalam perjalanan pulang.

Sopir kemudian membawa Gonzalo menuju fasilitas kesehatan terdekat.

“Beliau tidak sadar saat dalam mobil ketika mau pulang kembali sehingga sopir pacu mobil langsung Puskesmas Kota dan lanjut ke RS,” ujar Remigius.

Baca Juga:  Prabowo Beri Perhatian Serius untuk Kasus Anak di NTT, Minta Jangan sampai Terulang Lagi

Gonzalo lebih dahulu mendapat pertolongan di Puskesmas Danga sebelum dirujuk ke RSUD Aeramo.

Direktur RSUD Aeramo, dr. Chandrawati Saragih, mengatakan Gonzalo tiba sekitar pukul 19.32 WITA.

Saat tiba, Gonzalo berada dalam kondisi kritis dan tidak sadarkan diri.

Tim medis melibatkan dokter anestesi dan dokter spesialis penyakit dalam untuk menangani Gonzalo.

Penanganan berlangsung sekitar setengah jam di instalasi gawat darurat rumah sakit.

Chandrawati mengatakan tim medis telah memberikan penanganan kepada Gonzal, tetapi tidak mengalami perbaikan kondisi.

“Sempat ditangani dokter anestesi, dokter penyakit dalam, kondisinya sudah tidak baik, sudah kritis. Tidak lama kemudian beliau dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 20.10 oleh Dokter Eric,” ujar Chandrawati.

Penyebab Meninggalnya Gonzalo Gratianus

Penyebab kondisi kritis yang dialami Gonzalo Gratianus belum dijelaskan secara pasti oleh pihak rumah sakit.

Chandrawati menduga Gonzalo mengalami serangan jantung.

“Kemungkinan besar serangan jantung,” ujar Chandrawati.

Sementara itu, Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Nagekeo, Imanuel Ndun, menyatakan Gonzalo meninggal setelah mengalami serangan jantung.

Aron Bidaron mengatakan, penyebab meninggalnya Gonzalo juga belum diketahui secara pasti saat dirinya memberikan keterangan.

Ia mendengar informasi mengenai kemungkinan penyakit jantung dan faktor kelelahan.

“Kita juga sampai sekarang belum tahu pasti penyebab kematian beliau. Dengar rumornya bilang ada bawaan penyakit jantung, kecapekan mungkin,” imbuh Aron.

Aron turut berada di ruang UGD RSUD Aeramo ketika Gonzalo mendapat penanganan.

Ia mendampingi Gonzalo bersama sejumlah orang lainnya.

Gonzalo kemudian mengembuskan napas terakhir dalam pelukan istrinya.

Aktivitas Gonzalo di Nusa Tenggara Timur Sebelum Meninggal

Sebelum meninggal dunia, Gonzalo masih menjalankan sejumlah kegiatan pemerintahan dan penanganan bencana di Nagekeo.

Gonzalo dipercaya memimpin Satgas Percepatan Penanganan Gempa Flores Kabupaten Nagekeo.

Baca Juga:  Aktivis Ditemukan Tewas usai Aktif Menyuarakan Penolakan Geotermal di NTT

Selama lebih dari satu bulan, ia beberapa kali mendatangi lokasi terkait penanganan gempa.

Sehari sebelum meninggal, Gonzalo masih berada di Posko BPBD Nagekeo.

Ia mendampingi kunjungan kemanusiaan Pasha Ungu dan menyapa warga terdampak gempa.

Pada Kamis (1/10), Gonzalo juga masih menjalankan tugas pemerintahan.

Ia mendampingi Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti dalam kunjungan kerja.

Kunjungan tersebut dilakukan ke sejumlah fasilitas publik dan infrastruktur yang terdampak gempa di Kabupaten Nagekeo.

Jenazah Wakil Bupati Dibawa ke Sejumlah Lokasi

Setelah dinyatakan meninggal dunia, jenazah Gonzalo menjalani rangkaian perjalanan sebelum pemakaman.

Rangkaian prosesi jenazah dimulai dari Rumah Jabatan Wakil Bupati Nagekeo yang menjadi tempat awal jenazah disemayamkan.

Setelah itu, jenazah dibawa ke Kantor Bupati Nagekeo untuk mengikuti prosesi pelepasan secara kedinasan sebagai bentuk penghormatan terakhir.

Dari Kantor Bupati Nagekeo, perjalanan dilanjutkan menuju Kampung Solo Rowa, yang merupakan rumah orangtua Gonzalo.

Selanjutnya, jenazah akan dibawa ke Kota Bajawa untuk disemayamkan di rumah pribadi keluarga sebelum prosesi berikutnya dilaksanakan.

Keluarga akan menyampaikan lebih lanjut mengenai waktu dan lokasi pemakaman Gonzalo.

 (AKM/NID/RAD)

Trending