Berita
Diangkat jadi Film Pendek oleh MPN Studio, M.T. Harjono Pilih Tinggalkan Pendidikan Kedokteran demi Berjuang untuk Indonesia
Kisah M.T. Harjono yang meninggalkan pendidikan kedokteran demi perjuangan kemerdekaan diangkat MPN Studio menjadi film pendek menggunakan AI.
MPN Indonesia 24 Oktober 2026 - MPN Studio menghadirkan film pendek biografi Letjen TNI Anumerta M.T. Harjono dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk menggambarkan perjalanan hidup dan perjuangan sang Pahlawan Revolusi.
Melalui film pendek tersebut, MPN Studio menyoroti salah satu keputusan penting dalam kehidupan M.T. Harjono, yakni meninggalkan pendidikan kedokteran demi bergabung dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Perjuangan dan Pilihan Hidup M.T. Harjono
Film tersebut mengisahkan perjalanan pendidikan M.T. Harjono yang dikenal cerdas dan berprestasi saat bersekolah di Hoogere Burgerschool (HBS) Bandung.
Prestasinya mengantarkan M.T. Harjono melanjutkan pendidikan di sekolah kedokteran Ika Daigaku pada masa pendudukan Jepang.
Namun, selama menempuh pendidikan kedokteran, semangat nasionalisme M.T. Harjono semakin tumbuh.
Salah satu tokoh yang memengaruhi pemikirannya adalah Sutan Sjahrir, yang memiliki kedekatan dengan para mahasiswa Ika Daigaku.
“Di kampus ini rasa patriotisme M.T. Harjono terbentuk,” demikian narasi yang disampaikan dalam film pendek produksi MPN Studio tersebut, dikutip MPN Indonesia pada Sabtu (24/10).
Berbekal latihan semimiliter dan semangat patriotisme, M.T. Harjono kemudian bergabung dengan Badan Keamanan Rakyat (BKR) bersama sejumlah mantan mahasiswa lainnya.
Ketika BKR bertransformasi menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR) pada 5 Oktober 1945, M.T. Harjono melanjutkan pengabdiannya sebagai perwira militer hingga menyandang pangkat mayor infanteri.
Peran M.T. Harjono dalam Diplomasi Kemerdekaan Indonesia
Perjalanan karier militernya tidak hanya berlangsung di medan pertempuran.
M.T. Harjono juga memiliki kemampuan diplomasi yang membuatnya dipercaya menjalankan berbagai tugas penting dalam hubungan dengan pihak Sekutu dan Belanda.
“Di tengah revolusi kemerdekaan, M.T. Harjono hadir sebagai seorang prajurit yang menguasai medan yang tak kalah menentukan, meja diplomasi,” narasi dalam film pendek tersebut.
Dalam menjalankan tugasnya, M.T. Harjono pernah menjadi perwira penghubung yang mengawasi pelaksanaan gencatan senjata sekaligus mengawal warga Belanda dan Eropa yang sebelumnya menjadi tawanan Jepang.
Kemampuan bernegosiasi tersebut turut membawanya terlibat dalam sejumlah perundingan penting, termasuk Perundingan Krian di Sidoarjo pada 1947 yang bertujuan meredakan pertempuran antara tentara Indonesia dan Belanda.
Memasuki masa Agresi Militer Belanda II, M.T. Harjono kembali menghadapi tantangan ketika pemerintahan Republik Indonesia harus meninggalkan ibu kota dan pasukan TNI melanjutkan perjuangan melalui perang gerilya.
Di tengah situasi tersebut, M.T. Harjono dipercaya mengemban tugas sebagai juru bicara Staf Angkatan Perang di bawah pimpinan Kolonel T.B. Simatupang.
Karier Militer M.T. Harjono hingga Menjadi Pahlawan Revolusi
Karier militernya kemudian berkembang hingga mencapai pangkat Mayor Jenderal TNI pada usia 40 tahun.
M.T. Harjono juga dipercaya menduduki sejumlah jabatan strategis di lingkungan Angkatan Darat.
Pengabdiannya berakhir pada 1 Oktober 1965 ketika M.T. Harjono gugur dalam mempertahankan kehormatan, keyakinan, dan kesetiaannya kepada negara.
Atas jasanya, M.T. Harjono dianugerahi pangkat Letnan Jenderal TNI Anumerta dan ditetapkan sebagai Pahlawan Revolusi.
Perjalanan Hidup M.T. Harjono Diabadikan dalam Buku Biografi
Perjalanan hidup Pahlawan Revolusi tersebut juga dibahas dalam peluncuran buku karya Andry Hariana di Hotel Royal Kuningan, Jakarta, Kamis (8/10).
Buku berjudul M.T. Harjono: Perwira Intelektual Penjaga Pancasila menguraikan perjalanan hidup M.T. Harjono sejak masa pendidikan hingga berkarier di lingkungan Angkatan Darat.
Buku tersebut juga membahas pengabdiannya sebagai prajurit, intelektual, pemimpin, kepala keluarga, dan Pahlawan Revolusi.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
