Viral
Kronologi Bus Pemain Persib U-18 Diserang di Tol Batang, Koper Dijarah dan Satu Orang jadi Korban Kekerasan
Kronologi penyerangan bus Persib U-18 di Tol Batang. Kaca bus pecah, ofisial mengalami kekerasan, dan polisi menangkap satu terduga pelaku.
MPN Indonesia 13 Oktober 2026 - Bus rombongan pemain Persib Bandung U-18 diserang sekelompok orang tidak dikenal di Rest Area KM 360 Tol Batang, Jawa Tengah, Minggu (11/10) malam.
Penyerangan terjadi sekitar pukul 21.27 WIB saat rombongan berhenti dalam perjalanan pulang menuju Bandung setelah bertanding di Surakarta.
Insiden tersebut menyebabkan kaca bus pecah, sejumlah koper dilaporkan dijarah, dan seorang ofisial mengalami kekerasan fisik.
“Ya, terjadi perusakan dengan memecah kaca bus rombongan bus pemain U-18 Persib Bandung di Rest Area 360 Batang. Ada juga Penganiayaan pada salah satu Official Persib U-18,” kata Kasatreskrim Polresta Batang, Kompol Bintoro Thio Pratama, dikutip MPN Indonesia dari detikJateng pada Selasa (13/10).
Kronologi Penyerangan Bus Persib Bandung U-18
Rombongan Persib U-18 sebelumnya menjalani pertandingan melawan Garuda United dalam kompetisi Elite Pro Academy (EPA) U-18 di Stadion UNS, Surakarta, Minggu (11/10).
Setelah pertandingan, rombongan meninggalkan Hotel Monolog Solo untuk kembali ke Bandung menggunakan bus Bima Trans.
“Rombongan pemain U-18 Persib Bandung beserta official berjumlah sekitar 30 orang menggunakan satu unit bus Bima Trans meninggalkan Hotel Monolog Solo setelah selesai kegiatan kompetisi pertandingan U-18,” ucap Bintoro.
Bus bernomor polisi Z 7539 GZ tersebut dikemudikan Muhammad Ainur Ridha.
Pengemudi bus kemudian menjadi pelapor dalam kasus perusakan dan penganiayaan tersebut.
Informasi awal yang diterima pihak klub menyebutkan adanya pertemuan dengan rombongan suporter Persija Jakarta.
Rombongan tersebut disebut sedang dalam perjalanan pulang setelah mendukung timnya bertanding di Yogyakarta.
Namun, keterlibatan rombongan suporter tersebut dalam penyerangan belum dapat dipastikan.
Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pihak yang bertanggung jawab.
Ofisial Persib U-18 Mengalami Kekerasan
Pada peristiwa di daerah tersebut, dua anggota rombongan Persib U-18 sempat tertinggal di rest area.
Keduanya adalah Pandu Persada selaku Media Officer dan Ridwan dari Akademi Persib.
Pandu dan Ridwan sebelumnya berada di sekitar area kamar mandi.
Saat hendak kembali menuju bus, kondisi lokasi dipenuhi banyak orang sehingga keduanya terpisah dari rombongan.
Bus tim kemudian melanjutkan perjalanan, sementara Pandu dan Ridwan masih berada di lokasi kejadian.
Pandu dilaporkan mengalami kekerasan fisik oleh sejumlah orang yang diduga terlibat dalam penyerangan.
Ia kemudian berlindung di sebuah tempat tambal ban.
Sementara itu, Ridwan berhasil meninggalkan rest area menggunakan mobil milik orang tua salah satu pemain.
Kenek bus rombongan juga ikut berada dalam kendaraan tersebut.
“Ridwan telah berhasil meninggalkan lokasi kejadian dengan selamat setelah mendapatkan tumpangan menggunakan mobil milik orang tua salah satu pemain. Kenek bus rombongan EPA juga turut berada di dalam kendaraan tersebut,” tulis rilis resmi Persib Bandung.
Pada keterangan awal klub, Pandu masih berada di rest area dan belum kembali bergabung dengan rombongan.
Persib kemudian berkoordinasi dengan kepolisian setempat untuk membantu proses evakuasi.
“Prioritas utama saat ini adalah memastikan Pandu berada dalam kondisi aman, memperoleh konfirmasi mengenai kondisi fisiknya, dan dapat segera meninggalkan lokasi dengan pendampingan yang diperlukan,” tambahnya.
Polisi Tangkap Satu Terduga Pelaku
Perkembangan penanganan kasus ini disampaikan Polresta Batang setelah menerima laporan perusakan bus dan penganiayaan terhadap ofisial.
Kasatreskrim Polresta Batang, Kompol Bintoro Thio Pratama, menyebut pihaknya telah mengamankan satu terduga pelaku di Jakarta.
Pelaku tersebut berinisial BPA berusia 33 tahun.
“Usai menerima laporan (perusakan dan penganiayaan), polisi kemudian melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan seorang terduga pelaku di Jakarta. Identitasnya masih berinisial BPA, warga Kota Bambu Utara, Palmerah, Jakarta Barat,” jelas Bintoro.
BPA diduga melakukan pelemparan batu ke arah bus yang membawa rombongan pemain dan ofisial.
Dugaan tersebut didukung keterangan sejumlah saksi serta rekaman CCTV di lokasi kejadian.
Polisi belum memastikan identitas seluruh orang yang terlibat dalam penyerangan.
Hingga keterangan tersebut disampaikan, polisi baru mengamankan satu orang terduga pelaku.
Koper Pemain Dijarah, Persib Siapkan Langkah Hukum
Selain kerusakan bus dan kekerasan terhadap ofisial, pihak klub melaporkan sejumlah koper milik rombongan turut dijarah.
Barang-barang tersebut merupakan milik pemain dan ofisial tim EPA Persib U-18.
Pihak klub menyatakan bus yang digunakan rombongan mengalami kerusakan parah.
Namun, jumlah koper yang hilang dan nilai kerugian belum dijelaskan dalam keterangan yang tersedia.
Kejadian di Tol Batang tersebut menjadi perhatian pihak klub karena menyangkut keselamatan pemain dan ofisial.
Persib menyatakan siap mengambil langkah hukum atas penyerangan yang menimpa rombongannya.
Persib juga mengimbau seluruh pihak tetap tenang dan tidak melakukan tindakan balasan yang dapat memperburuk situasi.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
