Connect with us

Viral

Viral! Acara Maulid Nabi di Pondok Pinang Berujung Ricuh, Warga Protes Kembang Api Dinyalakan hingga Jam 1

Maulid Nabi di Pondok Pinang ricuh setelah warga memprotes kembang api hingga dini hari. Polisi dan kelurahan kemudian melakukan mediasi.

Actress 1299250

Published

on

Viral! Acara Maulid Nabi di Pondok Pinang Berujung Ricuh, Warga Protes Kembang Api Dinyalakan 1 Jam
Viral! Acara Maulid Nabi di Pondok Pinang Berujung Ricuh, Warga Protes Kembang Api Dinyalakan 1 Jam. Gambar: Instagram/@infopondokpinang

MPN Indonesia 5 Oktober 2026 - Acara Maulid Nabi di Jalan Kramat 2, Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, berujung ricuh pada (3/10) dini hari.

Kericuhan terjadi setelah warga memprotes kembang api yang dinyalakan hingga pukul 01.00 WIB.

Suara kembang api disebut mengganggu warga yang sedang beristirahat dan membuat sejumlah anak terbangun serta menangis.

Ibu tersebut mendatangi lokasi acara untuk menyampaikan keberatan kepada pihak penyelenggara.

Ia memiliki anak berkebutuhan khusus yang mengalami tremor akibat suara petasan.

Maulid Nabi di Pondok Pinang Diprotes Warga

Rekaman video mengenai peristiwa di daerah tersebut kemudian beredar luas di media sosial.

Video memperlihatkan seorang wanita menyampaikan protes kepada sejumlah orang di lokasi acara.

Protes disampaikan karena petasan atau kembang api masih dinyalakan hingga dini hari.

Penyalaan tersebut disebut berlangsung selama kurang lebih satu jam.

Situasi kemudian memanas ketika ibu tersebut menyampaikan keluhannya kepada penyelenggara acara.

Protes tersebut berkembang menjadi cekcok dan perdebatan dengan sejumlah orang di sekitar lokasi.

Pada rekaman yang beredar, beberapa warga terlihat berusaha menenangkan ibu tersebut.

Namun, sebagian peserta acara disebut balik marah dan menyebutnya kafir.

Ketegangan kembali terlihat ketika ibu tersebut meminta panitia datang menemuinya.

Rekaman juga memperlihatkan beberapa warga berada di sekitar ibu tersebut saat perselisihan berlangsung.

Polisi Pantau Kericuhan di Jakarta Selatan

Kapolsek Kebayoran Lama Kompol Seala Syah Alam mengatakan polisi telah memantau kejadian tersebut.

Kepolisian kemudian menyampaikan bahwa persoalan itu akan diselesaikan melalui mediasi.

“Monitor, akan ada mediasi,” kata Seala.

Dalam keterangan berikutnya, Seala mengatakan proses mediasi telah ditangani oleh pihak kelurahan.

Baca Juga:  SMAN 6 Depok Minta Maaf Soal Study Tour ke Dedi Mulyadi

“Sudah, sedang dimediasikan oleh lurah,” katanya.

Kericuhan dalam kegiatan Maulid Nabi tersebut juga mendapat perhatian Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.

Ia mengatakan telah mengikuti perkembangan kejadian sejak peristiwa berlangsung.

“Kebetulan saya mengikuti begitu peristiwa terjadi. Masyarakat keluarga Ibu itu juga kebetulan saya lagi.. itu kan hampir jam 00.30 malam. Kurang lebih jam 02.00 saya membaca itu, kemudian saya meminta kepada jajaran Pemerintah DKI Jakarta untuk berperan,” kata Pramono dalam keterangannya.

Pramono kemudian menyinggung penggunaan petasan yang berlangsung sampai larut malam.

Menurut keterangannya, kegiatan masyarakat tidak seharusnya mengganggu ketertiban warga sekitar.

“Karena bagaimanapun tidak eloklah bahwa sudah jam 01.00 malam masih membunyikan petasan dan sebagainya,” ujarnya.

Ia juga meminta jajaran Pemerintah DKI Jakarta ikut menangani kegiatan yang berpotensi mengganggu ketertiban masyarakat.

“Kebetulan hadir dalam kesempatan ini ada Wali Kota Jakarta Timur dan Wali Kota Jakarta Selatan. Hal yang berkaitan dengan itu kita batasi,” ungkapnya.

Pramono menyampaikan penggunaan petasan masih dapat dilakukan pada waktu tertentu.

Namun, kegiatan tersebut menurutnya tidak boleh mengganggu masyarakat di sekitar lokasi.

“Kalau memang masih jam sore, monggo saja, tapi jangan kemudian mengganggu ketertiban masyarakat,” imbuhnya.

(AKM/NID/RAD)

Trending