Connect with us

Film

Bantu Mengenal M.T. Harjono Lebih Dekat, MPN Studio Visualisasikan Kisah Perjalanan Masa Kecil hingga Perjuangannya Menjaga Pancasila

MPN Studio menayangkan perdana film biografi M.T. Harjono berbasis AI di Jakarta. Film mengisahkan pendidikan, diplomasi, hingga perjuangan sang jenderal.

Actress 1299250

Published

on

Bukan Sekadar Nama Jalan, MPN Studio Angkat Kisah M.T. Harjono Lewat Film Biografi
Cuplikan film pendek M.T. Harjono melalui kanal YouTube Media Pemersatu Nusantara. Gambar: YouTube/Media Pemersatu Nusantara

MPN Indonesia 26 Oktober 2026 - MPN Studio merilis film pendek biografi Letjen TNI Anumerta M.T. Harjono menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Melalui visualisasi berbasis AI, MPN Studio berupaya mengajak masyarakat mengenal sosok M.T. Harjono lebih dekat, mulai dari perjalanan masa kecil hingga perjuangan dan pengabdiannya dalam menjaga Pancasila.

Film ini memperkenalkan perjalanan hidup M.T. Harjono secara lebih luas, bukan sekadar sebagai nama jalan atau Pahlawan Revolusi.

Pemutaran perdana berlangsung di Hotel Royal Kuningan, Jakarta, Kamis (8/10), dalam acara peluncuran dan bedah buku M.T. Harjono: Perwira Intelektual, Penjaga Pancasila.

Film tersebut mengangkat perjalanan M.T. Harjono sejak kecil hingga pengabdiannya kepada Indonesia.

Kisahnya mencakup pendidikan, perjuangan kemerdekaan, tugas diplomasi, dan karier militer.

MPN Studio Angkat Perjalanan Pendidikan M.T. Harjono

Film pendek M.T. Harjono menampilkan masa kecil sang perwira di Kertosono.

Ketika masih bersekolah, seorang guru Belanda menyarankan agar Harjono melanjutkan pendidikan di sekolah dasar khusus anak-anak Eropa.

Saran tersebut muncul setelah sang guru melihat kemampuan akademiknya.

Harjono kemudian melanjutkan pendidikan di Hoogere Burger School (HBS) Bandung.

Di HBS, Harjono mempelajari matematika, sains, dan sejumlah bahasa asing.

Selain bahasa Belanda, ia mempelajari bahasa Prancis, Inggris, dan Jerman.

Pendidikannya mengalami perubahan ketika Jepang mengambil alih kekuasaan dari Belanda pada 1942.

Penutupan sekolah-sekolah Belanda membuat Harjono menyelesaikan pendidikan HBS tiga bulan lebih awal melalui ijazah darurat.

Dengan hasil pendidikan yang baik, Harjono diterima di sekolah kedokteran Ika Daigaku.

Selama menjalani pendidikan tersebut, ia mulai mengenal pemikiran kebangsaan melalui interaksi dengan Sutan Sjahrir.

Baca Juga:  MPN Studio Rilis Film Biografi M.T. Harjono, Bantu Anak Muda Lebih Mengenal M.T. Harjono dari Sekadar Nama Jalan

Dari Pendidikan Kedokteran Menuju Perjuangan Militer

Perjalanan M.T. Harjono kemudian berlanjut ke dunia militer setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan.

Ketika Badan Keamanan Rakyat (BKR) berkembang menjadi Tentara Keamanan Rakyat pada 5 Oktober 1945, Harjono bergabung sebagai perwira.

Pada awal karier militernya, ia kemudian menyandang pangkat mayor infanteri.

Harjono bertugas sebagai perwira penghubung dalam pengawasan gencatan senjata.

Ia juga terlibat dalam pengawalan warga Belanda dan Eropa yang sebelumnya menjadi tawanan Jepang.

Pada 1947, Harjono mengikuti perundingan Krian di Sidoarjo.

Perundingan tersebut bertujuan meredakan pertempuran antara pasukan Indonesia dan Belanda.

Perannya berlanjut ketika Belanda melancarkan Agresi Militer Kedua.

Harjono dipercaya menjadi juru bicara staf angkatan perang di bawah Kolonel T.B. Simatupang.

Ia bertugas menyampaikan perkembangan perjuangan Indonesia melalui jaringan komunikasi yang terbatas.

Salah satu informasi yang disampaikan berkaitan dengan Serangan Umum 1 Maret 1949 di Yogyakarta.

Sebagai atase militer, Harjono menghadapi persoalan penangkapan dua kapal Belanda, Talise dan Blitar, di Tanjung Priok.

Kedua kapal tersebut membawa senjata api dalam jumlah besar yang berkaitan dengan persoalan Irian Barat.

Film juga menggambarkan penyerangan terhadap Harjono di tempat tinggalnya oleh dua mantan tentara Belanda yang merupakan anak buah Westerling.

Setelah menyelesaikan tugas luar negeri pada 1954, Harjono kembali ke Indonesia.

Ia kemudian menjalankan sejumlah penugasan di lingkungan Angkatan Darat.

Kisah Gugurnya M.T. Harjono dalam Peristiwa 1965

Bagian lain film menggambarkan situasi politik Indonesia pada 1965.

Kondisi tersebut ditandai krisis ekonomi, konfrontasi Malaysia, serta persaingan pengaruh antara Angkatan Darat dan Partai Komunis Indonesia (PKI).

Film kemudian menampilkan peristiwa kedatangan pasukan Pasopati Cakrabirawa ke rumah Harjono.

Pasukan tersebut meminta Harjono ikut dengan alasan adanya panggilan Presiden.

Baca Juga:  Dibalik Rilis Buku M.T. Harjono: Andry Hariana Bagikan Kisah Perjalanan Penulisan, Bertemu Keluarga hingga Sejarawan

Dalam penggambaran film, pasukan tersebut menjalankan perintah untuk menculik Harjono.

Peristiwa itu berujung pada penembakan yang menyebabkan Harjono gugur.

Jenazah M.T. Harjono kemudian dimakamkan bersama sejumlah jenderal lainnya di Taman Makam Pahlawan Kalibata pada 5 Oktober 1965.

Pemerintah Republik Indonesia memberikan penghargaan kepada Harjono atas jasa dan pengorbanannya bagi bangsa dan negara.

Ia dikenal sebagai salah satu Pahlawan Revolusi.

(ELG/NID/RAD)

Trending