Ekonomi
Harga Minyak Dunia Hari Ini 9 Oktober 2026: Brent di Bawah 104 Dolar per Barel
Harga minyak Brent turun di bawah US$104 per barel dan minyak mentah lainnya di bawah US$91 pada Jumat, 9 Oktober 2026.
MPN Indonesia 9 Oktober 2026 - Harga minyak dunia hari ini, Jumat (9/10), mengalami penurunan setelah harga minyak mentah Brent bergerak di bawah 104 dolar AS per barel.
Sementara itu, harga minyak mentah turun di bawah 91 dolar AS per barel.
Penurunan harga minyak terjadi setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyampaikan perkembangan pembicaraan dengan Iran melalui media sosial.
Trump menyatakan bahwa AS tidak akan menyerang Iran sebelum pemilu paruh waktu.
Pernyataan tersebut muncul di tengah ketegangan di Selat Hormuz dan gangguan produksi minyak di Teluk Meksiko akibat Badai Isaias.
Trump menyebut AS sedang melakukan “diskusi produktif” dengan Iran.
Ia juga mengklaim bahwa volume minyak mentah yang melintasi Selat Hormuz telah mencapai rekor.
Di sisi lain, Trump menegaskan bahwa blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan Iran tetap diberlakukan sepenuhnya.
Kebijakan tersebut berlangsung di tengah laporan mengenai persiapan operasi militer AS terhadap Iran.
AS Dilaporkan Menyiapkan Rencana Serangan terhadap Iran
Setelah pernyataan Trump, muncul laporan mengenai persiapan operasi militer AS terhadap Iran.
Laporan tersebut menyebutkan bahwa Washington telah menyiapkan rencana serangan selama tiga hari.
Rencana operasi tersebut mencakup sejumlah sasaran yang berkaitan dengan kemampuan militer dan fasilitas energi Iran.
Sasaran yang disebutkan meliputi persediaan pesawat nirawak atau drone, persediaan rudal, infrastruktur energi, dan lokasi lainnya yang masuk dalam rencana serangan.
Laporan tersebut muncul setelah Trump menyampaikan bahwa AS tidak akan menyerang Iran sebelum pemilu paruh waktu.
Pada saat bersamaan, blokade laut AS terhadap pelabuhan Iran tetap diberlakukan.
Serangan Kapal Tanker di Selat Hormuz
Sebelum mengalami penurunan pada Jumat (9/10), harga minyak dunia mencatat kenaikan pada perdagangan Kamis (8/10).
Sementara itu, data perdagangan minyak mentah lainnya menunjukkan kenaikan harga hingga 5,6%.
Kenaikan tersebut terjadi ketika serangan terhadap kapal tanker yang melewati jalur tersebut meningkat.
Sebanyak sembilan kapal dilaporkan menjadi sasaran serangan selama sepekan terakhir.
Serangan tersebut terjadi ketika aktivitas pengiriman minyak mentah melalui Selat Hormuz masih berlangsung.
Di tengah situasi tersebut, Trump mengklaim bahwa volume minyak mentah yang melewati Selat Hormuz mencapai rekor.
Pernyataan tersebut disampaikan bersamaan dengan penegasan mengenai kelanjutan blokade pelabuhan Iran.
Badai Isaias Ganggu Produksi Minyak di Teluk Meksiko
Selain perkembangan hubungan AS dan Iran, pasar minyak juga menghadapi gangguan produksi di Teluk Meksiko.
Badai Isaias mengancam aktivitas produksi minyak lepas pantai di kawasan tersebut.
Ancaman badai membuat sejumlah produsen menghentikan sementara kegiatan produksi minyak mentah.
Volume produksi yang dihentikan mencapai sekitar 1,3 juta barel per hari.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
