Connect with us

Entertainment

Waduh! 10.000 Warga NTT Penerima Donasi Mau Dipolisikan Agus

Agus Salim berencana melaporkan 10.000 penerima dana donasi yang dialihkan untuk korban bencana Gunung Lewotobi, menganggap pengalihan ini mengabaikan haknya.

Pexels photo

Published

on

Waduh! 10.000 Warga NTT Penerima Donasi Mau Dipolisikan Agus
Waduh! 10.000 Warga NTT Penerima Donasi Mau Dipolisikan Agus. Gambar: Kompas.com/Revi C Rantung

MPN Indonesia 19 Januari 2025 - Agus Salim, mengungkapkan rencananya untuk melaporkan 10.000 warga Nusa Tenggara Timur (NTT) penerima bantuan donasi tersebut.

Dana yang awalnya dihimpun untuk biaya pengobatan matanya, dikabarkan telah dialihkan oleh pihak lain untuk korban bencana alam erupsi Gunung Lewotobi.

Melalui kuasa hukum Agus Salim, Rizaldi Hendriawan, menyatakan bahwa para penerima bantuan berpotensi terjerat kasus hukum terkait dugaan pencucian uang.

“Untuk peringatan juga kepada masyarakat Nusa Tenggara Timur, jangan menerima uang dari DS dan G, karena uang tersebut adalah uang milik Agus untuk pengobatan mata Agus,” kata Rizaldi Hendriawan pada Rabu (15/1).

Rizaldi juga menyampaikan peringatan keras kepada warga yang menerima bantuan tersebut. Menurutnya, penerimaan barang bantuan dari donasi yang dialihkan itu dapat dianggap sebagai bentuk keterlibatan dalam tindak pidana.

“Jika memang nanti ada masyarakat Nusa Tenggara Timur yang menerima uang tersebut, hati-hati, sudah diperingatkan oleh pengacara Farhat Abbas. Kalau menerima uang tersebut bisa diduga terkena pasal pencucian uang,” ucap Rizaldi.

Keputusan ini pun mendapat sorotan dari Ketua Yayasan Rumah Peduli Kemanusiaan, Garry Julian.

Penyaluran Dana Donasi yang Menjadi Polemik

Garry Julian menyesalkan langkah Agus Salim yang berencana mempolisikan warga penerima bantuan.

Menurut Garry, hal ini justru dapat menambah beban bagi para korban bencana alam di NTT.

Ia menyebutkan bahwa ribuan warga terdampak erupsi Gunung Lewotobi sangat membutuhkan bantuan, terutama karena wilayah terdampak bencana ini cukup sulit dijangkau.

“Mereka itu berhak menerima bantuan, dan mereka jauh dari ibu kota. Tidak banyak bantuan kemanusiaan yang sampai ke mereka,” ujar Garry Julian saat diwawancarai di kantor Kementerian Sosial RI, Salemba, Jakarta Pusat (16/1).

Baca Juga:  Gedung DPRD Makassar Dibakar Massa saat Ada Rapat Paripurna, 3 Orang Tewas

Di sisi lain, Agus Salim mempersoalkan pengalihan dana yang menurutnya telah mengabaikan haknya.

Ia menegaskan bahwa dana tersebut pada awalnya dihimpun untuk mendukung pengobatan matanya yang mengalami kebutaan.

Tanggapan Garry Julian atas Rencana Pelaporan

Merespons tuduhan Agus Salim mengenai penyalahgunaan dana donasi, Garry Julian menegaskan bahwa pengalihan dana telah dilakukan sesuai prosedur yang berlaku.

Ia juga menjelaskan bahwa keputusan untuk mendistribusikan dana dalam bentuk barang kepada warga NTT merupakan hasil kebijakan badan pengurus yayasan yang baru.

“Badan pengurus yang baru membuat rencana mengalihkan dana kepada penerima hak lainnya. Tidak ada aturan yang kita langgar sih,” ujar Garry.

Garry menambahkan bahwa pihaknya telah mempersiapkan seluruh dokumen dan kronologi terkait pengalihan dana untuk menghadapi laporan Agus Salim.

Ia menyatakan kesiapan yayasan untuk menghadapi proses hukum, termasuk menghadiri sidang jika diperlukan.

Awal Mula Kontroversi Uang Donasi

Dana senilai Rp1,3 miliar yang terkumpul dari masyarakat dilaporkan telah didistribusikan dalam bentuk barang oleh Denny Sumargo dan Garry Julian.

Keputusan ini sebelumnya telah diumumkan melalui podcast Denny Sumargo di YouTube.

Namun, langkah tersebut menimbulkan konflik setelah Agus Salim merasa bahwa dana itu seharusnya digunakan sesuai tujuan awal, yakni untuk pengobatan matanya.

Atas dasar ini, Agus Salim melaporkan sejumlah pihak ke Polda Metro Jaya, termasuk Denny Sumargo, Garry Julian, Pratiwi Noviyanthi, dan Pablo Benua, atas dugaan penggelapan dana.

Ia menyatakan keberatan atas penggunaan dana yang menurutnya tidak sesuai dengan kesepakatan awal penggalangan donasi.

Rencana Agus Salim untuk melaporkan para penerima bantuan mendapat kritik tajam.

Garry Julian menilai bahwa tindakan tersebut secara moral tidak tepat, mengingat para penerima bantuan adalah korban bencana alam yang telah kehilangan banyak hal.

Baca Juga:  PT Pertamina Minta Maaf Atas Viralnya Video Kerusakan Mobil yang Diduga Akibat Pertamax

“Serius? Oh ya? Aku belum lihat, cuma kalau seperti itu, secara moral gimana ya. Sudah korban, pengungsi, mau dilaporin lagi, ditambahin lagi,” kata Garry Julian.

Trending