Connect with us

Internasional

Kebakaran Besar Landa Permukiman Guryong di Seoul, 127 Warga Kehilangan Tempat Tinggal

Kebakaran besar melanda Desa Guryong di Seoul. Sebanyak 127 warga membutuhkan bantuan dan sebagian menolak relokasi.

Actress 1299250

Published

on

Kebakaran Besar Landa Permukiman Guryong di Seoul, 127 Warga Terdampak
Kebakaran Besar Landa Permukiman Guryong di Seoul, 127 Warga Terdampak. Gambar: Dok. Yonhap News

MPN Indonesia 30 Oktober 2026 - Kebakaran besar melanda Desa Guryong di Distrik Gangnam, Seoul bagian selatan, Korea Selatan, pada Selasa (27/10), menyebabkan 127 orang dari 91 keluarga membutuhkan bantuan setelah kehilangan tempat tinggal.

Petugas pemadam kebakaran berhasil memadamkan api sepenuhnya pada Rabu (28/10) pukul 04.39 waktu setempat, setelah kebakaran berlangsung hampir 13 jam.

Berdasarkan perkiraan awal otoritas pemadam kebakaran, sekitar 99 bangunan sementara hangus dengan luas area terdampak mencapai 28.000 meter persegi.

Seorang perempuan juga dilaporkan mengalami luka ringan.

Kebakaran tersebut kembali menyoroti persoalan relokasi warga Desa Guryong, yang dikenal sebagai permukiman kumuh terakhir di Seoul.

Sebagian warga masih mempertanyakan kepastian hunian pengganti di tengah rencana pembangunan kembali kawasan tersebut pada 2027.

Pemerintah Gangnam Siapkan Hunian Sementara

Pemerintah Distrik Gangnam melaporkan sebanyak 127 orang dari 91 keluarga membutuhkan bantuan akibat kebakaran Desa Guryong.

Berdasarkan pendataan hingga Kamis (29/10) pukul 13.00 waktu setempat, sebanyak 111 orang dari 70 keluarga tinggal di penampungan sementara maupun penginapan yang disediakan pemerintah.

Sejumlah warga menempati fasilitas penampungan di SMP Gaepo dan SMP Guryong, sementara sebagian lainnya mendapatkan tempat tinggal sementara di penginapan.

Pemerintah distrik menyediakan kebutuhan pokok, makanan, serta layanan kesehatan bagi warga terdampak.

Selain itu, Pemerintah Metropolitan Seoul bersama Seoul Housing & Urban Development Corporation (SH) telah menyiapkan 96 unit hunian darurat yang dapat ditempati selama enam bulan.

Sebanyak 213 unit hunian sewa juga disediakan untuk mendukung relokasi sementara warga selama proyek pembangunan kembali Desa Guryong berlangsung.

Baca Juga:  Eks Ibu Negara Korsel Divonis 1 Tahun 8 Bulan Penjara dalam Kasus Korupsi

Pemerintah Distrik Gangnam turut berencana mengajukan penetapan kawasan terdampak sebagai zona bencana khusus kepada Kementerian Dalam Negeri dan Keselamatan Korea Selatan.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya pemulihan kawasan serta pemberian bantuan kepada masyarakat yang kehilangan tempat tinggal.

Pemerintah Seoul Rencanakan Pembangunan 3.739 Unit Hunian

Desa Guryong merupakan salah satu kawasan permukiman tidak resmi yang masih bertahan di tengah perkembangan Distrik Gangnam, Seoul.

SH telah mengakuisisi lahan kawasan tersebut pada 2025 untuk melaksanakan proyek pembangunan kembali permukiman.

Proyek tersebut direncanakan mulai dikerjakan pada paruh pertama 2027 setelah proses relokasi keluarga yang masih tinggal di kawasan tersebut selesai.

Rencana pembangunan Desa Guryong mencakup 3.739 unit hunian, dengan rincian sebagai berikut:

  1. Sebanyak 1.107 unit rumah sewa publik untuk mendukung kebutuhan hunian mantan penduduk Desa Guryong.

  2. Sebanyak 1.691 unit hunian sewa jangka panjang dengan sistem jeonse.

  3. Sebanyak 941 unit hunian yang direncanakan untuk dijual.

Sistem jeonse merupakan skema sewa properti di Korea Selatan dengan pembayaran uang jaminan dalam jumlah besar yang dapat dikembalikan setelah masa sewa berakhir.

Pemerintah Metropolitan Seoul menyatakan warga yang mengikuti relokasi ditawarkan hunian sewa publik dengan pengurangan biaya sewa sekitar 60 hingga 100 persen, bergantung pada pendapatan.

Namun, sebagian penduduk menginginkan kesempatan memiliki apartemen dalam proyek pembangunan kembali tersebut, bukan hanya memperoleh hunian sewa.

Berdasarkan keterangan SH kepada The Korea Herald, sekitar 140 keluarga masih belum mengikuti proses relokasi.

Sebagian Warga Guryong Tolak Relokasi dan Tuntut Hak Kepemilikan Hunian

Sejumlah warga yang kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran kembali mendatangi Desa Guryong untuk memeriksa kondisi rumah dan mencari barang yang masih dapat diselamatkan.

Baca Juga:  Usai Menang dari Korsel, Timnas U-17 Diminta Tak Lengah Jelang Laga Lawan Yaman

Seorang perempuan berusia 70 tahun yang telah tinggal di kawasan tersebut selama puluhan tahun mengaku enggan meninggalkan rumahnya meskipun mengalami kerusakan akibat kebakaran.

“Ini rumah saya. Mungkin terlihat kumuh dan bobrok, tetapi ini rumah saya. Saya merasa nyaman di sini,” katanya, dikutip MPN Indonesia dari The Korea Herald, Jumat (30/10).

Penolakan juga disampaikan seorang perempuan yang telah menetap di Desa Guryong sejak 1988.

Ia meminta pemerintah memberikan kesempatan kepada warga untuk membeli apartemen dalam proyek pembangunan kembali kawasan tersebut.

“Kami telah melewati banjir dan kebakaran di Desa Guryong. Kami tidak bisa begitu saja diusir seperti ini. Yang saya inginkan adalah hak untuk membeli apartemen, bukan rumah sewa. Kami telah bertahun-tahun menjadikan tempat ini rumah kami,” ujarnya.

Kekhawatiran serupa disampaikan sejumlah warga mengenai keberlanjutan bantuan perumahan setelah proses relokasi.

Mereka mempertanyakan apakah pengurangan biaya sewa dan kesempatan kembali ke kawasan tersebut akan tetap diberikan setelah pembangunan selesai.

Lee Kang-il, salah seorang pemimpin kelompok warga Desa Guryong, juga menyampaikan kekhawatirannya mengenai kesempatan warga untuk kembali ke permukiman setelah proyek pembangunan rampung.

Sementara itu, SH menyatakan masih berupaya memperoleh persetujuan warga untuk pindah sambil menjalankan proses hukum terkait penguasaan properti di kawasan tersebut.

Seorang pejabat SH mengatakan langkah penggusuran dapat dipertimbangkan sebagai pilihan terakhir apabila perusahaan memenangkan proses hukum.

Meski demikian, keputusan tersebut belum ditetapkan dan proses relokasi masih berlangsung.

(RAD/NID/RAD)

has a keen interest in media and tech. With SEO writing skills and breaks down the latest digital trends.

Trending