Connect with us

Berita

Pria Lansia Tewas Terbakar saat Padamkan Karhutla di Samarinda

Seorang pria berusia 60 tahun tewas saat berupaya memadamkan karhutla di Samarinda. Korban terjebak kobaran api dan mengalami luka bakar serius.

Actress 1299250

Published

on

Seorang Pria Tewas Terbakar saat Padamkan Karhutla di Samarinda
Seorang Pria Tewas Terbakar saat Padamkan Karhutla di Samarinda. Gambar: Dok. Kementrian Kehutanan

MPN Indonesia 16 Oktober 2026 - Seorang pria berinisial LJ (60) tewas terbakar saat berusaha memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Samarinda, Kalimantan Timur.

Peristiwa tersebut terjadi di kawasan perkebunan Jalan Anggur, Kelurahan Sidodadi, pada Selasa (13/10).

Korban bersama warga berusaha mencegah api merambat ke permukiman, namun terjebak kobaran api yang membesar akibat angin kencang.

“Korban dinyatakan meninggal dunia pada Rabu (14/10) usai ditangani ke RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda dalam kondisi 60 persen luka bakar di sekujur tubuh,” kata Kapolsek Samarinda Ulu AKP Asriadi Jafar dalam keterangannya.

Kronologi Kejadian

Kebakaran bermula ketika api membakar vegetasi kering di kawasan perkebunan Jalan Anggur.

Angin kencang menyebabkan kobaran api membesar dan menyebar ke area sekitarnya.

LJ bersama sejumlah warga berupaya melakukan pemadaman karhutla secara mandiri untuk mencegah api meluas hingga mencapai permukiman penduduk.

Namun, perubahan arah api membuat korban terjebak di kawasan perbukitan. LJ yang berada di bagian atas bukit tidak sempat menyelamatkan diri ketika kobaran api mengepung lokasi tersebut.

Saksi mata bernama Rusli mengatakan angin kencang menyebabkan kobaran api membesar dan berubah arah dengan cepat.

“Kami melihat kobaran api mendadak membesar dan berubah arah secara cepat akibat hembusan angin kencang di lokasi lahan,” kata Rusli.

Menurut Rusli, korban tidak dapat keluar dari area yang telah dikepung api.

Asap tebal yang menyelimuti kawasan tersebut juga menyebabkan korban mengalami sesak napas hingga pingsan.

Baca Juga:  Kisah Siswi yang Menangis saat Tinggalkan Barak Militer, Diduga Kurang Figur Orang Tua

Polisi dan Tim Inafis Evakuasi Korban Karhutla

Petugas kepolisian bersama tim Inafis Polresta Samarinda mendatangi lokasi setelah menerima laporan kebakaran dan adanya korban.

“Petugas kepolisian bersama tim Inafis Polresta Samarinda langsung meluncur ke lokasi kejadian untuk melakukan proses olah TKP dan evakuasi,” ujar Asriadi.

Tim gabungan mengalami kesulitan saat proses evakuasi karena medan perbukitan yang terjal. Petugas juga harus melewati kawasan yang masih dipenuhi sisa bara api.

Korban kemudian dibawa ke RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda untuk mendapatkan penanganan medis.

Setelah korban meninggal dunia, pemeriksaan lebih lanjut dilakukan untuk mengetahui penyebab kematiannya.

“Hasil pemeriksaan awal tim medis mengonfirmasi bahwa korban meninggal dunia akibat mengalami luka bakar serius serta paparan hawa panas,” kata Asriadi.

Kebakaran Lahan di Samarinda Hanguskan Sekitar 700 Meter Persegi

Berdasarkan informasi awal, peristiwa di daerah Kelurahan Sidodadi tersebut menghanguskan lahan seluas sekitar 700 meter persegi.

Petugas menerima laporan kebakaran dan adanya korban pada Selasa (13/10), sekitar pukul 13.50 WITA.

Polsek Samarinda Ulu masih menyelidiki peristiwa tersebut dengan mengumpulkan keterangan sejumlah saksi.

Penyelidikan dilakukan untuk memastikan kronologi kejadian yang menyebabkan korban meninggal dunia.

Polisi Imbau Warga Tidak Memasuki Area Kebakaran Tanpa Pelindung

Setelah kejadian tersebut, kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak memasuki kawasan kebakaran tanpa menggunakan perlengkapan pelindung yang memadai.

Asriadi juga meminta warga menghentikan aktivitas pembukaan lahan dengan cara membakar, terutama selama musim kemarau ekstrem.

“Masyarakat ditegaskan untuk menghentikan total segala bentuk aktivitas pembukaan lahan pertanian dengan cara membakar selama musim kemarau ekstrem,” tegas Asriadi Jafar.

Sementara itu, Pemerintah Kota Samarinda bersama aparat keamanan akan meningkatkan patroli pengawasan di wilayah rawan kebakaran hutan dan lahan.

Baca Juga:  Penyewa Tenant Sebut Bandara Halim Perdanakusuma Sepi Pengunjung karena sudah Tak Dikelola Angkasa Pura

(AKM/NID/RAD) 



Trending