Connect with us

Berita

Gempa M6,1 Guncang Sumba Barat Daya, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami

Gempa M6,1 mengguncang Sumba Barat Daya. BNPB mencatat 95 rumah rusak, sementara BMKG memastikan gempa tidak berpotensi tsunami.

Actress 1299250

Published

on

Gempa M6,1 Guncang Sumba Barat Daya, BMKG Tak Berpotensi Tsunami
Gempa M6,1 Guncang Sumba Barat Daya, BMKG Tak Berpotensi Tsunami. Gambar: Dok. BNPB

Nusa Tenggara Timur, MPN Indonesia 5 Oktober 2026 - Gempa bumi berkekuatan M6,1 mengguncang Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, pada Minggu (4/10) pukul 06.55 WITA.

BMKG memperbarui magnitudo menjadi M5,9 dan memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

Gempa berpusat di laut dan tergolong dangkal akibat aktivitas sesar aktif yang diduga berkaitan dengan Sesar Waikabubak.

“Hasil analisis mekanisme sumber mengindikasikan bahwa gempa bumi ini memiliki mekanisme pergerakan turun (normal fault),” ujar Ardhasena di Gedung MHEWS BMKG, Minggu (4/10) dikutip MPN Indonesia dari BMKG, Selasa (6/10).

Plh. Deputi Bidang Geofisika BMKG Ardhasena Sopaheluwakan menjelaskan karakteristik gempa berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya.

Pusat gempa berada sekitar 59 kilometer arah barat daya Kodi pada kedalaman 30 kilometer.

BMKG mencatat titik gempa pada koordinat 9,84° Lintang Selatan dan 118,90° Bujur Timur.

Sementara itu, parameter awal yang diterima BNPB mencatat pusat gempa sekitar 14 kilometer barat daya Kodi.

Parameter tersebut menunjukkan koordinat 9,70 LS dan 118,92 BT dengan kedalaman 10 kilometer.

Gempa Bumi Dirasakan Kuat di Sejumlah Wilayah

Guncangan gempa dirasakan kuat di sejumlah wilayah Pulau Sumba dan sekitarnya.

BNPB mencatat guncangan berlangsung sekitar satu menit di beberapa daerah.

Wilayah yang dilaporkan merasakan guncangan meliputi:

  • Kabupaten Sumba Barat Daya.
  • Kabupaten Sumba Barat.
  • Kabupaten Manggarai Barat.
  • Kodi Balaghar.
  • Kodi Bangedo.
  • Kodi.
  • Kota Tambolaka.
  • Kota Waikabubak.
  • Kota Waibakul.
  • Kota Raba.
  • Kota Bima.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto mengatakan intensitas guncangan berbeda di setiap wilayah.

Baca Juga:  Venezuela Kirim Surat ke Raja Charles, Minta 31 Ton Emasnya Dicairkan untuk Rekonstruksi

Kodi Balaghar, Kodi Bangedo, dan Kodi mengalami guncangan terkuat pada skala VI MMI.

Guncangan tersebut membuat sebagian besar penduduk terkejut dan berlari keluar rumah. Kota Tambolaka, Waikabubak, Waibakul, dan Raba merasakan guncangan pada skala IV MMI.

Sementara itu, Kota Bima merasakan guncangan pada skala III MMI. Wilayah pesisir bagian barat Pulau Sumba juga dilaporkan mengalami guncangan cukup kuat.

BMKG juga mencatat aktivitas gempa susulan setelah kejadian utama.

Hingga Minggu (4/10) pukul 08.05 WIB, BMKG mencatat sedikitnya 62 gempa susulan dengan magnitudo M1,5 hingga M4,3.

“Selain itu, hingga pukul 08.05.00 WIB, hasil monitoring BMKG mencatat setidaknya 62 aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) dengan rentang kekuatan antara M1,5 hingga M4,3,” ujarnya.

Kerusakan Bangunan di Sumba Barat Daya

Bencana alam tersebut menyebabkan kerusakan pada rumah warga, tempat ibadah, fasilitas pendidikan, dan fasilitas umum.

Pendataan kerusakan masih dilakukan oleh petugas di lapangan.

