Connect with us

Viral

Seorang Ayah Minta Maaf usai Diduga Tinggalkan Anaknya di Tenda untuk Summit

Ayah meminta maaf setelah diduga meninggalkan anak sendirian di tenda Gunung Prau. Sang anak ditemukan menangis dan dijaga pendaki lain.

Actress 1299250

Published

on

Seorang Ayah Minta Maaf usai Diduga Tinggalkan Anaknya di Tenda untuk Summit
Seorang Ayah Minta Maaf usai Diduga Tinggalkan Anaknya di Tenda untuk Summit. Gambar: Kolase Instagram/@ranger_prau

MPN Indonesia 17 Oktober 2026 - Seorang ayah menyampaikan permintaan maaf setelah diduga meninggalkan anaknya sendirian di dalam tenda kawasan Gunung Prau untuk melakukan perjalanan menuju puncak atau summit.

Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (15/10) sekitar pukul 13.00 WIB.

Anak itu ditemukan menangis oleh pendaki lain yang kemudian menjaga dan menenangkannya hingga orang tuanya kembali sekitar satu jam kemudian.

“Saya memohon maaf atas kelalaian saya dalam menjaga anak saya. Ini jadi pelajaran bagi saya agar menjadi yang lebih baik lagi,” ungkap sang ayah, dikutip MPN Indonesia dari Instagram @ranger_prau pada Sabtu (17/10).

Sang ayah mengakui kelalaiannya dalam mengawasi dan menjaga anak selama melakukan aktivitas pendakian.

Ia juga menyatakan akan menjadikan kejadian tersebut sebagai pelajaran agar lebih bertanggung jawab dalam menjaga anaknya.

Selain meminta maaf, ia menyampaikan terima kasih kepada pendaki yang telah membantu menjaga anaknya selama berada di tenda.

“Saya juga berterima kasih kepada kakak yang menjaga anak saya,” lanjutnya.

“Sekali lagi saya mohon maaf yang sebesar-besarnya, wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,” tutupnya.

Kronologi Anak Menangis Sendirian di Tenda Gunung Prau

Peristiwa ini diketahui setelah video seorang anak kecil menangis sendirian di dalam tenda beredar di media sosial.

Tangisan anak terdengar oleh rombongan pendaki lain yang sedang melintas di sekitar area perkemahan.

Para pendaki kemudian mendekati tenda untuk memeriksa kondisi anak tersebut.

Setelah menemukan anak itu sendirian, para pendaki berupaya menenangkan dan menemaninya.

Mereka juga menjaga anak tersebut sambil menunggu kedua orang tuanya kembali ke lokasi perkemahan.

Berdasarkan informasi yang beredar, orang tua anak kembali ke tenda sekitar satu jam kemudian.

Selama waktu tersebut, anak mendapatkan pendampingan dari pendaki lain yang mendengar tangisannya.

Baca Juga:  Waduh! Pekerja Galian di Bogor Dikejutkan dengan Penemuan Benda Mirip Granat

(AKM/NID/RAD)

Trending