Berita
Dibalik Rilis Buku M.T. Harjono: Andry Hariana Bagikan Kisah Perjalanan Penulisan, Bertemu Keluarga hingga Sejarawan
Andry Hariana mengungkap proses penulisan buku biografi M.T. Harjono, mulai dari menelusuri arsip sejarah hingga menemui keluarga sang Pahlawan Revolusi.
MPN Indonesia 25 Oktober 2026 - Pemimpin Redaksi MPN Indonesia, Andry Hariana, membagikan kisah perjalanan penulisan biografi Letjen TNI Anumerta M.T. Harjono.
Proses penulisan buku M.T. Harjono tersebut melibatkan penelusuran arsip, literatur sejarah, serta pertemuan dengan keluarga dan penggiat sejarah.
Kisah itu disampaikan dalam peluncuran dan bedah buku M.T. Harjono: Perwira Intelektual Penjaga Pancasila di Jakarta, Kamis (8/10).
Andry menyusun buku tersebut atas permintaan keluarga untuk memperkenalkan perjalanan hidup sang Pahlawan Revolusi kepada masyarakat.
“Selain permintaan keluarga M.T. Harjono yang melihat saya di acara bedah buku D.I. Pandjaitan, saya melihat banyak orang yang tahu Letjen M.T. Harjono adalah nama jalan,” kata Andry kepada MPN Indonesia.
Ia menilai pengetahuan sebagian masyarakat mengenai M.T. Harjono masih terbatas pada peristiwa gugurnya sang perwira.
“Jika ada yang tahu lebih jauh, terbatas sebagai Pahlawan Revolusi korban kekejaman Gerakan PKI. Itu pun lewat film G30S/PKI yang hanya menggambarkan bagaimana beliau gugur,” sambungnya.
Telusuri Arsip hingga Temui Keluarga M.T. Harjono
Andry menghadapi keterbatasan bahan ketika mulai mengumpulkan informasi mengenai kehidupan M.T. Harjono.
Salah satu sumber awal yang ditemukan adalah buku terbitan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan pada 1984.
Ia kemudian menemui dr. Asih, adik M.T. Harjono yang telah berusia lanjut, di Surabaya.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari proses pengumpulan kisah keluarga untuk melengkapi penulisan biografi.
“Ini menjadi papan puzzle buat saya. Saya kemudian menemui adik M.T. Harjono di Surabaya, dr. Asih yang sudah sepuh. Saya seperti mendapat beberapa potongan puzzle, kemudian potongan-potongan lain mulai ditemukan,” jelas Andry.
Selain menemui keluarga, Andry mengumpulkan informasi melalui sejumlah lembaga penyimpanan arsip dan sejarah.
Ia juga menghubungi sejumlah penggiat sejarah untuk melengkapi bahan penulisan.
Sejumlah lembaga yang menjadi bagian dari penelusurannya meliputi:
- Perpustakaan Nasional.
- Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).
- Dinas Sejarah TNI AD.
- Pusat Sejarah TNI.
Proses wawancara turut menghadapi kendala karena sejumlah narasumber telah berusia lanjut.
Beberapa orang bahkan meninggal dunia sebelum Andry sempat melakukan wawancara.
“Saya gagal wawancara dengan adiknya M.T. Harjono karena sudah telanjur wafat. Begitu juga dengan Ibu Mery Hoegeng, sepupu Ibu Mariatne, istri M.T. Harjono. Belum sempat wawancara, Ibu Mery keburu wafat. Ada juga saya sempat wawancara keponakan M.T. Harjono, beberapa bulan kemudian juga wafat,” katanya.
Mengungkap Pendidikan dan Perjalanan Militer M.T. Harjono
Melalui penelusurannya, Andry menemukan kebiasaan M.T. Harjono dalam memperluas pengetahuan melalui bacaan, diskusi, dan lingkungan sekitar.
M.T. Harjono pernah menempuh pendidikan di Hoogere Burgerschool (HBS) Bandung.
Harjono juga menguasai berbagai bahasa asing dan sempat mengikuti pendidikan kedokteran.
Namun, ia meninggalkan pendidikan tersebut untuk memenuhi panggilan perjuangan kemerdekaan.
Perjalanan karier militernya mencakup berbagai tugas, termasuk kegiatan perundingan dan diplomasi.
Pada usia 40 tahun, Harjono telah mencapai pangkat Mayor Jenderal TNI dan menduduki sejumlah jabatan strategis di Angkatan Darat.
Selain perjalanan pendidikan dan militer, Andry mengangkat kisah kejujuran Harjono dalam menjalankan tanggung jawab negara.
“Nilai-nilai perjuangan M.T. Harjono masih relevan sampai kini, misalnya integritas dan kejujuran,” jelas Andry.
Salah satu kisah yang ditulis berkaitan dengan tanggung jawab Harjono dalam pengelolaan bahan bakar minyak.
Ia pernah menangani kebutuhan bahan bakar kendaraan perang untuk operasi Trikora dan Dwikora.
“M.T. Harjono sempat menjadi penanggung jawab bahan bakar minyak untuk seluruh kendaraan perang operasi Trikora dan Dwikora. Dari bahan bakar truk, tank, sampai pesawat. Tak sedikit pun beliau ‘mencolek’ uang itu, padahal ia harus membayar angsuran rumahnya,” pungkas Andry.
Harjono gugur pada 1 Oktober 1965. Atas pengabdiannya, ia dianugerahi pangkat Letnan Jenderal TNI Anumerta dan ditetapkan sebagai Pahlawan Revolusi.
Peluncuran Buku M.T. Harjono
Keluarga besar M.T. Harjono menyelenggarakan peluncuran dan bedah buku di Hotel Royal Kuningan, Jakarta, Kamis (8/10).
Acara tersebut menghadirkan keluarga, kalangan militer, sejarawan, serta penulis untuk membahas perjalanan hidup sang perwira.
Pembahasan dalam kegiatan tersebut mencakup lima nilai utama kehidupan Harjono, yakni integritas, intelektualitas, kepemimpinan, pengabdian, dan Pancasila.
Andry berharap karya biografinya dapat menjadi penghubung antara generasi terdahulu dan generasi sekarang.
“Semoga buku ini bisa menjadi cermin untuk tentara sekarang,” ujar Andry.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