Kerusakan rumah tersebar di Desa Waikadada, Weerena, Bondo Kodi, dan Homba Karipit. Petugas masih melakukan asesmen terhadap kondisi bangunan lainnya.

Tiga tempat ibadah yang mengalami kerusakan ringan adalah:

  • Gereja Pantekosta Victory Billa Cenge.
  • Gereja Pantekosta Jata Ngedo Bila Cenge.
  • Gereja Katedral Waitabula.

Gempa juga berdampak pada SDK Manu Toghi sebagai fasilitas pendidikan. Balai KB Desa Wallandimu turut tercatat sebagai fasilitas umum yang terdampak.

Di Kabupaten Sumba Barat, tiga unit rumah atau asrama Koramil mengalami kerusakan ringan.

Dua bangunan KDKMP juga mengalami kerusakan berupa kerusakan plafon dan retakan pada tembok.

Kerusakan pada bangunan rumah dan fasilitas sekolah juga dilaporkan di Desa Perokonda, Kecamatan Kodi.

BMKG melalui Stasiun Geofisika Sumba Timur melakukan pemantauan dampak kejadian tersebut.

Baca Juga:  Seluruh Kapal Wisata di Labuan Bajo Dilarang Berlayar hingga 15 Januari, Kenapa?

Satu Orang Meninggal Dunia

Data mengenai korban dalam kejadian di Nusa Tenggara Timur tercatat berbeda dalam laporan yang tersedia.

Kepolisian Sektor Kodi Utara melaporkan seorang lansia berusia 73 tahun meninggal setelah gempa terjadi.

“Satu orang dilaporkan meninggal dunia di wilayah Kodi Utara. Korban adalah seorang lansia yang meninggal karena shock atau kaget saat gempa terjadi,” ujar Kapolsek Kodi Utara AKP Bernadus Bili Kandi dalam keterangannya.

Menurut keterangan kepolisian, lansia tersebut terkejut ketika melihat keluarganya berhamburan keluar rumah.

Korban sempat berada di luar rumah sebelum jatuh dan tidak sadarkan diri beberapa menit kemudian.

Korban kemudian dinyatakan meninggal dunia dan disemayamkan di rumahnya oleh keluarga. Peristiwa tersebut terjadi setelah guncangan melanda wilayah Kodi Utara.

Sementara itu, hasil pendataan sementara yang diterima Kordalops BNPB mencatat satu orang mengalami luka ringan.

Korban terluka setelah tertimpa reruntuhan bangunan saat gempa berlangsung.

Korban telah mendapatkan penanganan dan menjalani rawat jalan. Dalam pendataan tersebut, tidak terdapat laporan korban meninggal dunia maupun korban luka berat.

Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG Teguh Rahayu juga menyampaikan data sementara.

Hingga pukul 08.40 WIB, laporan yang diterima mencatat kerusakan kategori sedang dan satu korban luka ringan.

BNPB dan Aparat Lakukan Penanganan

BPBD Kabupaten Sumba Barat Daya dan Sumba Barat bersama Kodim 1613/Sumba Barat, Kodim 1629/Sumba Barat Daya, serta aparat kewilayahan melakukan pemantauan dan pendataan kerusakan di wilayah terdampak.

Posko awal penanganan bencana alam telah didirikan di Lapangan Makodim 1629/Sumba Barat Daya.

Sebanyak 173 personel disiagakan untuk mendukung pemantauan dan penanganan.

BNPB terus berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Nusa Tenggara Timur dan BPBD kabupaten terdampak.

Baca Juga:  Heboh Soal Anak Babi Bermata Satu dengan Telinga Mirip Manusia di NTT, Begini Kata Dokter Hewan

Pemutakhiran data korban, kerusakan, dan kebutuhan masyarakat dilakukan berdasarkan asesmen lapangan.

BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami

Hasil pemodelan tsunami BMKG menunjukkan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Pemantauan aktivitas gempa susulan juga terus dilakukan setelah kejadian utama.

BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang serta menghindari bangunan yang retak atau mengalami kerusakan. Masyarakat juga diminta mengikuti informasi resmi dari instansi terkait.

BNPB meminta warga tidak terpengaruh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Warga juga diminta menjauhi bangunan rusak apabila terjadi gempa susulan.

 (AKM/NID/RAD)



Trending