Connect with us

Berita

Viral! Pembangunan Tugu Pesut Samarinda Habiskan Anggaran Rp1,8 Miliar

Tugu Pesut Samarinda rampung! Dibangun dengan anggaran Rp1,8 miliar, monumen ini menjadi simbol pelestarian pesut Mahakam yang semakin langka.

Actress 1299250

Published

on

Viral! Pembangunan Tugu Pesut Samarinda Habiskan Anggaran Rp1,8 Miliar
Viral! Pembangunan Tugu Pesut Samarinda Habiskan Anggaran Rp1,8 Miliar. Gambar: Dok. Kaltimpost

MPN Indonesia 14 Januari 2025 - Pembangunan Tugu Pesut Samarinda di ujung Jembatan Mahakam IV kini telah mencapai tahap akhir.

Monumen ini  dirancang oleh seniman asal Bandung, John Martono, dan resmi selesai pada Senin (6/1).

Tugu ini berdiri di persimpangan strategis Jalan Ahmad Yani dan Jalan Cipto Mangunkusumo, Samarinda.

Pembangunan Tugu Pesut Samarinda

Pembangunan Tugu Pesut ini menghabiskan dana sebesar Rp1,8 miliar, yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kalimantan Timur.

Proses konstruksi melibatkan 18 pekerja, menggunakan plat galvanis setebal 1,5 milimeter untuk memastikan daya tahan terhadap karat.

“Jadi tugunya tidak akan berkarat,” jelas John Martono yang akrab dengan sapaan Capt. John.

Konsep dan Filosofi Tugu Pesut

Monumen ini dirancang dengan panjang 36 meter, lebar 7 meter, dan dihiasi oleh 17 kombinasi warna.

Tugu ini dilengkapi dengan lampu LED putih sepanjang 300 meter yang melilit seluruh sisi plat, serta belasan lampu sorot untuk mempercantik tampilan di malam hari.

Menurut Capt. John, seniman pembuatnya, Tugu Pesut Samarinda membawa pesan lingkungan yang kuat.

“Saya yakin selama Pesut itu ada, berarti lingkungan itu baik. Sama seperti kalau di lingkungan kita masih ada kupu-kupu, artinya udara masih bagus,” jelasnya.

Konsep fleksibilitas yang diusung pada monumen ini terlihat dari bagian bawahnya yang menggambarkan Sungai Mahakam.

Proses Pengerjaan dan Penggunaan Material

Proyek ini dimulai pada awal September 2024, dengan ide awal yang digagas oleh Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Timur, Akmal Malik, sejak Desember 2023.

Sebanyak 8 ton besi plat, yang diproduksi di Samarinda namun diukir di Bandung, digunakan untuk membangun monumen ini.

Baca Juga:  Pemerintah Percepat Infrastruktur Digital di Papua, 1.705 Titik Layanan Kini Terhubung

Capt. John dan tim berharap masyarakat dapat mencintai lingkungan melalui karya seni ini.

“Kalau kita mencintai lingkungan, artinya kita juga mencintai wilayah kita,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya merawat Tugu Pesut, seperti menghindari gesekan benda keras dan menjaga kebersihan monumen ini.

Pj Gubernur Akmal Malik menegaskan bahwa monumen ini merupakan hadiah untuk masyarakat Kalimantan Timur dalam rangka perayaan HUT ke-68 provinsi tersebut.

Dengan mengusung tema pesut—lumba-lumba air tawar khas Sungai Mahakam—tugu ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melestarikan fauna endemik yang kian terancam.

“Pesut kita jumlahnya semakin terbatas. Info terakhir tinggal 62 ekor,” ungkap Akmal Malik.

Ia berharap Tugu Pesut Samarinda dapat menjadi pengingat bagi masyarakat tentang pentingnya menjaga warisan alam serta menghargai keberadaan pesut sebagai kekayaan unik Kalimantan Timur.

Infrastruktur dengan Nilai Seni

Menurut Akmal Malik, kehadiran Tugu Pesut selaras dengan tujuan pemerintah untuk menciptakan kebahagiaan bagi masyarakat.

“Minimalnya, ketika orang melihat tugu ini saat menuju kota, mereka merasa senang,” tambahnya.

Trending